I Indonesia Brand Wiki

Tentang Evercoss

Evercoss adalah merek elektronik konsumen asal Indonesia yang paling dikenal melalui produk telepon seluler dan ponsel pintarnya. Merek ini berada di bawah naungan PT Aries Indo Global (AIG) dan awalnya dipasarkan dengan nama Cross Mobile Phone. Pada September 2013, nama Evercoss resmi digunakan sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas merek serta memperluas jangkauan pasar ke luar negeri.1

Saat ini, Evercoss memposisikan diri secara lebih luas sebagai perusahaan teknologi dan elektronik konsumen. Portofolio produknya telah melampaui ponsel pintar dan mencakup komputer serta perangkat elektronik lainnya. Situs web resminya kini menonjolkan berbagai kategori seperti komputer, drone, dan peralatan elektronik, yang mencerminkan strategi produk yang lebih beragam dibandingkan identitas sebelumnya yang berfokus pada ponsel pintar.2

Infobox

Bidang Informasi
Merek Evercoss
Nama sebelumnya Cross Mobile Phone
Negara asal Indonesia
Induk perusahaan PT Aries Indo Global
Industri Elektronik konsumen / teknologi
Didirikan 2008 sebagai merek Cross
Pasar utama awal Indonesia
Kantor pusat historis Jakarta, Indonesia
Fasilitas perakitan/manufaktur utama Semarang, Jawa Tengah
Dikenal karena Telepon seluler, feature phone, ponsel pintar Android, dan tablet
Cakupan produk saat ini Komputer, elektronik, dan produk teknologi lainnya
Situs web resmi evercoss.com

Kronologi korporasi Evercoss sering kali menimbulkan kebingungan karena PT Aries Indo Global berdiri lebih dulu daripada merek Evercoss itu sendiri. Beberapa sumber sejarah perusahaan menyebutkan bahwa AIG didirikan pada tahun 1999 sebagai importir dan distributor ponsel, sementara kisah merek Cross/Evercoss baru dimulai pada era 2000-an.4

Sejarah

Awal Mula: Cross Mobile

Sejarah Evercoss berkaitan erat dengan kebangkitan pasar ponsel terjangkau di Indonesia.

PT Aries Indo Global pada mulanya bergerak di bidang distribusi dan impor telepon seluler. Perusahaan kemudian mengembangkan merek handset miliknya sendiri, yaitu Cross, yang dikenal luas sebagai Cross Mobile Phone. Berbagai sumber mencatat bahwa kemunculan merek Cross terjadi sekitar tahun 2008.3

Strategi perusahaan saat itu terbilang lugas: bersaing di pasar ponsel Indonesia yang berkembang pesat dengan menawarkan perangkat berharga terjangkau bagi konsumen di luar segmen premium.

Posisi ini sangat strategis pada masanya. Pasar ponsel Indonesia kala itu didominasi oleh merek internasional, sehingga kehadiran feature phone murah dan kemudian perangkat Android berbiaya rendah membuka peluang besar bagi perusahaan lokal.

Oleh karena itu, Cross menitikberatkan pada nilai guna yang tinggi, jaringan distribusi yang luas, serta produk yang menyasar pasar massal.

Di antara lini produk awalnya terdapat CB Series dan kemudian berbagai perangkat A Series.5

Transisi dari Cross Menjadi Evercoss

Titik balik penting terjadi pada September 2013.

Pada 20 September 2013, PT Aries Indo Global secara resmi memperkenalkan Evercoss sebagai pengganti merek Cross.15

Perubahan ini bukan sekadar pergantian nama semata.

Perusahaan menginginkan nama yang lebih khas dan mudah diterima di kancah internasional. Nama “Cross” sudah terlebih dahulu dikaitkan dengan berbagai produk dan merek dagang lain, termasuk alat tulis Cross yang terkenal, sehingga berpotensi menimbulkan kendala hukum jika perusahaan ingin berekspansi ke luar negeri.13

Peluncuran merek baru ini disertai dengan slogan:

“Go International”

Perusahaan dilaporkan juga mengajukan perlindungan merek dagang Evercoss di sejumlah negara ASEAN sebagai wujud ambisi internasionalnya.10

Dengan demikian, Evercoss merupakan kelanjutan dari Cross, bukan entitas perusahaan yang benar-benar baru.

Kebangkitan Evercoss

Awal dekade 2010-an dapat dikatakan sebagai periode terpenting bagi Evercoss.

Perusahaan memanfaatkan sejumlah tren yang berlangsung bersamaan:

  • Adopsi ponsel pintar yang tumbuh pesat di Indonesia
  • Tingginya permintaan akan ponsel pintar Android terjangkau
  • Basis konsumen berpendapatan menengah ke bawah yang sangat besar
  • Jaringan distribusi ritel domestik yang ekstensif
  • Pergeseran minat konsumen dari ponsel dasar ke ponsel pintar
  • Harga ponsel pintar merek internasional yang relatif mahal pada saat itu

Evercoss memposisikan dirinya sebagai penyedia ponsel pintar terjangkau dengan spesifikasi kompetitif.

Produk-produknya meliputi ponsel pintar, feature phone, dan tablet, dengan lini seperti A Series, Winner Series, dan Elevate Series yang menjadi ciri khas merek ini.9

Puncak Popularitas

Pendahulu Evercoss, yakni Cross, meraih kesuksesan luar biasa di Indonesia.

Laporan tahun 2013 mengutip pernyataan eksekutif perusahaan yang menyebutkan bahwa Cross telah menjual sekitar 16 juta unit handset pada tahun 2012, dengan penjualan bulanan diperkirakan mencapai 1 hingga 1,5 juta unit.6

Angka tersebut menjelaskan mengapa Evercoss pernah menjadi nama besar dalam industri ponsel Indonesia, bukan sekadar produsen ponsel pintar lokal berskala kecil.

Pada masa kejayaannya, perusahaan memiliki jaringan distribusi dan layanan purnajual yang sangat kuat. Deskripsi perusahaan tahun 2015 menyatakan bahwa Evercoss memiliki lebih dari 90 pusat layanan, ditambah fasilitas perakitan di Semarang serta laboratorium pengujian gawai di Jakarta.7

Keunggulan kompetitifnya tidak hanya terletak pada produk handset, melainkan juga kemampuan mendistribusikan ponsel terjangkau ke ribuan gerai ritel di seluruh Indonesia sekaligus menyediakan dukungan teknis lokal.

Manufaktur di Indonesia

Babak penting lainnya adalah pengembangan operasi perakitan Evercoss di dalam negeri.

Seiring meningkatnya permintaan dan dorongan pemerintah terhadap manufaktur domestik, PT Aries Indo Global mendirikan fasilitas perakitan ponsel pintar di Semarang, Jawa Tengah, yang mulai beroperasi sekitar tahun 2014.14

Langkah ini memiliki arti strategis karena beberapa alasan:

  1. Produksi lokal
  2. Kontrol yang lebih baik atas proses perakitan
  3. Peningkatan kapasitas produksi
  4. Dukungan terhadap penyerapan tenaga kerja Indonesia
  5. Pemenuhan persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang semakin ketat

Catatan akademis mencatat bahwa pabrik Semarang mulai berproduksi pada Mei 2014, dan entitas manufakturnya kemudian beroperasi dengan nama PT Evercoss Technology Indonesia.16

Meskipun komponen dan teknologi pada produk Evercoss secara historis berasal dari rantai pasok global, perusahaan berhasil membangun kehadiran perakitan dan manufaktur yang signifikan di Indonesia.

Hal inilah yang membuat Evercoss kerap disebut sebagai merek lokal/Indonesia, meskipun tidak berarti seluruh komponen perangkatnya diproduksi di dalam negeri.

Riwayat Produk

Feature Phone

Sebelum era ponsel pintar mendominasi, Cross/Evercoss memasarkan telepon seluler konvensional.

Perangkat-perangkat ini mengutamakan fungsi dasar seperti:

  • Telepon suara
  • SMS
  • Pemutar musik
  • Radio FM
  • Kamera
  • Fitur dual-SIM
  • Daya tahan baterai yang lama

Segmen feature phone terjangkau memainkan peran krusial dalam pertumbuhan awal perusahaan.

Ponsel Pintar Android

Ketika Android mulai mendominasi pasar, Evercoss mengalihkan fokus portofolionya ke ponsel pintar.

Beberapa lini produk yang memiliki nilai historis penting antara lain:

A Series

A Series menjadi salah satu lini ponsel pintar Evercoss yang paling dikenali pada awal era Android. Model seperti A7S dan varian A Series lainnya ditujukan bagi konsumen yang menginginkan fungsionalitas ponsel pintar tanpa harus membayar harga flagship.8

Elevate Series

Lini Elevate merepresentasikan upaya Evercoss untuk menghadirkan ponsel pintar yang lebih canggih namun tetap mempertahankan orientasi pada nilai ekonomis.

Winner Series

Nama Winner sangat lekat dengan jajaran ponsel pintar kelas menengah dan terjangkau milik Evercoss.

Sebagai contoh, Winner Y Star yang dirilis pada 2017 dilengkapi dengan Android 7.0 Nougat, sensor sidik jari, serta kamera autofokus dengan dual flash. Hal ini menunjukkan bagaimana Evercoss berusaha menjaga daya saing spesifikasinya di tengah ketatnya pasar Android.9

Positioning Merek

Secara historis, Evercoss bersaing terutama berdasarkan nilai guna, bukan prestise teknologi.

Formula utamanya adalah:

Harga terjangkau + spesifikasi memadai + distribusi luas + layanan purnajual lokal

Strategi ini menempatkan Evercoss pada posisi yang berbeda dari perusahaan yang menargetkan segmen premium.

Daya tarik merek ini sangat kuat di kalangan konsumen yang mencari:

  • Ponsel pintar pertama mereka
  • Ponsel kedua atau cadangan
  • Perangkat Android murah
  • Ponsel untuk penggunaan media sosial dasar
  • Produk dengan dukungan layanan lokal
  • Spesifikasi wajar tanpa harga merek global

Perusahaan mendeskripsikan filosofinya sebagai penyediaan teknologi yang mudah diakses dan menghubungkan konsumen, sementara situs webnya saat ini menekankan aspek keandalan, inovasi, dan teknologi sehari-hari.10

Penurunan Visibilitas di Pasar Ponsel Pintar

Menurunnya visibilitas Evercoss berkaitan erat dengan transformasi pasar ponsel pintar Indonesia.

Faktor terbesar adalah masuknya produsen ponsel pintar Tiongkok yang semakin agresif.

Merek-merek seperti OPPO, vivo, Xiaomi, dan kemudian realme menghadirkan ponsel pintar dengan spesifikasi yang semakin impresif pada rentang harga yang langsung memangsa pangsa pasar merek lokal.

Hal ini mengubah peta persaingan secara fundamental.

Pada awal era ponsel pintar, perusahaan lokal dapat menawarkan:

ponsel pintar murah + Android + perangkat keras memadai

dan tetap memiliki proposisi nilai yang menarik.

Namun di fase berikutnya, pabrikan internasional mampu menawarkan:

ponsel pintar murah + Android + perangkat keras jauh lebih unggul + anggaran pemasaran masif + rantai pasok yang matang

Kondisi ini membuat pasar menjadi jauh lebih sulit bagi Evercoss dan merek handset Indonesia lainnya.

Pentingnya Distribusi

Kesuksesan historis Evercoss memperlihatkan betapa vitalnya peran distribusi di Indonesia.

Merek ini tidak hanya mengandalkan penjualan melalui toko elektronik besar di metropolitan.

Strateginya mencakup penetrasi ke peritel kecil dan konsumen di berbagai daerah, didukung oleh infrastruktur layanan lokal.

Hal ini menjadikan Cross/Evercoss sebagai nama yang akrab bahkan bagi konsumen yang mungkin belum mengenal merek teknologi internasional terbaru.

Keunggulan distribusi ini sangat bernilai pada era feature phone dan awal ponsel pintar, namun menjadi kurang menentukan ketika pola pembelian bergeser ke marketplace daring dan merek global yang lebih dominan.

Persaingan dari Manufaktur Tiongkok

Kedatangan pabrikan Tiongkok menghadirkan tantangan struktural yang mendasar.

Sebelumnya, kategori “merek lokal terjangkau” bisa menjadi posisi yang sangat kuat.

Namun, perusahaan seperti Xiaomi membuktikan bahwa merek internasional pun mampu menjual ponsel yang sangat terjangkau dengan spesifikasi yang sering kali lebih ambisius.

Sementara itu, OPPO dan vivo berinvestasi besar-besaran dalam:

  • Gerai ritel fisik
  • Iklan
  • Endorsemen selebriti
  • Jaringan penjualan offline
  • Teknologi kamera
  • Peluncuran produk
  • Pembangunan citra merek

Akibatnya, biaya kompetisi membengkak drastis.

Keunggulan historis Evercoss dalam hal keterjangkauan dan distribusi tidak lagi cukup untuk mempertahankan posisi pasar yang sama.

Evercoss Pasca-Boom Ponsel Pintar

Evercoss tidak serta-merta menghilang.

Sebaliknya, perusahaan menjadi jauh kurang menonjol sebagai merek ponsel pintar arus utama sembari terus mengembangkan dan menjual produk elektronik.

Situs web Evercoss saat ini memposisikan perusahaan sebagai merek teknologi yang lebih luas, bukan eksklusif sebagai produsen ponsel pintar. Kategori produknya kini mencakup komputer, drone, dan elektronik.11

Contoh terkini adalah Evercoss AIO1, sebuah PC all-in-one yang diperkenalkan pada tahun 2026. Perusahaan mendeskripsikannya sebagai komputer yang dirancang untuk perkantoran, sekolah, instansi pemerintah, UMKM, serta penggunaan rumah tangga dan profesional.3

Ini menunjukkan evolusi yang menarik:

Cross Mobile → Merek ponsel Evercoss → Produsen ponsel pintar → Merek teknologi konsumen yang lebih luas

Evercoss Saat Ini

Hingga tahun 2026, Evercoss tetap aktif sebagai merek teknologi.

Positioning resminya kini menekankan:

“Empowering Everyday Life Through Technology”

Perusahaan menyatakan bahwa mereka mengembangkan teknologi yang bertujuan untuk menghubungkan, menyederhanakan, dan mendukung kehidupan sehari-hari. Portofolio produknya kini jauh lebih luas dibandingkan era ponsel pintar yang membesarkan namanya.2

Situs webnya saat ini menampilkan produk-produk seperti:

  • Komputer
  • Drone
  • Perangkat elektronik
  • Produk teknologi konsumen lainnya

Perusahaan juga terus memasarkan produk di bawah nama Evercoss dan Genpro.12

Jadi, bertentangan dengan kesan yang mungkin muncul akibat menurunnya visibilitas di pasar ponsel pintar, Evercoss tidak berhenti beroperasi.

Identitas Korporasi

Terdapat perbedaan penting antara Evercoss sebagai merek dan PT Aries Indo Global sebagai perusahaan di balik merek tersebut.

Secara historis:

PT Aries Indo Global

Cross Mobile
rebranding pada September 2013
Evercoss

Sisi manufaktur kemudian diasosiasikan dengan PT Evercoss Technology Indonesia, sementara AIG tetap berperan dalam distribusi dan struktur bisnis yang lebih luas.16

Pembedaan ini penting karena sumber daring terkadang merujuk pada “Evercoss” seolah-olah istilah tersebut merujuk secara serentak pada perusahaan, pabrik, dan merek.

Slogan Merek

Evercoss telah menggunakan sejumlah slogan sepanjang sejarahnya.

Sumber-sumber historis mengaitkan merek ini dengan:

  • “It’s Your Pride” — positioning awal Cross/Evercoss
  • “Go International” — diperkenalkan sekitar rebranding 2013
  • “Let’s Connect” — diasosiasikan dengan identitas Evercoss di periode selanjutnya

Slogan Go International pada 2013 memiliki signifikansi khusus karena secara eksplisit mengomunikasikan ambisi perusahaan untuk berekspansi melampaui batas Indonesia.13

Situs web saat ini menggunakan “Let’s Connect” secara menonjol seiring positioning barunya yang berfokus pada teknologi keseharian.2

Signifikansi Evercoss dalam Sejarah Teknologi Indonesia

Evercoss memegang peranan penting meskipun kini bukan lagi merek ponsel pintar yang paling terlihat di Indonesia.

Merek ini merepresentasikan babak penting dalam perkembangan industri elektronik konsumen Tanah Air.

1. Mempopulerkan Ponsel Pintar Terjangkau

Evercoss membuktikan bahwa ponsel pintar dapat dipasarkan kepada basis konsumen Indonesia yang sangat luas, bukan hanya kalangan early adopter yang mampu secara finansial.

2. Menunjukkan Kekuatan Merek Lokal

Pada puncaknya, Evercoss/Cross mampu menjual jutaan unit perangkat, membuktikan bahwa merek milik Indonesia dapat bersaing dalam skala yang sangat besar.

3. Mengembangkan Perakitan Lokal

Operasi manufaktur di Semarang merupakan bagian penting dari upayanya membangun ekosistem manufaktur teknologi domestik.14

4. Membangun Jaringan Distribusi Ekstensif

Perusahaan ini mendemonstrasikan betapa pentingnya jaringan ritel dan layanan nasional di Indonesia.

5. Mengilustrasikan Sulitnya Bersaing dengan Perusahaan Ponsel Pintar Global

Penurunan popularitas Evercoss di fase selanjutnya menjadi studi kasus tentang seberapa cepat industri ponsel pintar berubah. Perusahaan lokal yang sebelumnya sukses bersaing lewat harga harus menghadapi kompetitor global yang semakin kuat dengan sumber daya yang jauh lebih besar.

Linimasa Singkat

Jika keseluruhan sejarah Evercoss dipadatkan dalam satu linimasa:

Era 2000-an
→ PT Aries Indo Global mengembangkan bisnis ponselnya.

2008
→ Cross Mobile muncul sebagai merek ponsel terjangkau lokal yang terkemuka.4

Awal 2010-an
→ Cross berekspansi pesat melalui feature phone dan ponsel pintar terjangkau.

2012
→ Perusahaan melaporkan penjualan sekitar 16 juta unit handset berdasarkan pernyataan perusahaan pada masa itu.6

20 September 2013
→ Cross resmi berubah menjadi Evercoss, sebagian untuk menciptakan merek yang lebih khas dan dapat digunakan secara internasional.15

2014 dan seterusnya
→ Evercoss mengembangkan fasilitas perakitan/manufaktur di Semarang.14

Pertengahan 2010-an
→ Evercoss tetap menjadi pemain signifikan di pasar ponsel pintar Indonesia dengan memproduksi ponsel dan tablet Android terjangkau.

Akhir 2010-an–2020-an
→ Persaingan yang semakin ketat dari Xiaomi, OPPO, vivo, realme, dan pabrikan global lainnya membuat pasar ponsel pintar menjadi jauh lebih sulit bagi Evercoss.

Era 2020-an
→ Evercoss menjadi kurang menonjol di segmen ponsel pintar dan memperluas fokusnya ke produk elektronik konsumen lain.

2026
→ Merek tetap aktif dengan portofolio yang mencakup komputer, drone, dan elektronik, termasuk produk seperti Evercoss AIO1.3

Penilaian Umum

Evercoss paling tepat dipahami sebagai salah satu merek elektronik konsumen lokal terpenting di Indonesia pada era feature phone dan awal ponsel pintar.

Kisah Evercoss bukanlah sekadar cerita tentang “perusahaan ponsel lokal yang menghilang”, melainkan jauh lebih kompleks dari itu.

Evercoss bermula dari merek Cross, menemukan pasar yang sangat besar untuk ponsel terjangkau, meraih angka penjualan yang luar biasa di Indonesia, melakukan rebranding pada 2013 dengan ambisi internasional, berinvestasi pada perakitan dalam negeri, dan kemudian menghadapi pasar ponsel pintar yang berubah secara radikal.

Menurunnya dominasi di sektor ponsel pintar mencerminkan pergeseran dari pasar di mana distribusi lokal dan harga rendah dapat menciptakan keunggulan masif, menuju pasar yang didominasi oleh perusahaan multinasional dengan skala manufaktur raksasa, anggaran R&D besar, dan jaringan pemasaran global.

Saat ini, Evercoss masih beroperasi, namun identitasnya telah berevolusi dari yang semula merupakan merek ponsel Indonesia menjadi merek teknologi dan elektronik konsumen yang lebih luas.10

Dalam sejarah teknologi Indonesia, era Cross → Evercoss tetap menjadi contoh penting tentang bagaimana sebuah merek domestik mampu meraih popularitas luar biasa di pasar ponsel yang berkembang pesat.

References

Profil ini disusun dengan bantuan AI dan telah ditinjau sebelum dipublikasikan. Cara kami menggunakan AI

Brand terkait