Tentang BIZARRE
BIZARRE
BIZARRE adalah nama yang digunakan oleh beberapa entitas berbeda dalam industri kreatif Indonesia. Nama ini paling sering dikaitkan dengan label mode unisex yang berafiliasi dengan Association of Division (AOD), sebuah studio kreatif berbasis di Jakarta. Selain itu, terdapat pula proyek mode bernama Bizarre yang didirikan oleh empat mahasiswa LaSalle College Jakarta.
Artikel ini membahas kedua entitas tersebut secara terpisah untuk menghindari kebingungan, mengingat keduanya memiliki sejarah, pendiri, dan konsep desain yang berbeda.
Bizarre (Asosiasi AOD)
Label Bizarre yang berafiliasi dengan Association of Division (AOD) merupakan salah satu dari tiga merek mode utama in-house AOD, bersama dengan Notorious dan Proud Parents. Label ini muncul sekitar tahun 2008 dan diposisikan untuk menargetkan audiens muda yang sadar akan tren mode. Bizarre menjadi bagian dari upaya AOD yang lebih luas untuk menggabungkan pakaian dengan musik, seni, acara, dan budaya pemuda.
Alih-alih beroperasi semata-mata sebagai perusahaan pakaian konvensional, Bizarre termasuk dalam model platform kreatif AOD. AOD menggunakan mode sebagai titik awal untuk kolaborasi dengan musisi dan seniman, ritel pop-up, pameran, dan kegiatan budaya lainnya. Pendekatan ini memberikan tempat bagi Bizarre dalam skena kreatif dan mode independen yang berkembang di Jakarta pada akhir 2000-an hingga awal 2010-an.
Sejarah dan Asal-Usul
Sejarah Bizarre sangat erat kaitannya dengan Association of Division (AOD). Konsep AOD lahir saat Julian Juwadi tinggal di Sydney dan kemudian dikembangkan di Jakarta setelah ia kembali ke Indonesia pada tahun 2008. Juwadi membayangkan AOD bukan sebagai toko pakaian permanen konvensional, melainkan sebagai ruang fleksibel yang dapat berganti fungsi antara butik mode, studio kreatif, venue pameran, dan ruang acara.
Sebelum menciptakan Bizarre, Juwadi telah bereksperimen dengan kaos bertema pemuda di bawah nama Notorious. Setelah kembali ke Indonesia, ia memperluas operasi mode dengan menambahkan Proud Parents, yang ditujukan untuk wanita, dan Bizarre, yang dikonsepkan sebagai label unisex. Pendekatan AOD sengaja dibuat eksperimental. Juwadi menggambarkan perusahaan tersebut kurang sebagai bisnis konvensional dan lebih sebagai platform untuk terus menjelajahi ide-ide kreatif yang berbeda. Merek-merek mode yang dihasilkan karenanya ada berdampingan dengan pameran, proyek musik, dan inisiatif budaya lainnya.
Desain dan Identitas
Identitas Bizarre dikaitkan dengan budaya pemuda, eksperimen, dan keterjangkauan, terutama melalui posisinya sebagai label unisex. Label ini merupakan bagian dari filosofi AOD yang lebih luas yang menolak gagasan bahwa mode harus beroperasi secara independen dari disiplin kreatif lainnya. Pakaian dapat berfungsi sebagai medium di mana musik, seni visual, acara, dan komunitas pemuda dapat berpotongan.
Hal ini membuat Bizarre agak berbeda dari label mode konvensional. Signifikansinya tidak hanya terletak pada garmen individual, tetapi juga pada ekosistem kreatif di sekitar merek. Sebuah akun kontemporer tentang AOD menggambarkan tiga label mode mereka sebagai “orang-orang aneh mode” (fashion misfits) yang berbeda, dengan setiap merek memiliki identitasnya sendiri-sendiri sambil berbagi karakter kreatif AOD yang lebih luas.
Hubungan dengan Musik Indonesia
Salah satu aspek yang cukup menonjol dari sejarah Bizarre adalah hubungannya dengan skena musik independen Indonesia. Sekitar tahun 2010, AOD mengembangkan kolaborasi mode-dan-musik yang melibatkan band-band Indonesia. Band Naif dikaitkan dengan koleksi Bizarre yang akan datang, sementara SORE terhubung dengan label Notorious milik AOD. Juwadi menjelaskan bahwa hubungan dengan Naif dimulai dengan cara yang tidak konvensional: perwakilan AOD mendekati band tersebut di belakang panggung, memberikan mereka pakaian, dan band tersebut kemudian menyukai potongan-potongan tersebut.
Koneksi ini lebih dari sekadar dukungan selebritas konvensional. AOD secara simultan mengoperasikan AOD Records, sebuah toko rekaman sementara dan ruang pertunjukan yang menampilkan musisi Indonesia yang sedang berkembang. Perusahaan melihat aktivitas ini sebagai cara untuk mendukung komunitas kreatif lokal sekaligus membangun merek AOD dan mode.
Lokasi dan Proyek Kreatif
Basis fisik AOD berlokasi di Jl. Panglima Polim V di Jakarta Selatan. Alih-alih berfungsi murni sebagai toko ritel, ruang tersebut menjadi tuan rumah kegiatan mode, pameran, acara musik, dan proyek kreatif lainnya. Di antara proyek-proyeknya adalah AOD Records, sebuah toko rekaman sementara yang diadakan pada Februari 2010. Acara tersebut menyajikan musik dari sekitar 40 artis yang sedang berkembang lintas genre termasuk blues, metal, hardcore, jazz, dan ska, sambil juga menjadi tuan rumah pertunjukan langsung.
Filosofi di balik proyek-proyek ini sangat terkait dengan lingkungan Bizarre. Mode diperlakukan sebagai bagian dari percakapan budaya yang lebih luas daripada sekadar merchandise.
Posisi Produk
Bizarre diposisikan sebagai label mode pemuda unisex. Pelaporan kontemporer menempatkan produk-produknya dalam strategi mode terjangkau AOD yang lebih luas. Setelah belajar dari jaket berharga tinggi sebelumnya yang gagal terjual, AOD selanjutnya fokus pada garmen yang umumnya dihargai sekitar Rp150.000–Rp500.000 pada saat itu. Posisi harga ini penting karena AOD ingin merek-mereknya tetap dapat diakses oleh konsumen muda Indonesia sambil mempertahankan karakter independen dan eksperimental.
Bizarre (Proyek LaSalle College)
Terdapat merek mode Bizarre lain yang berbeda dan tidak boleh dikacaukan dengan label AOD. Pada tahun 2014, empat mahasiswa LaSalle College Jakarta — Aginta Tamariska, Alodia Fedora, Putri Hutami dan Sharin Sinabung — mendirikan sebuah label yang disebut Bizarre. Koleksi mereka, “Beaufauna,” dipresentasikan selama Jakarta Fashion Week 2015 sebagai bagian dari pertunjukan LaSalle College 3.
Koleksi “Beaufauna” mengambil inspirasi dari fauna Indonesia, khususnya gajah dan flamingo, yang diubah menjadi motif bergaya komik berwarna-warni untuk garmen siap pakai. Jakarta Fashion Week mengkarakterisasi koleksi tersebut sebagai unik (quirky) sambil mempertahankan keseimbangan antara kenyamanan dikenakan dan kepribadian 3. Profil profesional Alodia Fedora secara independen mengidentifikasi BIZARRE sebagai proyek mode yang berpartisipasi dalam Jakarta Fashion Week 2015 dan mendeskripsikan konsepnya sebagai penggunaan pola warna-warni terinspirasi fauna untuk konsumen muda yang energik 1.
Perbandingan Entitas
Berikut adalah perbedaan mendasar antara dua riwayat mode Indonesia di bawah nama Bizarre:
| Fitur | Bizarre (AOD) | Bizarre (LaSalle) |
|---|---|---|
| Periode | c. 2008–awal 2010-an | 2014–2015 |
| Basis | Jakarta | Jakarta |
| Keterkaitan | Association of Division (AOD) | LaSalle College Jakarta |
| Tokoh Kunci | Julian Juwadi / Tim AOD | Aginta Tamariska, Alodia Fedora, Putri Hutami, Sharin Sinabung |
| Posisi | Mode pemuda / unisex | Siap pakai muda, energik |
| Koneksi Terkenal | Naif, AOD Records, acara kreatif | Jakarta Fashion Week 2015 |
| Konsep Utama | Mode komunitas kreatif eksperimental | Beaufauna |
| Arah Gaya | Muda, alternatif, unisex | Motif terinspirasi fauna berwarna-warni |
Catatan Tambahan
Selain kedua label mode tersebut, terdapat juga perusahaan kecantikan/perawatan pribadi Indonesia saat ini yang menggunakan nama Bizarre, yang dioperasikan di bawah PT Citra Alam Aromindo. Perusahaan ini menjual parfum, masker wajah, dan losion tubuh. Ini adalah merek yang sepenuhnya terpisah dari kedua label mode tersebut 2.





