I Indonesia Brand Wiki

Tentang Romano

Romano merupakan merek perawatan pribadi dan dandanan pria internasional yang dimiliki oleh Wipro Consumer Care & Lighting, bagian dari grup Wipro asal India. Merek ini pertama kali diluncurkan pada tahun 1988 dan sejak awal diposisikan sebagai produk dandanan pria dengan penekanan kuat pada wewangian serta citra maskulin yang elegan. Saat ini, portofolio Romano mencakup berbagai kategori produk seperti parfum, deodoran, sampo, sabun mandi, produk penata rambut, sabun batang, serta perlengkapan dandanan pria lainnya.12

Ikhtisar

Kategori Informasi
Merek Romano
Tahun peluncuran 1988
Industri Perawatan pribadi, dandanan pria, wewangian
Target pasar Pria
Grup induk Wipro
Pemilik merek operasional Wipro Consumer Care & Lighting
Posisi inti Wewangian maskulin, dandanan, dan kecanggihan
Kategori produk utama Eau de Toilette, deodoran, sampo, sabun mandi, sabun batang, penata rambut, cukur
Pasar utama Asia Tenggara dan pasar internasional lainnya
Kehadiran di Vietnam Sejak masuknya Wipro/Unza ke Vietnam pada 1990-an
Slogan merek “Fragrance of Success, Essence of Man” / Vietnam: “Hương thành công, chất đàn ông”

Sejarah

1988 — Peluncuran

Sejarah Romano bermula pada tahun 1988 ketika produk pertamanya diperkenalkan sebagai lini perawatan pribadi khusus pria. Berdasarkan situs web resmi Romano saat ini, merek ini dirancang dengan fokus utama pada wewangian dan identitas yang terinspirasi dari gaya Italia yang elegan.12

Situs internasional Romano menyebutkan bahwa produk perdana mereka adalah Eau de Toilette, yang menjadikan wewangian sebagai elemen fundamental dalam identitas merek sejak awal kemunculannya.2

Terdapat sedikit perbedaan mengenai asal-usul nama merek ini dalam berbagai sumber publik. Situs web internasional Romano saat ini menyatakan bahwa namanya terinspirasi dari seorang pesepak bola Italia yang populer, sementara sebuah artikel lama di VnExpress melaporkan bahwa nama tersebut diambil dari kota Roma.13

1990-an — Ekspansi

Romano kemudian berkembang melampaui kategori wewangian menjadi penyedia solusi dandanan pria yang lebih komprehensif. Portofolio produknya meluas ke berbagai kategori seperti produk mandi, perawatan rambut, deodoran, alat cukur, dan penata rambut.

Merek ini mempopulerkan gagasan bahwa pria memerlukan produk perawatan khusus, bukan sekadar menggunakan perlengkapan mandi umum atau uniseks. Arsip VnExpress mencatat Unza sebagai salah satu pemain awal di segmen perawatan pribadi khusus pria di Vietnam, dengan Romano sebagai salah satu merek andalannya.3

Romano juga memasuki pasar Tiongkok daratan pada tahun 1998. Di sana, Wipro Unza mencatatkan Romano sebagai spesialis awal dalam kategori sabun mandi berwewangian halus khusus pria.1

1996 hingga kini — Vietnam

Wipro/Unza memulai operasinya di Vietnam pada tahun 1996. Perusahaan ini kemudian membangun portofolio besar merek perawatan pribadi di negara tersebut, dengan Romano menjadi salah satu merek pria yang paling dikenal.1

Operasi Wipro di Vietnam selanjutnya membangun infrastruktur manufaktur di Bình Dương. Pabrik perusahaan ini berlokasi di Vietnam Singapore Industrial Park 1 dengan luas area mencapai 20.000 m².1

2007 — Akuisisi oleh Wipro

Tonggak sejarah korporasi yang penting terjadi pada tahun 2007 ketika Wipro mengakuisisi Unza Malaysia. Wipro Unza kemudian menjadi bagian dari bisnis perawatan konsumen internasional Wipro.1

Akuisisi ini menempatkan Romano dalam portofolio perawatan konsumen multinasional yang jauh lebih besar, bersanding dengan merek-merek seperti Enchanteur, Safi, Aiken, dan Eversoft. Materi sejarah Wipro mengidentifikasi Romano sebagai salah satu merek perlengkapan mandi pria terkemuka milik Unza.1

2012–2017 — Evolusi Merek

Menurut sejarah merek resmi Romano, periode 2012–2017 menandai evolusi dari proposisi wewangian dan perawatan pribadi yang relatif terfokus menuju koleksi dandanan yang lebih luas. Perusahaan mendeskripsikan portofolio yang diperluas ini mencakup wewangian, perawatan rambut, perawatan tubuh, dan penataan rambut.2

2018 — “Fragrance of Success”

Pada tahun 2018, Romano memperkenalkan filosofi merek yang lebih eksplisit yang berpusat pada pencapaian dan ambisi pria:

“Fragrance of Success, Essence of Man.”

Gagasan ini bertujuan menghubungkan wewangian dan dandanan dengan kepercayaan diri, ambisi, serta perjalanan pria menuju kesuksesan. Romano menggambarkan wewangian sebagai “katalisator” bagi perjalanan tersebut.12

Di Vietnam, posisi ini diekspresikan melalui slogan “Hương thành công, chất đàn ông.”1

Identitas Merek

Romano secara fundamental diposisikan berdasarkan tiga ide yang saling berkaitan:

1. Maskulinitas

Romano dirancang secara spesifik untuk pria, bukan sebagai merek perawatan pribadi umum. Citra visual, wewangian, kemasan, dan komunikasinya secara historis menekankan kecanggihan maskulin.1

2. Wewangian

Wewangian merupakan fitur pembeda terkuat Romano. Wipro mendeskripsikan merek ini memiliki “wewangian halus” sebagai tema sentral, dengan produk mulai dari Eau de Toilette dan semprotan tubuh hingga sampo dan sabun mandi yang membawa aroma maskulin khas.1

3. Kesuksesan dan Kepercayaan Diri

Identitas Romano modern menghubungkan dandanan dengan kepercayaan diri, ambisi, dan kesuksesan. Alih-alih menyajikan dandanan sekadar sebagai kebersihan, merek ini membingkai aroma dan penampilan pribadi sebagai bagian dari identitas dan perjalanan hidup seorang pria.1

Hal ini membuat Romano berbeda dari merek sampo, sabun, atau deodoran yang murni fungsional: citra wewangian dan gaya hidup menjadi pusat proposisinya.

Portofolio Produk

Romano telah berkembang menjadi ekosistem dandanan pria yang cukup luas.

Wewangian

Kategori wewangian meliputi Eau de Toilette dan format wewangian lainnya. Situs resmi Romano saat ini mencantumkan keluarga wewangian antara lain:

  • Classic
  • Attitude
  • Force
  • Gentleman
  • VIP Passion
  • VIP Vision

1

Perawatan Rambut

Romano menjual berbagai produk seperti:

  • Sampo pria
  • Sampo antiketombe
  • Gel rambut
  • Produk penata rambut

Seri Classic, misalnya, mencakup sampo biasa dan antiketombe serta gel rambut dengan tingkat ketahanan yang berbeda-beda.1

Perawatan Tubuh

Portofolio perawatan tubuh meliputi:

  • Sabun mandi cair
  • Pencuci tubuh
  • Sampo dan sabun mandi 2-in-1
  • Sabun batang

Produk-produk ini memungkinkan Romano memperluas identitas wewangiannya dari parfum ke rutinitas dandanan harian.1

Deodoran

Romano menawarkan semprotan tubuh dan deodoran roll-on, yang umumnya dibangun di atas posisi wewangian maskulin khasnya.1

Alat Cukur

Portofolio produk juga pernah mencakup busa cukur, yang melengkapi proposisi dandanan pria Romano secara keseluruhan.2

Lini Produk Utama

Romano Classic

Classic adalah salah satu keluarga produk Romano yang paling mudah dikenali. Lini ini mencakup berbagai kategori, termasuk:

  • Eau de Toilette
  • Pocket Eau de Toilette
  • Semprotan deodoran tubuh
  • Deodoran roll-on
  • Sampo
  • Produk mandi
  • Produk 2-in-1
  • Sabun batang
  • Gel rambut
  • Busa cukur

1

Keluasan lini Classic mengilustrasikan strategi Romano: alih-alih hanya menjual satu jenis wewangian, merek ini menciptakan sistem wewangian dan dandanan yang terkoordinasi di bawah identitas merek yang sama.

Distribusi dan Kehadiran Internasional

Romano bukan semata-mata merek Vietnam. Ini adalah merek internasional Wipro Unza/Wipro Consumer Care dengan kehadiran signifikan di pasar Asia.

Situs resmi Romano saat ini mengidentifikasi pasar-pasar berikut:

  • Vietnam
  • Malaysia
  • Indonesia
  • Thailand
  • Kamboja
  • Tiongkok
  • Hong Kong

2

Sejarah perusahaan Wipro juga mendeskripsikan Romano sebagai salah satu merek utamanya di seluruh pasar Asia Tenggara.1

Di Tiongkok, misalnya, Wipro mendeskripsikan Romano sebagai merek sabun mandi pria terkemuka di Tiongkok Selatan dan mencatat peluncurannya di daratan utama pada tahun 1998.1

Romano di Vietnam

Vietnam memegang peranan penting dalam kisah Romano.

Wipro Unza memasuki pasar Vietnam pada tahun 1996, dan perusahaan ini kemudian membangun Romano menjadi salah satu mereknya yang paling terkenal. Wipro Consumer Care Vietnam saat ini mendaftarkan Romano bersama merek-merek seperti Enchanteur, Gervenne, MaxKleen, Bio-essence, Carrie Junior, dan Aiken.1

Identitas Romano di Vietnam sangat lekat dengan asosiasi:

wewangian maskulin + dandanan + kecanggihan + kepercayaan diri + kesuksesan.

Slogan Vietnamnya, “Hương thành công, chất đàn ông,” pada dasarnya menghubungkan aroma Romano dengan karakter dan ambisi pria modern.1

Perusahaan Induk

Romano merupakan bagian dari bisnis Wipro Consumer Care & Lighting dalam grup Wipro.

Sejarah korporasi yang relevan adalah:

Unza → diakuisisi oleh Wipro pada 2007 → Wipro Unza → Wipro Consumer Care

Wipro mengakuisisi Unza Malaysia pada Juli 2007. Operasi Vietnam Wipro kemudian berganti nama menjadi Wipro Unza Vietnam pada 2010 dan selanjutnya menjadi Wipro Consumer Care Vietnam pada 2019.1

Wipro Consumer Care mendeskripsikan dirinya sebagai bisnis perawatan konsumen utama dengan produk yang mencakup sabun mandi, wewangian, deodoran, perawatan kulit, dan perawatan rambut. Romano adalah salah satu merek mapan di dalamnya.1

Posisi Terhadap Kompetitor

Romano umumnya menempati ruang dandanan pria pasar massal hingga premium terjangkau, alih-alih bersaing langsung dengan rumah mode parfum mewah.

Proposisi kompetitifnya pada intinya adalah:

“Anda tidak perlu membeli wewangian mewah untuk mendapatkan aroma maskulin yang elegan.”

Sebaliknya, Romano memasukkan wewangian ke dalam produk sehari-hari seperti sampo, sabun mandi, dan deodoran, sekaligus tetap menawarkan produk Eau de Toilette khusus.

Ini menciptakan ekosistem dandanan berbasis wewangian:

Sampo → Mandi → Deodoran → Penata Rambut → Wewangian

Konsumen dapat mempertahankan aroma maskulin yang konsisten di berbagai tahap dandanan harian mereka.

Filosofi Merek

Filosofi Romano saat ini dapat diringkas sebagai:

Dandanan adalah bagian dari kesuksesan.

Merek ini tidak sekadar mengomunikasikan kebersihan. Ia mengasosiasikan penampilan dan aroma yang baik dengan:

  • Kepercayaan diri
  • Maskulinitas
  • Kecanggihan
  • Identitas pribadi
  • Ambisi
  • Pencapaian
  • Kehadiran sosial

Hal ini terlihat jelas dalam posisi merek pasca-2018 yang berpusat pada “Fragrance of Success.”2

Karakteristik Pembeda Romano

Beberapa karakteristik mendefinisikan Romano:

Sejarah Panjang dalam Perawatan Pribadi Pria

Merek ini bermula sejak 1988, memberikannya sejarah puluhan tahun dalam dandanan khusus pria.2

DNA Berbasis Wewangian

Berbeda dengan merek yang baru masuk ke kategori wewangian setelah mapan di kategori lain, Romano menempatkan wewangian sebagai pusat identitasnya sejak sejarah awalnya.1

Portofolio Dandanan Luas

Merek ini memperluas identitas wewangiannya ke produk rambut, tubuh, deodoran, cukur, dan penata rambut.2

Jejak Kuat di Asia

Merek ini berkembang sangat kuat di pasar Asia Tenggara dan Asia Timur melalui jaringan Wipro Unza.1

Citra Terinspirasi Italia

Romano sengaja menggunakan estetika terinspirasi Italia/Eropa untuk mengomunikasikan kecanggihan dan elegansi maskulin, meskipun jejak komersial dan kepemilikan korporatnya berakar kuat di Asia.1

Linimasa

1988 — Produk Romano pertama diperkenalkan; merek ini memulai perjalanan sebagai merek wewangian dan perawatan pribadi pria.2

1996 — Unza memulai operasi di Vietnam.1

1998 — Romano diluncurkan di Tiongkok daratan.1

2007 — Wipro mengakuisisi Unza Malaysia, membawa Romano ke dalam grup Wipro.1

2010 — Unza Vietnam berganti nama menjadi Wipro Unza Vietnam.1

2012–2017 — Romano memperluas dan mengembangkan portofolio dandanannya.2

2018 — Posisi merek berevolusi围绕 “Fragrance of Success, Essence of Man.”2

2019 — Wipro Unza Vietnam berganti nama menjadi Wipro Consumer Care Vietnam.1

Kini — Romano beroperasi sebagai merek dandanan dan wewangian pria internasional dengan produk mencakup wewangian, perawatan rambut, perawatan tubuh, deodoran, dan penata rambut.1

References

Profil ini disusun dengan bantuan AI dan telah ditinjau sebelum dipublikasikan. Cara kami menggunakan AI

Brand terkait