I Indonesia Brand Wiki

Tentang BLP Beauty

BLP Beauty adalah jenama kecantikan dan kosmetik asal Indonesia yang didirikan oleh perias profesional sekaligus pemengaruh kecantikan Elizabeth Christina Parameswari, yang lebih dikenal dengan nama Lizzie Parra. Jenama ini awalnya hadir dengan nama By Lizzie Parra dan resmi berdiri pada tahun 2016. Bermula sebagai lini produk riasan wajah, BLP Beauty kini telah berkembang menjadi ekosistem kecantikan yang lebih luas, mencakup produk riasan, perawatan kulit, wewangian, alat kecantikan, pengalaman ritel, serta produk bernuansa gaya hidup.1

Ikhtisar

Kategori Informasi
Jenama BLP Beauty
Nama sebelumnya By Lizzie Parra / By Lizzie Parra Beauty
Tahun berdiri 2016
Pendiri Elizabeth Christina Parameswari (Lizzie Parra)
Perusahaan PT Lizzie Parra Kreasi
Asal Indonesia
Industri Kecantikan dan kosmetik
Kantor pusat Jakarta, Indonesia
Fokus awal Riasan wajah / kosmetik warna
Kategori utama Wajah, mata, bibir, perawatan kulit, wewangian, alat kecantikan, dan kecantikan harian
Posisi jenama Beauty for Everyone / Beauty for Every Version of You
Situs web BLPBeauty.com

Informasi mengenai perusahaan dan jenama ini bersumber utama dari situs web resmi BLP serta materi perusahaan, yang dilengkapi dengan laporan media dan sumber institusional terkini.2

Sejarah

Awal Mula

Kelahiran BLP Beauty tidak terlepas dari perjalanan karier Lizzie Parra di industri kecantikan. Sebelum mendirikan jenamanya sendiri, Parra pernah bekerja di sektor bisnis kecantikan, kemudian melanjutkan kariernya sebagai perias profesional (MUA) serta kreator konten dan pemengaruh kecantikan. Pengalamannya, baik di sisi korporat maupun profesional, memberinya wawasan mendalam mengenai kebutuhan konsumen dan para praktisi rias terhadap produk kecantikan.3

Dalam sebuah wawancara dengan The Jakarta Post, Parra mengungkapkan bahwa ia sebelumnya bekerja di sebuah perusahaan multinasional yang menaungi berbagai jenama kecantikan sebelum memutuskan untuk fokus pada seni merias. Sekitar tahun 2015, ia mulai mencari mitra manufaktur yang mampu memproduksi kosmetik dalam jumlah relatif kecil, sebagai langkah awal mewujudkan jenamanya sendiri.4

Motivasi di balik pembentukan BLP bersifat kewirausahaan sekaligus kultural. Parra melihat peluang untuk menciptakan produk kecantikan berkualitas tinggi secara lokal, alih-alih bergantung pada merek internasional. Berbagai catatan menyebutkan keinginannya untuk menghadirkan kosmetik berkualitas bagi konsumen Indonesia sekaligus membangun kepercayaan terhadap produk kecantikan dalam negeri.5

Peluncuran

BLP Beauty diluncurkan pada tahun 2016, awalnya menggunakan nama By Lizzie Parra. Tanggal yang sering tercatat sebagai hari jadi jenama ini adalah 20 Juni 2016, meskipun materi korporat BLP menyebut masa awalnya secara lebih umum pada Mei/Juni 2016.

Produk unggulan pertamanya adalah Lip Coat, yang membentuk identitas awal BLP sebagai jenama yang berfokus pada riasan bibir. Pada masa-masa awal, jenama ini sangat mengandalkan saluran digital, khususnya Instagram dan situs webnya, untuk memperkenalkan produk dan menjangkau pelanggan.6

Strategi ini tergolong signifikan bagi pasar kecantikan Indonesia saat itu. Alih-alih langsung membangun jaringan ritel fisik yang besar, BLP memanfaatkan media sosial, konten kecantikan, serta reputasi pendirinya sebagai perias dan pemengaruh untuk menjalin hubungan langsung dengan konsumen.

Pendiri: Lizzie Parra

Elizabeth Christina Parameswari, yang populer dengan sapaan Lizzie Parra, adalah pendiri sekaligus figur sentral di balik BLP Beauty.

Latar belakangnya memberikan konteks unik bagi jenama ini, karena BLP bukan sekadar perusahaan kosmetik konvensional yang dibentuk oleh investor atau pabrik manufaktur semata. Filosofi produknya sangat dipengaruhi oleh pengalaman Parra sebagai perias profesional, praktisi kecantikan, dan kreator konten.7

Pengalaman profesional tersebut memungkinkan Parra mengembangkan produk dari sudut pandang seseorang yang langsung mengaplikasikan riasan pada klien. Hal ini membentuk penekanan BLP pada produk yang relatif mudah digunakan, praktis untuk riasan sehari-hari, dan dirancang sesuai kebutuhan konsumen sasaran.

Saat ini, ia mendeskripsikan BLP sebagai sebuah ekosistem di mana kecantikan melampaui sekadar produk, serta menekankan pentingnya individualitas dan upaya menjadi versi terbaik dari diri sendiri.8

Nama dan Perubahan Identitas

Nama asli By Lizzie Parra merupakan rujukan langsung kepada sang pendiri.

Pada tahun 2022, bertepatan dengan ulang tahun keenamnya, perusahaan secara resmi beralih dari By Lizzie Parra menjadi identitas yang lebih singkat, yaitu BLP. Jenama ini menggambarkan perubahan tersebut sebagai awal dari babak baru bernama #BLPVerse.9

Perubahan ini bukan sekadar pemendekan nama, melainkan mencerminkan upaya BLP untuk bertransformasi dari persepsi sebagai “merek riasan milik Lizzie Parra” menjadi ekosistem kecantikan yang lebih luas dengan identitas independen.

Perusahaan kemudian berekspansi melampaui kosmetik warna tradisional, termasuk melalui peluncuran BLP Skin. BLP menyatakan bahwa konsep BLPVerse ditujukan bagi siapa saja tanpa memandang latar belakang, warna kulit, maupun gender.10

Filosofi Jenama

Salah satu aspek terpenting dari BLP Beauty adalah posisi jenamanya yang tidak semata-mata berkutat pada riasan wajah.

Filosofinya berpusat pada gagasan bahwa kecantikan seharusnya memperkuat, bukan mendikte, identitas seseorang. BLP mendeskripsikan dirinya sebagai ekosistem di mana “kecantikan melampaui produk” dan menempatkan penggunanya—bukan standar kecantikan eksternal—sebagai fokus utama.11

Jika pesan awalnya mengusung tagar #BEADORED, maka komunikasi jenama terkini secara menonjol menggunakan narasi:

“Beauty for Every Version of You.”

Situs web BLP saat ini menempatkan pernyataan tersebut secara strategis dalam identitas jenamanya.11

Konsep-konsep dasarnya dapat diringkas sebagai berikut:

  • Individualitas — kecantikan tidak harus tunduk pada satu standar ideal tertentu.
  • Kepercayaan diri — riasan dapat berfungsi sebagai pendorong rasa percaya diri.
  • Aksesibilitas — produk kecantikan harus mudah dijangkau dan praktis.
  • Inklusivitas — kecantikan tidak terbatas pada satu warna kulit, penampilan, atau identitas saja.
  • Ekspresi diri — riasan adalah sarana untuk mengekspresikan diri penggunanya.
  • Kegunaan harian — produk dirancang untuk rutinitas nyata sehari-hari.

Visi korporat BLP juga menekankan penciptaan produk berkualitas tinggi serta solusi positif bagi masyarakat dan lingkungan, sekaligus memberdayakan komunitas.12

Evolusi Produk

Periode Awal: Bibir

Identitas awal BLP sangat lekat dengan produk bibir, khususnya Lip Coat.

Secara strategis, hal ini masuk akal karena warna bibir relatif mudah dipahami konsumen, sangat terlihat di media sosial, dan mampu menciptakan warna khas yang mudah dikenali.

Jenama ini kemudian berekspansi ke kategori tambahan alih-alih tetap bertahan sebagai spesialis produk bibir semata.

Ekspansi Riasan

Portofolio riasan BLP terorganisasi ke dalam beberapa kategori utama. Profil perusahaan mengidentifikasi tiga lini riasan inti:

  • #OnTheLips
  • #FaceIt
  • #InYourEyes13

Ketiganya secara umum merujuk pada:

#OnTheLips — riasan bibir seperti pewarna bibir dan produk terkait.

#FaceIt — riasan wajah dan kompleks.

#InYourEyes — riasan mata.

Situs web BLP saat ini juga mencantumkan BLP Everyday, koleksi khusus, serta kolaborasi di samping kategori-kategori inti tersebut.14

Melampaui Riasan

Perkembangan BLP pada akhirnya meluas melampaui kosmetik warna. Ekspansi melalui BLP Skin menandai langkah penting menuju konsep “ekosistem kecantikan” yang lebih luas.15

Ekosistem produk saat ini juga mencakup alat kecantikan dan produk terkait gaya hidup lainnya. Situs web resmi, misalnya, kini mencantumkan produk seperti Airbrush Powder, Power Lash, Lip Liner, Lip Coat, kuas rias, serta berbagai item kecantikan lain.16

Desain dan Estetika Produk

Identitas visual BLP secara historis cenderung mengusung estetika yang bersih, modern, dan mudah didekati, alih-alih memposisikan diri sebagai rumah kosmetik ultra-mewah.

Hal ini berkaitan erat dengan hubungan jenama dengan konsumen harian. Alih-alih menganggap riasan sebagai sesuatu yang hanya diperuntukkan bagi perias profesional atau acara khusus, BLP menyajikan kecantikan sebagai bagian yang dapat menyatu dengan kehidupan sehari-hari.

Filosofi produknya pun berpusat pada kemudahan dan kepraktisan penggunaan. Latar belakang Lizzie Parra sebagai perias profesional sangat relevan di sini; sang pendiri memiliki pengalaman langsung menghadapi tantangan mengaplikasikan riasan pada berbagai jenis wajah dan kebutuhan kecantikan yang beragam.17

BLP dan Industri Kecantikan Indonesia

BLP muncul pada periode penting dalam industri kosmetik Indonesia.

Pertengahan hingga akhir dekade 2010 menyaksikan pertumbuhan pesat jenama kecantikan lokal Indonesia, didorong oleh media sosial, niaga-el, pemengaruh kecantikan, serta perubahan sikap konsumen terhadap produk dalam negeri.

BLP menjadi salah satu jenama yang identik dengan generasi baru perusahaan kecantikan Indonesia ini. LinkedIn menyebut BLP sebagai salah satu pelopor gerakan jenama kecantikan lokal berkualitas, sementara Female Daily menganugerahkannya gelar Best New Comer Local Brand dalam ajang Best of Beauty Awards 2017.18

Ini merupakan bagian penting dari signifikansi BLP: jenama ini tidak sekadar menjual kosmetik di Indonesia, tetapi hadir pada masa ketika gagasan tentang “kecantikan lokal” semakin diminati dan layak secara komersial.

Dari Jenama Daring Menuju Ritel Fisik

BLP awalnya menerapkan pendekatan yang sangat mengutamakan ranah digital.

Namun, seiring pertumbuhan jenama, BLP mulai mengembangkan pengalaman ritel fisik di bawah nama Beauty Space BLP.

Tonggak penting terjadi pada tahun 2018, ketika BLP membuka toko luring resminya yang pertama di Lotte Shopping Avenue, Jakarta. Female Daily menggambarkan pembukaan ini sebagai pencapaian penting bagi jenama muda tersebut.19

Kehadiran toko fisik memungkinkan konsumen melakukan hal yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh belanja kecantikan daring: mencoba warna dan tekstur produk sebelum membeli.

Jenama ini kemudian mengembangkan kehadiran ritel Beauty Space/BLP di sejumlah kota di Indonesia. Profil perusahaan mencatat lokasi-lokasi seperti Jakarta, Bekasi, Bandung, dan Surabaya, sementara catatan lain mendokumentasikan keberadaan jenama ini di Yogyakarta pula.20

Strategi Digital dan Komunitas

Media sosial memegang peranan fundamental dalam pertumbuhan BLP.

Karena Lizzie Parra sudah memiliki identitas mapan sebagai perias dan pemengaruh kecantikan, BLP dapat memanfaatkan edukasi, demonstrasi, dan cerita personal alih-alih hanya mengandalkan iklan konvensional.

Komunitas jenama ini lazim disebut sebagai #BLPFam.

Pendekatan berbasis komunitas ini selaras dengan filosofi BLP: konsumen bukan sekadar pembeli, melainkan bagian dari ekosistem kecantikan jenama yang lebih luas. Komunikasi ulang tahun BLP, misalnya, secara eksplisit mengakui #BLPFam sebagai bagian penting dari perjalanan jenama ini.21

Inklusivitas

Inklusivitas merupakan salah satu tema paling menonjol dalam posisi BLP modern.

Perusahaan semakin membingkai kecantikan sebagai sesuatu yang harus mengakomodasi perbedaan:

  • warna kulit,
  • penampilan,
  • latar belakang,
  • gaya pribadi,
  • identitas, dan
  • ekspresi kecantikan.

Ketika memperkenalkan BLPVerse pada tahun 2022, perusahaan secara tegas menyatakan bahwa produknya ditujukan bagi semua orang tanpa memandang latar belakang, warna kulit, bahkan gender.22

Hal ini merepresentasikan evolusi yang lebih luas dari posisi awal jenama yang berfokus pada kebutuhan riasan perempuan Indonesia menuju gagasan yang lebih ekspansif tentang kecantikan untuk semua.

Keberlanjutan dan Klaim Produk

Komunikasi korporat BLP mendeskripsikan produknya sebagai aman dan bebas uji hewan (cruelty-free), sementara profil pendirinya menekankan produk harian yang dirancang berdasarkan kebutuhan konsumen.23

Perlu dibedakan antara klaim jenama ini dengan penilaian keberlanjutan yang diverifikasi secara independen. Istilah “bebas uji hewan”, misalnya, merupakan klaim posisi produk/perusahaan, bukan bukti otomatis dari keberlanjutan lingkungan yang komprehensif.

Meski demikian, visi korporat BLP secara eksplisit menyebutkan penciptaan dampak positif bagi manusia dan lingkungan, mengindikasikan bahwa pertimbangan lingkungan merupakan bagian dari arah jangka panjang perusahaan.24

Kolaborasi dan Kehadiran Budaya

Seiring kedewasaan jenama, kolaborasi menjadi cara lain untuk memperluas identitas kulturalnya melampaui riasan konvensional.

Situs web saat ini mencantumkan berbagai kolaborasi dan koleksi khusus, termasuk BLP x Nadin Amizah, di samping koleksi musiman dan tematik lainnya.25

Kolaborasi semacam ini memungkinkan BLP menghubungkan kecantikan dengan budaya pop Indonesia, musik, mode, dan komunitas kreatif, alih-alih memposisikan kosmetik semata-mata sebagai barang konsumsi fungsional.

Tonggak Pencapaian

Garis waktu sederhana perkembangan BLP adalah sebagai berikut:

2015 — Lizzie Parra mulai serius menjajaki kemungkinan mendirikan perusahaan kosmetiknya sendiri dan mencari mitra manufaktur.26

2016By Lizzie Parra / BLP Beauty diluncurkan, awalnya berpusat pada riasan bibir dan produk andalannya, Lip Coat.27

2017 — BLP meraih pengakuan sebagai Best New Comer Local Brand dalam ajang Best of Beauty Awards dari Female Daily.28

2018 — Jenama berekspansi ke ritel fisik dengan Beauty Space pertamanya di Lotte Shopping Avenue, Jakarta.19

2019 dan seterusnya — BLP terus memperluas jejak ritel fisiknya dan mengembangkan pendekatan baru dalam pengalaman berbelanja kecantikan, termasuk konsep ritel realitas tertambah di Yogyakarta.10

2022 — Pada ulang tahun keenamnya, By Lizzie Parra resmi berubah menjadi BLP, disertai konsep #BLPVerse yang lebih luas serta ekspansi ke perawatan kulit.9

2025 — BLP merayakan ulang tahun kesembilan dan terus menekankan gagasan bahwa kecantikan melampaui produk dan berpusat pada individu yang menggunakannya.7

2026 — Situs web BLP saat ini terus menampilkan portofolio yang meluas, mencakup riasan, kecantikan harian, penawaran terkait perawatan kulit, alat kecantikan, koleksi, serta kolaborasi.28

Identitas Korporat

Perusahaan operasional di balik jenama ini adalah PT Lizzie Parra Kreasi.

Profil perusahaan institusional terbaru mengidentifikasi perusahaan ini berkantor pusat di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dan menegaskan bahwa PT Lizzie Parra Kreasi adalah entitas yang menaungi BLP Beauty.4

Budaya korporat BLP juga menekankan nilai-nilai:

  • Empower (Pemberdayaan)
  • Agility (Ketangkasan)
  • Growth mindset (Pola pikir berkembang)
  • Integrity (Integritas)
  • Collaboration (Kolaborasi)

Visi yang dinyatakan adalah menjadi perusahaan global yang memberdayakan masyarakat melalui produk berkualitas tinggi serta solusi berdampak bagi manusia dan lingkungan.12

Keunikan BLP Beauty

Signifikansi BLP dapat dipahami melalui beberapa faktor yang saling tumpang tindih.

Kredibilitas Berbasis Pendiri

BLP didirikan oleh seseorang yang sudah berkecimpung secara profesional di dunia riasan. Hal ini memberikan koneksi kuat antara keahlian rias profesional dan produk konsumen.

Pertumbuhan Berbasis Digital

Jenama ini muncul bersamaan dengan transformasi pemasaran kosmetik yang dibawa oleh Instagram, pemengaruh kecantikan, dan niaga-el Indonesia.

Posisi Jenama Lokal

BLP membantu membuktikan bahwa perusahaan kosmetik Indonesia mampu bersaing secara estetika dan komersial dengan merek internasional yang sudah mapan.18

Filosofi Jenama yang Kuat

Alih-alih mendefinisikan tujuannya sekadar “membuat perempuan lebih cantik”, BLP menekankan kepercayaan diri, individualitas, dan ekspresi diri.

Evolusi Melampaui Kosmetik

Transisi dari By Lizzie Parra → BLP → BLPVerse mencerminkan pergeseran strategis dari label riasan yang berpusat pada pendiri menjadi ekosistem kecantikan yang lebih luas.15

Posisi Jenama

Secara sederhana, BLP Beauty adalah perusahaan kecantikan Indonesia yang dipimpin pendirinya, bermula dari riasan wajah, dan tumbuh menjadi ekosistem kecantikan yang lebih luas. Didirikan oleh perias Lizzie Parra pada tahun 2016, jenama ini lahir dari pertemuan antara keahlian rias profesional, budaya pemengaruh, dan industri kecantikan lokal Indonesia yang berkembang pesat. Identitasnya telah berevolusi dari By Lizzie Parra dengan fokus kuat pada produk bibir menjadi BLP, dengan kategori yang mencakup wajah, mata, bibir, perawatan kulit, alat kecantikan, dan penawaran bernuansa gaya hidup lainnya. Di jantung jenama ini terdapat keyakinan bahwa riasan seharusnya mendukung kepercayaan diri dan individualitas, bukan memaksakan satu definisi tunggal tentang kecantikan.8

Singkatnya, BLP Beauty = Keahlian rias profesional Lizzie Parra + Identitas jenama lokal Indonesia + Budaya digital/komunitas + Filosofi “kecantikan untuk semua” yang semakin inklusif.

Jenama ini terutama patut dicatat di Indonesia karena merepresentasikan evolusi industri kecantikan lokal dari label kosmetik berskala kecil yang digerakkan pendiri menjadi jenama canggih dengan identitas kuat, ritel fisik, komunitas digital, dan ekosistem kecantikan yang lebih luas.

Untuk informasi produk dan kategori terkini, rujukan utama terbaik adalah situs web resmi BLP Beauty.28

References

Profil ini disusun dengan bantuan AI dan telah ditinjau sebelum dipublikasikan. Cara kami menggunakan AI

Brand terkait