I Indonesia Brand Wiki

Tentang Diabetafit

Gambaran Umum

Diabetafit adalah merek obat herbal/tradisional Indonesia yang berpusat pada produk yang dipasarkan untuk orang-orang yang peduli dengan diabetes (“kencing manis”), gula darah, dan gejala terkait. Catatan publik menunjukkan bahwa produk utama Diabetafit yang terdokumentasi adalah obat tradisional berbentuk kapsul, terdaftar di Indonesia di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dengan nomor registrasi TR243052631 1.

Penting: Diabetafit tidak boleh digambarkan secara sederhana sebagai “penyembuh diabetes” yang terbukti secara klinis. Indikasi tradisional yang tercantum dalam BPOM lebih sempit: “secara tradisional digunakan untuk membantu meringankan gejala kencing manis”.

Tabel Informasi Produk

Kategori Informasi
Merek Diabetafit / DIABETAFIT
Negara Indonesia
Kategori produk Obat tradisional / Obat herbal
Bentuk sediaan Kapsul
Pendaftar/Produsen terdokumentasi CV Shofa Naturindo
Lokasi Klaten, Jawa Tengah, Indonesia
Registrasi BPOM TR243052631
Tanggal registrasi 1 Agustus 2024
Ukuran kemasan dalam catatan BPOM 30, 60, dan 90 kapsul
Indikasi tradisional Secara tradisional digunakan untuk membantu meringankan gejala diabetes (“kencing manis”)

Detail di atas berasal dari catatan produk bersumber BPOM; data tersebut berasal dari sistem cekbpom.pom.go.id.

Perusahaan di Balik Produk

Pendaftar dan produsen yang terdokumentasi adalah CV Shofa Naturindo, yang berlokasi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Catatan yang diturunkan dari BPOM mengidentifikasi CV Shofa Naturindo baik sebagai pendaftar maupun produsen untuk produk Diabetafit yang terdaftar sebagai TR243052631.

Informasi bisnis publik menempatkan Shofa Naturindo di area Gunung Gajah/Bayat di Klaten. Dokumentasi BPOM juga berisi catatan yang mengidentifikasi CV Shofa Naturindo di Klaten sehubungan dengan kegiatan manufaktur yang diregulasi.

Terdapat perbedaan penting yang perlu dicatat:

Diabetafit adalah produk/merek yang面向 konsumen, sedangkan CV Shofa Naturindo adalah perusahaan yang diidentifikasi dalam catatan regulasi.

Produk dan Formulasi

Catatan yang diturunkan dari BPOM mencantumkan empat ekstrak herbal:

  1. Ekstrak herba Andrographis paniculata — umumnya dikenal di Indonesia sebagai sambiloto.
  2. Ekstrak folium Plantago major — daun plantain (sendok).
  3. Ekstrak folium Taraxacum officinale — daun dandelion.
  4. Ekstrak caulis Tinospora crispa — umumnya dikaitkan dengan brotowali.

Produk ini disediakan dalam bentuk kapsul, dengan kemasan terdaftar berupa 30, 60, atau 90 kapsul.

Catatan tentang informasi bahan

Sering kali deskripsi di marketplace online berbeda dengan catatan regulasi. Misalnya, beberapa daftar penjual menggambarkan Diabetafit menggunakan bahan-bahan seperti sambiloto, senggugu, kayu manis, dan brotowali, sementara registrasi berbasis BPOM untuk TR243052631 mencantumkan empat ekstrak di atas.

Untuk profil bergaya ensiklopedia, catatan registrasi BPOM dianggap sebagai referensi otoritatif untuk formulasi TR243052631, daripada berasumsi bahwa setiap deskripsi marketplace merujuk pada formulasi yang persis sama.

Tujuan Penggunaan Diabetafit

Bahasa regulasi sangat penting dalam konteks ini.

Indikasi terdaftar tidak menyatakan bahwa Diabetafit menyembuhkan diabetes. Pernyataan resminya adalah:

“Secara tradisional digunakan untuk membantu meringankan gejala kencing manis.”

Perbedaan ini penting karena registrasi obat tradisional tidak setara dengan bukti klinis bahwa suatu produk dapat menyembuhkan diabetes atau menggantikan pengobatan standar diabetes.

Penjual di marketplace sering membuat klaim yang jauh lebih luas, termasuk klaim tentang menurunkan glukosa darah, kolesterol, asam urat, melindungi organ, memperbaiki jaringan, dan bahkan “menyembuhkan” diabetes. Klaim-klaim tersebut merupakan klaim pemasaran/penjual, bukan indikasi resmi BPOM.

Pemasaran

Diabetafit sebagian besar diposisikan secara online sebagai solusi herbal untuk kekhawatiran terkait diabetes dan gula darah.

Posisioningnya di marketplace mencakup istilah-istilah seperti:

  • obat herbal diabetes;
  • kencing manis;
  • manajemen gula darah;
  • gejala diabetes;
  • mati rasa dan kesemutan/neuropati;
  • kolesterol;
  • perawatan “alami” atau herbal.

Hal ini memberikan merek posisi kesehatan alami/herbal yang cukup jelas, alih-alih posisioning obat diabetes farmasi konvensional.

Distribusi dan Kehadiran Komersial

Diabetafit memiliki kehadiran e-commerce Indonesia yang terlihat.

Merek ini juga terdaftar di Blibli, di mana produk 30 kapsul telah ditawarkan melalui penjual marketplace 24. Ini menunjukkan bahwa model distribusi konsumen utama Diabetafit adalah langsung ke konsumen/e-commerce, khususnya melalui marketplace Indonesia.

Harga

Harga bervariasi cukup besar tergantung pada penjual, ukuran paket, promosi, dan marketplace.

Sebagai contoh, hasil marketplace saat ini menunjukkan:

  • sekitar Rp142,000 untuk paket 30 kapsul dari satu penjual Blibli;
  • sekitar Rp264,000 untuk 30 kapsul di toko resmi tertentu;
  • sekitar Rp395,000 untuk paket 60 kapsul.

Angka-angka ini harus dilihat sebagai harga penawaran marketplace daripada harga ritel tetap resmi.

Status Regulasi

Salah satu fakta paling penting tentang Diabetafit adalah adanya registrasi BPOM Indonesia yang terdokumentasi.

Registrasi BPOM

Produk: DIABETAFIT
Nomor Registrasi: TR243052631
Tanggal Diterbitkan: 1 Agustus 2024
Pendaftar: CV Shofa Naturindo
Bentuk Sediaan: Kapsul
Ukuran Kemasan: 30, 60, dan 90 kapsul
Kategori: Obat Tradisional

Format registrasi “TR” konsisten dengan sistem registrasi Indonesia untuk obat tradisional.

Diskrepansi yang Perlu Diperhatikan

Beberapa daftar marketplace mengiklankan Diabetafit menggunakan nomor yang berbeda, yaitu TR243004541.

Nomor tersebut tidak cocok dengan catatan berbasis BPOM yang ditemukan untuk Diabetafit, yaitu TR243052631. Oleh karena itu, siapa pun yang membeli produk harus memeriksa nomor registrasi aktual yang dicetak pada kemasan fisik dan memverifikasinya secara langsung melalui BPOM, bukan hanya mengandalkan deskripsi marketplace.

Hal ini sangat penting karena daftar marketplace dapat berisi informasi produk yang disalin, kedaluwarsa, atau tidak konsisten.

Status Halal

Terdapat pula informasi yang bertentangan secara online mengenai sertifikasi halal.

Beberapa penjual menggambarkan Diabetafit sebagai “Halal MUI,” sementara halaman verifikasi terpisah melaporkan tidak ada nomor sertifikat halal BPJPH untuk produk yang diperiksa 3.

Ada bukti historis bahwa CV Shofa Naturindo memiliki produk obat tradisional yang muncul dalam daftar LPPOM MUI, tetapi hal itu tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa paket Diabetafit yang saat ini dipasarkan memiliki sertifikat halal yang berlaku.

Oleh karena itu, deskripsi yang paling aman adalah:

Sertifikasi halal saat ini untuk produk Diabetafit spesifik harus diverifikasi melalui database resmi BPJPH/MUI atau nomor sertifikat yang dicetak pada kemasan saat ini.

Posisioning Merek

Dari nama produk dan presentasi marketplace, Diabetafit menempati ceruk yang cukup spesifik:

Obat herbal/tradisional → kesehatan fokus diabetes → konsumen Indonesia → distribusi e-commerce.

Nama merek itu sendiri menggabungkan “Diabeta”, yang membangkitkan asosiasi dengan diabetes, dengan “fit,” yang menyiratkan kesehatan atau kebugaran. Penamaan tersebut dengan segera mengkomunikasikan pasar tujuannya.

Pemasaran merek menekankan daya tarik konsumen Indonesia yang familiar:

  • bahan herbal;
  • obat tradisional;
  • posisioning alami;
  • kapsul yang praktis;
  • kesejahteraan terkait diabetes;
  • aksesibilitas melalui belanja online.

Namun, sering kali dibuat klaim yang jauh lebih luas tentang gula darah, kolesterol, komplikasi diabetes, dan kondisi lainnya. Klaim-klaim tersebut harus dibedakan dari registrasi resmi produk dan dari bukti efikasi klinis.

Perbedaan dengan Obat Diabetes Konvensional

Perbedaan terbesar adalah kategori produk.

Diabetafit terdaftar sebagai obat tradisional, sedangkan pengobatan diabetes konvensional mencakup obat resep dan non-resep yang bahan aktif, dosis, mekanisme, efikasi, dan profil keamanannya ditetapkan melalui pengembangan farmasi dan bukti klinis.

Dengan demikian, fakta bahwa Diabetafit memiliki registrasi BPOM berarti sesuatu yang berbeda dari mengatakan bahwa ia telah terbukti setara dengan obat-obatan seperti metformin, insulin, sulfonilurea, atau agonis reseptor GLP-1.

Indikasi regulasinya juga secara eksplisit penggunaan tradisional untuk membantu meringankan gejala diabetes, bukan klaim penyembuhan diabetes.

Konteks Keamanan dan Medis

Bagian ini dari cerita Diabetafit adalah yang paling mudah disalahpahami.

Diabetes adalah penyakit metabolik kronis, dan glukosa darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan komplikasi serius. Oleh karena itu, produk herbal tidak boleh secara otomatis dianggap sebagai pengganti pengobatan diabetes yang diresepkan dokter.

Ada juga potensi masalah ketika produk herbal dikombinasikan dengan obat diabetes: jika persiapan herbal benar-benar mempengaruhi glukosa darah, menggabungkannya dengan obat penurun glukosa secara teoritis dapat berkontribusi pada hipoglikemia.

Beberapa penjual online memberikan instruksi mereka sendiri tentang jarak antara Diabetafit dengan obat resep atau insulin, tetapi instruksi tersebut tidak boleh diperlakukan sebagai pengganti nasihat medis profesional.

Khususnya, klaim seperti “menyembuhkan diabetes,” “memperbaiki kerusakan organ,” “mencegah gagal ginjal,” atau “tanpa efek samping” yang muncul dalam deskripsi marketplace harus dianggap sebagai klaim pemasaran kecuali didukung oleh bukti klinis yang tepat.

Persepsi Publik dan Kehadiran Penjualan

Merek ini tampaknya telah mencapai visibilitas yang bermakna dalam perdagangan online Indonesia.

Toko resmi Diabetafit memiliki banyak produk dengan ratusan hingga lebih dari 1.000 penjualan yang dilaporkan pada daftar individual dan penilaian umumnya tinggi. Angka-angka tersebut menunjukkan traksi komersial, tetapi tidak boleh dikacaukan dengan bukti ilmiah tentang efektivitas. Penilaian pelanggan mengukur pengalaman pembelian/pelanggan; mereka tidak menetapkan efikasi medis.

Linimasa

Berdasarkan catatan yang dapat diakses publik:

  • Sebelum/sekitar 2023: CV Shofa Naturindo muncul dalam dokumentasi regulasi obat tradisional Indonesia dan daftar terkait halal historis 3.
  • 1 Agustus 2024: Catatan berbasis BPOM untuk DIABETAFIT TR243052631 diterbitkan, mengidentifikasi CV Shofa Naturindo sebagai pendaftar/produsen.
  • 2025–2026: Diabetafit mengembangkan kehadiran marketplace yang terlihat, termasuk daftar toko resmi dan berbagai ukuran kapsul.
  • 2026: Daftar online terus memasarkan Diabetafit terutama sebagai produk herbal untuk kekhawatiran terkait diabetes/gula darah 24.

Kesimpulan

Diabetafit adalah merek obat herbal/tradisional Indonesia yang berfokus pada kesehatan konsumen terkait diabetes. Produknya yang paling terdokumentasi adalah preparat kapsul yang terdaftar di BPOM sebagai TR243052631, didaftarkan kepada dan diproduksi oleh CV Shofa Naturindo di Klaten, Jawa Tengah. Formulasi terdaftar mengandung ekstrak Andrographis paniculata, Plantago major, Taraxacum officinale, dan Tinospora crispa.

Posisioning regulasi resminya relatif moderat: digunakan secara tradisional untuk membantu meringankan gejala “kencing manis.” Namun, penjual online sering membuat klaim yang jauh lebih luas tentang gula darah, kolesterol, komplikasi diabetes, dan kondisi lainnya. Klaim-klaim tersebut harus dibedakan dari registrasi resmi produk dan dari bukti efikasi klinis.

Singkatnya: Diabetafit paling baik dipahami sebagai obat herbal tradisional Indonesia terdaftar BPOM yang dipasarkan secara khusus menuju pasar diabetes/kesejahteraan, bukan sebagai pengganti terapi diabetes konvensional yang mapan secara klinis.

Sumber

  • Catatan registrasi berbasis BPOM: 1
  • Daftar marketplace merek: 24
  • Diskusi status/halal: 3

Referensi

Profil ini disusun dengan bantuan AI dan telah ditinjau sebelum dipublikasikan. Cara kami menggunakan AI

Brand terkait