I Indonesia Brand Wiki

Tentang GarudaFood

Profil Perusahaan

GarudaFood merupakan nama dagang dan korporasi yang umum digunakan untuk menyebut PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk, sebuah perusahaan makanan dan minuman asal Indonesia. Perusahaan ini paling dikenal melalui produk kacang dan camilan Garuda, namun seiring waktu telah mengembangkan portofolio yang jauh lebih luas, mencakup biskuit, wafer, kembang gula, minuman cokelat, produk susu, keju, minuman jeli, hingga minuman siap minum. Saham perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode ticker GOOD sejak tahun 2018.

Terdapat perbedaan penting antara asal-usul bisnis GarudaFood dan pendirian badan hukumnya. Akar grup ini bermula dari aktivitas bisnis Darmo Putro di Pati, Jawa Tengah. Sejarah resmi GarudaFood menelusuri bisnis kacang hingga tahun 1979 dan pendirian PT Tudung Putrajaya pada tahun 1990, sementara entitas korporasi saat ini secara resmi didirikan pada tahun 1994.

Informasi Dasar

Item Informasi
Perusahaan PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk
Nama umum GarudaFood
Industri Makanan & Minuman / FMCG
Negara Indonesia
Pendiri Darmo Putro
Akar bisnis 1979
Bisnis kacang merek Garuda 1990
Perusahaan didirikan 1994
Kode saham GOOD
Bursa efek Bursa Efek Indonesia (IDX)
Kategori produk utama Camilan, biskuit, wafer, kembang gula, minuman, susu, keju, dan makanan terkait
Status perusahaan publik Sejak 2018

Sejarah

Awal Mula: 1958–1979

Sejarah perusahaan bermula dari Darmo Putro yang memulai produksi tepung tapioka dengan merek Tudung di Pati, Jawa Tengah, pada tahun 1958. Pada tahun 1979, bisnis ini memasuki pasar kacang tanah, yang awalnya diperdagangkan sebagai kacang tanpa merek. Kegiatan ini kemudian menjadi fondasi bagi bisnis kacang khas GarudaFood di masa depan.

1990: Lahirnya Merek Garuda

Pada tahun 1990, PT Tudung Putrajaya didirikan dan mulai memasarkan kacang kupas dengan merek Garuda. Peristiwa ini menjadi titik balik penting dalam sejarah merek Garuda, karena bisnis beralih dari operasi komoditas kacang menjadi perusahaan makanan konsumen bermerek.

1994: Pembentukan GarudaFood

Pada tahun 1994, grup mendirikan sejumlah perusahaan yang menjadi landasan GarudaFood modern, termasuk perusahaan distribusi/logistik dan PT Garuda Putra Putri Jaya. Perusahaan kemudian berekspansi melampaui kacang biasa menuju kacang bersalut dan berbagai produk camilan lainnya.

1997–2009: Ekspansi ke Sektor FMCG

Periode ini sangat penting karena GarudaFood bertransformasi dari spesialis kacang menjadi perusahaan FMCG yang terdiversifikasi. Tonggak pencapaian utamanya meliputi:

  • 1997 — Pabrik Gresik mulai beroperasi.
  • 1998 — GarudaFood mengakuisisi PT Triteguh Manunggalsejati, produsen cangkir jeli.
  • 2001 — Wafer Gery diluncurkan.
  • 2002 — Garuda Pilus diluncurkan.
  • 2003 — OKKY Jelly Drink diluncurkan.
  • 2005 — Mountea dan Leo diluncurkan.
  • 2007 — Pabrik biskuit di Sumedang mulai beroperasi; Garuda Rosta diluncurkan.
  • 2008 — Chocolatos diluncurkan.
  • 2009 — Susu Clevo diluncurkan.

Diversifikasi ini membentuk arsitektur portofolio yang menjadikan identitas GarudaFood seperti saat ini.

Ekspansi Strategis

Kemitraan dengan Suntory

Pada tahun 2011, GarudaFood menjalin usaha patungan dengan Suntory Beverage & Food Asia melalui pembentukan PT Suntory Garuda Beverage. Kemitraan ini memperkuat posisi GarudaFood di kategori minuman dan melengkapi operasional camilan serta makanannya yang sudah ada.

Melantai di Bursa

Tonggak korporasi penting terjadi pada tahun 2018, ketika GarudaFood menjadi perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia dengan kode ticker GOOD. Perusahaan juga mendirikan Goldenbird Pacific Trading Pte. Ltd. untuk mendukung perdagangan internasional produk-produk grup GarudaFood.

Mulia Boga Raya / Prochiz

Pada tahun 2020, GarudaFood mengakuisisi PT Mulia Boga Raya Tbk, yang membawa bisnis keju Prochiz ke dalam grup. Langkah ini signifikan secara strategis karena memperluas cakupan GarudaFood dari camilan dan minuman ke kategori susu/keju.

Kolaborasi Dilan

Pada tahun 2022, GarudaFood bekerja sama dengan Falcon Pictures untuk memperkenalkan produk cokelat yang terinspirasi oleh semesta film/novel Dilan. Merek Dilan yang dihasilkan kemudian menjadi bagian dari portofolio GarudaFood.

Akuisisi Bisnis Minuman 2024

Pada tahun 2024, GarudaFood mengakuisisi PT Suntory Garuda Beverage dari Greatwall Capital Limited. Perusahaan tersebut kemudian berganti nama menjadi PT Garuda Beverage Sukses (GBS).

Portofolio Produk

GarudaFood bukan lagi sekadar “perusahaan kacang”. Portofolionya mencakup berbagai kategori FMCG.

Garuda

Garuda adalah merek andalan dan yang paling bersejarah bagi perusahaan. Produknya meliputi kacang kupas, kacang bersalut, pilus, camilan kentang, camilan berbahan dasar jagung, serta camilan gurih lainnya. Merek Garuda telah berekspansi dari kacang ke kategori camilan yang lebih luas, dengan varian seperti Garuda Crunchy, Garuda Rosta, dan Garuda Slondok.

Gery

Gery merupakan salah satu merek biskuit dan kembang gula utama GarudaFood. Diperkenalkan pada akhir 1990-an, merek ini telah berkembang mencakup biskuit bersalut, wafer, wafer gulung, camilan sereal, dan kembang gula. Hingga Agustus 2024, Gery tercatat memiliki 40 SKU.

Chocolatos

Chocolatos adalah salah satu merek modern GarudaFood yang paling mudah dikenali. Diluncurkan pada tahun 2008, produk ini dibangun di sekitar stik wafer berukuran relatif besar dengan isian cokelat padat. Merek ini kemudian berekspansi ke minuman bubuk cokelat dan produk terkait lainnya, dengan positioning yang lekat dengan kesan indulgensia, cokelat, dan konsumsi anak muda.

Prochiz

Prochiz mewakili langkah GarudaFood masuk ke kategori keju/susu. Merek ini memproduksi keju cheddar olahan dan produk keju terkait, yang diperoleh melalui akuisisi PT Mulia Boga Raya Tbk pada tahun 2020. Secara strategis, keju memberikan eksposur bagi GarudaFood pada occasion konsumsi yang berbeda, yaitu memasak dan persiapan makanan, bukan hanya sekadar ngemil.

Clevo

Clevo adalah merek susu GarudaFood yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 2009 sebagai produk susu UHT yang ditujukan khususnya untuk anak-anak.

OKKY

OKKY Jelly Drink diluncurkan pada tahun 2003 dan menjadi salah satu merek minuman penting GarudaFood. Produk ini sangat identik dengan kategori minuman jeli di Indonesia.

Mountea

Mountea adalah merek teh siap minum yang diluncurkan pada tahun 2005. GarudaFood mendeskripsikannya sebagai pelopor teh kemasan dalam format cup di Indonesia.

Dilan

Dilan adalah merek cokelat baru yang diciptakan melalui kolaborasi GarudaFood dengan Falcon Pictures. Alih-alih menjadi merek FMCG konvensional semata, Dilan menunjukkan pemanfaatan kolaborasi hiburan/IP oleh GarudaFood sebagai cara menciptakan produk dan terhubung dengan konsumen muda.

Ringkasan Portofolio Merek

Gambaran sederhana portofolio GarudaFood adalah sebagai berikut:

Merek Kategori Utama Posisi dalam Portofolio
Garuda Kacang & camilan gurih Merek andalan/orisinal
Gery Biskuit, wafer & kembang gula Merek camilan utama
Chocolatos Wafer cokelat & minuman Cokelat/indulgensia
Prochiz Keju/susu Bahan makanan & susu
Clevo Susu UHT Susu anak
OKKY Minuman jeli Minuman
Mountea Teh siap minum Minuman
Dilan Cokelat/kembang gula Merek baru berbasis IP

Halaman merek resmi GarudaFood saat ini mengidentifikasi Garuda, Gery, Chocolatos, Clevo, Prochiz, OKKY, Mountea, dan Dilan sebagai merek-merek utamanya.

Model Bisnis

GarudaFood pada dasarnya beroperasi sebagai produsen dan pemasar FMCG. Bisnisnya dapat dipandang sebagai empat lapisan yang saling terhubung: Bahan baku → Manufaktur → Pembangunan merek → Distribusi.

Manufaktur

Perusahaan memproduksi beragam produk makanan dan minuman melalui fasilitas produksi serta anak usahanya. Jejak manufaktur historisnya mencakup fasilitas di lokasi seperti Gresik, Jawa Timur, dan Sumedang, Jawa Barat.

Manajemen Merek

Alih-alih menjual semua produk di bawah nama “Garuda”, perusahaan menerapkan strategi multi-merek. Sebagai contoh: kacang menggunakan merek Garuda, biskuit menggunakan Gery, wafer cokelat menggunakan Chocolatos, keju menggunakan Prochiz, minuman jeli menggunakan OKKY, dan teh menggunakan Mountea. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan menargetkan kelompok konsumen, rentang harga, dan kesempatan konsumsi yang berbeda-beda.

Distribusi

Distribusi merupakan aspek yang sangat penting dalam bisnis FMCG Indonesia karena produk harus menjangkau jumlah toko tradisional, minimarket, supermarket, dan gerai ritel lainnya yang sangat besar. Sejarah GarudaFood sendiri mencakup pembangunan infrastruktur distribusi untuk mendukung produk-produknya.

Ekspor

GarudaFood juga telah mengembangkan bisnis internasional. Situs webnya melaporkan ekspor ke lebih dari 30 negara, dengan ASEAN dan Tiongkok sebagai beberapa pasar pentingnya.

GarudaFood sebagai Perusahaan FMCG Indonesia

Salah satu karakteristik khas GarudaFood adalah evolusinya yang berjalan seiring dengan ekonomi konsumen Indonesia. Bermula dari produk yang relatif sederhana, yaitu kacang, perusahaan secara bertahap membangun portofolio yang mencakup camilan → biskuit → kembang gula → cokelat → minuman → susu → keju. Hal ini menjadikan GarudaFood jauh lebih luas daripada apa yang mungkin tersirat dari nama “Garuda”.

Dengan kata lain, Garuda adalah merek konsumen andalan, sementara GarudaFood adalah grup korporasi yang jauh lebih besar di balik berbagai merek makanan dan minuman. Pembedaan ini penting ketika membahas perusahaan ini.

Struktur Korporasi dan Kepemilikan

Induk perusahaan yang tercatat adalah PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk dengan kode saham GOOD. GarudaFood beroperasi melalui anak usaha dan bisnis asosiasi yang mencakup manufaktur, produk makanan, minuman, serta perdagangan internasional. Ekspansi grup melibatkan akuisisi dan usaha patungan, termasuk PT Triteguh Manunggalsejati, PT Mulia Boga Raya Tbk, PT Suntory Garuda Beverage (selanjutnya PT Garuda Beverage Sukses), serta berbagai kemitraan strategis lainnya. Perusahaan juga memelihara materi hubungan investor, termasuk laporan tahunan, laporan keuangan, dan keterbukaan informasi korporasi.

Skala Keuangan

GarudaFood telah tumbuh menjadi perusahaan makanan dan minuman utama di Indonesia. Berdasarkan hasil tahun 2025 yang dipresentasikan dalam rapat umum pemegang saham tahunan 2026, GarudaFood mencatatkan:

  • Penjualan bersih: sekitar Rp13,1 triliun
  • Laba bersih: sekitar Rp756,2 miliar
  • Pertumbuhan penjualan: 7,2% year-on-year
  • Pertumbuhan laba bersih: 10,1% year-on-year

Makanan kemasan menyumbang sekitar 89,9% dari total penjualan, dengan pertumbuhan didukung oleh kategori seperti produk siap saji, biskuit, keju, dan susu. Angka-angka ini menggambarkan seberapa jauh perusahaan telah melangkah melewati bisnis kacang orisinalnya.

Positioning Merek

Strategi keseluruhan GarudaFood dapat diringkas sebagai FMCG Indonesia untuk pasar massal. Merek-mereknya umumnya bertujuan untuk mencapai aksesibilitas konsumen yang luas, titik harga terjangkau hingga menengah, penetrasi distribusi tinggi, konsumsi rutin/impulsif, kedekatan lokal yang kuat, inovasi produk, serta ragam kesempatan konsumsi. Perusahaan tidak bergantung pada satu produk andalan “premium”, melainkan mempertahankan portofolio merek pasar massal.

Sebagai ilustrasi, seseorang mungkin menjumpai produk GarudaFood dalam berbagai situasi: sarapan dengan Clevo, camilan pagi dengan Gery, camilan siang dengan Garuda/Chocolatos, memasak dengan Prochiz, atau minum dengan OKKY/Mountea. Keluasan inilah yang menjadi salah satu keunggulan kompetitifnya.

Signifikansi Nama Garuda

Nama Garuda telah menjadi sangat lekat dengan budaya ngemil di Indonesia, khususnya melalui Kacang Garuda. Sejarah merek resmi perusahaan menggambarkan Garuda mencakup kacang, kacang bersalut, pilus, dan produk camilan lainnya. Menariknya, perusahaan secara bertahap memisahkan makna nama tersebut: Garuda berfungsi sebagai merek camilan yang menghadap konsumen, sementara GarudaFood berperan sebagai grup korporasi. Pemisahan ini memungkinkan GarudaFood membangun merek baru tanpa mengharuskan setiap produk membawa identitas Garuda.

Transformasi Tiga Tahap

GarudaFood merepresentasikan evolusi bisnis makanan keluarga asal Indonesia menjadi grup FMCG publik berskala besar. Perkembangannya dapat diringkas dalam tiga tahap:

  1. Tahap Komoditas: Kacang dan produk pertanian.
  2. Tahap Camilan Bermerek: Garuda → Gery → Chocolatos → Leo.
  3. Tahap FMCG Terdiversifikasi: Camilan + biskuit + cokelat + minuman + susu + keju + produk makanan.

Transformasi ini merupakan inti dari kisah GarudaFood.

GarudaFood Saat Ini

Hingga tahun 2026, GarudaFood merupakan grup makanan dan minuman utama di Indonesia dengan portofolio yang mencakup berbagai kategori konsumsi harian. Kinerja tahun 2025 menunjukkan bisnis yang menghasilkan lebih dari Rp13 triliun dalam penjualan tahunan, sementara sejarah korporasinya memperlihatkan dekade ekspansi melalui merek baru, pabrik, akuisisi, dan kemitraan strategis.

Identitasnya dapat diringkas sebagai berikut: GarudaFood adalah grup FMCG Indonesia yang berasal dari bisnis kacang dan tumbuh menjadi perusahaan makanan-minuman terdiversifikasi melalui pembangunan merek, manufaktur, distribusi, akuisisi, dan inovasi produk. Bagi pembaca yang membutuhkan detail korporasi paling otoritatif, GarudaFood menerbitkan Laporan Tahunan & Keberlanjutan 2025 serta dokumen investor lainnya di situs resminya.

Profil ini disusun dengan bantuan AI dan telah ditinjau sebelum dipublikasikan. Cara kami menggunakan AI

Brand terkait