Tentang attalah
Klarifikasi Nama Merek
Jika istilah attalah merujuk pada merek fesyen milik Hannah Attalah, maka nama resmi label tersebut sebenarnya adalah Oceanus. “Attalah” merupakan nama keluarga sang pendiri. Tidak ditemukan bukti tepercaya mengenai adanya label fesyen terpisah yang secara resmi bernama “attalah”.
Oceanus
Oceanus adalah merek fesyen dan pakaian renang mewah yang didirikan di London oleh desainer asal Inggris, Hannah Attalah. Label ini dikenal melalui koleksi pakaian renang, busana resor, dan siap pakai yang sangat berhias, menggabungkan kemewahan gaun malam era 1970-an hingga 1980-an dengan tren liburan masa kini. Estetika khasnya sengaja dirancang bergaya maksimalis, penuh warna, feminin, dan teatrikal, alih-alih minimalis.1
Tinjauan Umum
| Kategori | Detail |
|---|---|
| Merek | Oceanus |
| Pendiri / Direktur Kreatif | Hannah Attalah |
| Tahun Berdiri | 2018 |
| Asal | London, United Kingdom |
| Industri | Fesyen / Pakaian renang mewah / Busana resor |
| Identitas Utama | Fesyen glamor, maksimalis, dan penuh hiasan |
| Produk Unggulan | Pakaian renang bertabur kristal, bikini, model terusan, busana resor |
| Inspirasi Utama | Glamor era 1970-an–1980-an, fesyen vintage, gaun malam |
| Keberlanjutan | Bahan daur ulang dan hiasan yang dapat terurai |
| Ekspansi | Kategori siap pakai, aksesori, dan gaya hidup |
Sejarah
Hannah Attalah membangun latar belakang modenya melalui pendidikan di bidang fesyen dan bisnis, serta pengalaman profesional yang mencakup tekstil, bordir, dan fesyen mewah. Ia melihat adanya kesenjangan antara pakaian renang konvensional dan busana mewah berbasis tren; menurutnya, pakaian renang patut mendapatkan ambisi visual dan keahlian kriya yang setara dengan gaun malam.
Oceanus lahir dari gagasan tersebut. Terdapat sedikit perbedaan sumber mengenai waktu pendirian yang pasti—Attalah pernah menyatakan memulai merek ini pada 2017, sementara profil lain dan liputan terkait Oceanus menyebutkan 2018 sebagai tahun peluncurannya.
Proposisi awal merek ini sangat unik: alih-alih memperlakukan baju renang semata-mata sebagai pakaian pantai fungsional, Oceanus menanganinya layaknya busana acara khusus. Kristal, bordir, warna-warna kaya, tekstur tak lazim, dan siluet dramatis menjadi inti identitas merek.
Konsep ini segera menarik perhatian media fesyen. Vogue mengulas label tersebut pada masa awal perkembangannya, menggambarkan pendekatannya sebagai jembatan antara gaun malam mewah dan pakaian renang.2
Pendiri: Hannah Attalah
Hannah Attalah adalah seorang desainer fesyen dan wirausahawan kelahiran London yang mendirikan Oceanus. Forbes mencatat bahwa ia berhasil mengidentifikasi pasar yang belum terlayani untuk pakaian renang berorientasi fesyen yang dirancang guna meningkatkan rasa percaya diri wanita, serta menyebutkan bahwa ia mendirikan Oceanus pada 2018.3
Latar belakang kreatifnya sangat penting untuk memahami Oceanus. Alih-alih mendekati pakaian renang semata-mata dari sudut pandang teknis atau olahraga, Attalah membawa pengalamannya di bidang tekstil, bordir, dan fesyen mewah ke dalam kategori ini. Hal tersebut menghasilkan kombinasi khas Oceanus antara konstruksi pakaian renang yang fungsional dan teknik dekoratif yang rumit.4
Attalah juga menyebut fesyen vintage sebagai pengaruh penting. Ia tumbuh dengan menjelajahi pakaian vintage dan mengembangkan ketertarikan khusus pada bahasa visual para desainer serta ikon fesyen dari dekade-dekade sebelumnya.
Ia mendeskripsikan Oceanus dengan tiga kata: “autentik, maksimalis, dan tanpa kompromi.”
Filosofi Merek
Filosofi utama Oceanus adalah ekspresi diri melalui glamor.
Perusahaan ini menyatakan misinya adalah mendefinisikan ulang pakaian renang dan memberdayakan perempuan, dengan garmen yang dirancang agar pemakainya merasa percaya diri dan tampil menonjol.
Filosofi ini dapat diringkas melalui beberapa prinsip berikut:
1. Maksimalisme
Oceanus secara sadar menolak anggapan bahwa kemewahan harus selalu terlihat sederhana atau tidak mencolok. Desain-desainnya sering kali menampilkan warna-warna cerah, motif dramatis, kristal, manik-manik, bordir, serta siluet yang menarik perhatian.
Attalah mengkarakterisasikan pendekatannya sebagai filosofi “lebih itu lebih”.
2. Pakaian Renang sebagai Fesyen
Salah satu gagasan terpenting Oceanus adalah bahwa pakaian renang tidak harus selalu terbatas pada penggunaan di pantai atau kolam renang.
Merek ini sengaja mengaburkan batas antara pakaian renang, busana resor, dan gaun malam. Beberapa koleksinya dirancang agar berfungsi layaknya bodysuit atau busana fesyen yang dapat beralih dari aktivitas siang hari ke kehidupan malam.5
3. Glamor Vintage
Bahasa visual Oceanus banyak mengambil inspirasi dari glamor era 1970-an dan 1980-an, khususnya siluet yang dilebih-lebihkan, detail metalik, hiasan, dan budaya selebritas pada periode tersebut.6
Alih-alih mereproduksi pakaian vintage secara harfiah, Oceanus menerjemahkan estetika tersebut ke dalam pakaian renang kontemporer.
Estetika Desain
Oceanus dapat dikenali melalui sejumlah karakteristik yang berulang:
- Hiasan kristal dan manik-manik
- Bordir tangan
- Warna-warna kuat dan jenuh
- Motif hewan
- Efek metalik
- Siluet potongan tinggi
- Bentuk yang mengikuti lekuk tubuh
- Baju renang terusan yang dramatis
- Bikini glamor
- Gaun resor dan luaran
- Identitas visual yang kuat terinspirasi tahun 1980-an
Salah satu karya awal merek yang disorot oleh Vogue adalah baju renang terusan potongan tinggi bermotif macan tutul hijau neon, yang menggambarkan pendekatan ekstravagan dari label ini.6
Hasil akhirnya lebih menyerupai “busana pesta untuk pantai” daripada pakaian renang minimalis konvensional.
Material dan Keberlanjutan
Keberlanjutan merupakan komponen lain dari positioning Oceanus.
Merek ini menyatakan bahwa garmennya menggunakan bahan daur ulang dan ramah lingkungan, sementara hiasannya mencakup alternatif yang dapat terurai secara hayati. Oceanus juga telah menggunakan serat daur ulang yang berasal dari sumber seperti jaring ikan bekas.
Perusahaan ini menekankan bahwa keberlanjutan tidak harus berarti pakaian yang terlihat minimalis secara visual. Proposisinya pada dasarnya adalah bahwa fesyen yang sangat dekoratif dapat berdampingan dengan pilihan material yang lebih bertanggung jawab.
Evolusi Produk
Oceanus awalnya dikenal terutama sebagai label pakaian renang mewah, namun perusahaan telah berekspansi melampaui kategori tersebut.
Semesta produknya meliputi:
Pakaian Renang
- Bikini
- Baju renang terusan
- Baju renang berhias
- Pakaian renang bermotif
Busana Resor
- Luaran (cover-ups)
- Gaun
- Busana liburan
Siap Pakai
- Garmen fesyen yang melampaui fungsi pantai
Aksesori
- Tas
- Perhiasan dan produk pelengkap lainnya
Ekspansi ini mencerminkan keinginan Attalah agar Oceanus dipandang lebih dari sekadar perusahaan pakaian renang. Pada 2023, merek ini menggambarkan ekspansi lini siap pakainya sebagai bagian dari upaya untuk memantapkan diri sebagai label fesyen yang lebih luas.8
Positioning Fesyen
Oceanus menempati posisi unik di antara beberapa kategori fesyen:
Pakaian renang mewah + busana resor + busana acara + fesyen gaya hidup.
Distingsi kompetitifnya kurang berfokus pada fungsi dasar, melainkan lebih pada identitas visual dan keahlian kriya.
Pakaian renang mewah tradisional mungkin menekankan:
- Potongan yang halus,
- Kain premium,
- Branding yang tidak mencolok,
- Desain minimalis.
Sebaliknya, Oceanus menekankan:
- Hiasan,
- Warna,
- Spektakel,
- Nostalgia,
- Feminitas,
- Glamor ala selebritas.
Hal ini membuat estetikanya sangat mudah dikenali dalam ekosistem fesyen yang didorong media sosial, di mana garmen yang berbeda secara visual dapat berfungsi hampir seperti kostum atau pernyataan gaya.
Kehadiran Selebritas dan Media
Oceanus telah mendapatkan eksposur signifikan dari media fesyen dan dikenakan oleh sejumlah selebritas serta pemengaruh.
Forbes melaporkan bahwa merek ini dijual oleh peritel termasuk Harrods, Browns, Revolve, dan Farfetch, sembari mencatat tokoh terkenal yang mengenakannya seperti Anya Taylor-Joy dan Rita Ora.7
Liputan yang lebih baru mengaitkan Oceanus dengan selebritas termasuk Kim Kardashian, Elsa Hosk, Rita Ora, dan Anya Taylor-Joy, yang menunjukkan bagaimana desainnya yang sangat visual membantu membangun basis pengikut selebritas yang mudah dikenali.8
Kehadirannya dalam publikasi fesyen seperti Vogue juga turut menetapkan Oceanus sebagai label berorientasi fesyen, bukan sekadar perusahaan pakaian renang biasa.
Pengembangan Ritel
Oceanus bermula sebagai label berbasis di London namun telah mengembangkan kehadiran internasional yang semakin kuat.
Menjelang 2025, merek ini telah membuka toko fisik di kawasan Nolita, New York City, yang mencerminkan pentingnya pasar Amerika Serikat bagi ekspansinya. Liputan pada saat itu menggambarkan AS sebagai pasar terbesar Oceanus dan menyoroti ambisi perusahaan untuk menciptakan ruang fisik yang merepresentasikan dunia visualnya yang khas.
Identitas Merek
Jika Oceanus diringkas dalam istilah branding, identitasnya dapat direpresentasikan sebagai:
Glamor — Maksimalisme — Feminitas — Kepercayaan Diri — Vintage — Hiasan — Resor — Ekspresi Diri
Proposisi fundamentalnya bukan sekadar “pakaian renang mewah.” Melainkan lebih dekat pada:
“Pakaian renang sebagai pernyataan kepribadian.”
Perbedaan ini penting. Oceanus menjual fantasi tentang menjadi glamor, percaya diri, dan diperhatikan, dengan menggunakan pakaian renang sebagai medianya.
Keunikan Oceanus
Signifikansi Oceanus berasal dari caranya menantang definisi konvensional pakaian renang.
Alih-alih bertanya “Bagaimana cara membuat pakaian renang lebih sederhana dan fungsional?”, Attalah mendekati kategori ini dari arah sebaliknya:
“Bagaimana jika pakaian renang bisa se-glamor dan se-ekspresif gaun malam?”
Gagasan tersebut menjadi fondasi merek ini. Kombinasi hiasan kristal, referensi vintage, warna berani, dan siluet yang mengikuti bentuk tubuh memberikan Oceanus ceruk yang mudah dikenali di pasar fesyen mewah.9
Ringkasan
Oceanus adalah label fesyen mewah Hannah Attalah yang didirikan di London, yang mentransformasikan estetika gaun malam glamor terinspirasi era 1970-an–80-an menjadi pakaian renang dan busana resor kontemporer yang sarat hiasan, dengan ambisi lebih luas untuk menjadi merek gaya hidup dan siap pakai.10
References
- Hannah Attalah
- An Interview With Hannah Attalah | Founder Of Luxury Swimwear Brand Oceanus
- ‘I like to make a statement’: How Hannah Attalah set…
- ‘I like to make a statement’: How Hannah Attalah set up Oceanus to create glamour swimwear | The Independent
- “I immediately got picked up by Vogue!” with Oceanus founder Hannah Attalah
- The Fashion Insider Diary: Oceanus founder Hannah Attalah | HELLO!
- Oceanus Rising: How Hannah Attalah Rewrote the Rules of Glamour – Composure Magazine
- How Hannah Attalah Turned Oceanus into a Lifestyle Empire — Exhibit A
- Hannah Attalah – Founder at Oceanus The Label | LinkedIn
- Jiro Attalah Bangsawan – Undergraduate Student of International Business at SBM ITB | Building Garacha | LinkedIn





