Tentang Diamond
Diamond merupakan merek makanan dan minuman asal Indonesia yang juga menjadi identitas utama dari ekosistem bisnis konsumen PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND). Grup ini dikenal luas melalui berbagai produk seperti olahan susu, es krim, jus, yoghurt, keju, roti, makanan beku, serta beragam produk pangan kemasan lainnya. Seiring berjalannya waktu, perusahaan telah bertransformasi dari produsen yang berfokus pada es krim dan susu menjadi grup makanan dan minuman terintegrasi yang mencakup manufaktur, distribusi, pengelolaan merek, hingga ritel.1
Catatan: Istilah “Diamond” dapat merujuk pada merek konsumen Diamond—seperti Susu Diamond dan Es Krim Diamond—atau PT Diamond Food Indonesia Tbk, perusahaan terbuka yang menaungi merek Diamond beserta sejumlah merek lainnya. Keduanya saling berkaitan namun secara teknis merupakan entitas yang berbeda.
Tinjauan Umum
| Bidang | Informasi |
|---|---|
| Nama | Diamond |
| Induk / Grup Perusahaan | PT Diamond Food Indonesia Tbk |
| Industri | Makanan & Minuman / FMCG |
| Negara Asal | Indonesia |
| Kantor Pusat | Jakarta Pusat, Indonesia |
| Kategori Utama | Olahan susu, es krim, minuman, roti, makanan beku, kebutuhan pokok, dan pangan kemasan lainnya |
| Merek Utama | Diamond, Biokul, Jungle Juice, Golden Farm, Fitmee, dan lainnya |
| Perusahaan Terbuka | PT Diamond Food Indonesia Tbk (IDX: DMND) |
| Manufaktur | PT Diamond Cold Storage dan entitas grup lainnya |
| Distribusi | PT Sukanda Djaya dan jaringan distribusi grup |
| Situs Web Resmi | Diamond Food Indonesia |
Hingga tahun 2025, grup perusahaan melaporkan pengelolaan lebih dari 50 merek dan lebih dari 1.000 SKU. Operasional ini didukung oleh empat fasilitas produksi, 24 titik distribusi, serta lebih dari 1.000 armada kendaraan distribusi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.2
Sejarah
Sejarah Diamond bermula pada awal dekade 1970-an, ketika perusahaan mulai mengembangkan operasi manufaktur pangan di Indonesia.
1970–1974: Awal Berdiri
Berdasarkan catatan sejarah korporat Diamond Food Indonesia, perusahaan mengawali fase rintisan pada tahun 1970, awalnya melalui kemitraan yang melibatkan British Tobacco Company (Australia). Pada tahun 1974, perusahaan memasuki industri manufaktur es krim lewat kerja sama dengan Amatil dan Cold Storage Singapore. Es krim kemudian menjadi salah satu fondasi utama bagi pembentukan merek Diamond di masa depan.3
Dalam komunikasi korporat tahun 2026, Grup Diamond disebutkan telah beroperasi selama 52 tahun dan memulai sejarahnya sebagai produsen es krim yang dikenal dengan produk es krim “Diamond”.4
1975–1983: Infrastruktur Distribusi
Pada akhir 1970-an hingga awal 1980-an, Diamond membangun kapabilitas distribusinya sendiri untuk menunjang bisnis makanan beku. Pada tahun 1979, para pendiri mengambil alih kendali penuh atas perusahaan.
Tonggak penting terjadi pada tahun 1983 ketika Diamond mendirikan titik distribusi pertamanya di luar Pulau Jawa, yakni di Denpasar, Bali. Pembangunan infrastruktur distribusi selanjutnya menjadi salah satu karakteristik utama bisnis perusahaan.5
1984–1997: Diversifikasi Produk
Diamond secara bertahap melakukan diversifikasi melampaui kategori es krim dan produk beku. Beberapa pencapaian penting dalam periode ini meliputi:
- 1986: Memperkenalkan produk daging, kentang goreng, dan sayuran beku.
- 1991: Memulai produksi susu pasteurisasi.
- 1995: Membangun jaringan distribusi untuk makanan kering dan minuman.
- 1996: Ekspansi ke kategori daging olahan dan boga bahari.
- 1997: Memulai produksi jus buah.6
Periode ini menandai transformasi Diamond dari produsen makanan beku menjadi manufaktur makanan dan minuman yang lebih komprehensif.
1999–2010: Ekspansi Industri di MM2100
Pada tahun 1999, Diamond memulai operasional di Kawasan Industri MM2100, Cikarang Barat, Bekasi, yang kemudian menjadi basis manufaktur strategis.
Fasilitas ini mengalami perluasan pada tahun 2005 dan 2010. Pada tahun 2008, perusahaan memulai produksi produk susu dan roti di MM2100, sekaligus memperluas kapasitas produksi susu UHT.7
Hubungan dengan peternak sapi perah lokal juga menjadi elemen vital dalam rantai pasok perusahaan. Anak usaha PT Diamond Cold Storage tercatat telah membina kemitraan dengan para peternak sejak produksi susu pasteurisasi dimulai pada 1991 dan berlanjut saat produksi UHT dimulai pada 2008.8
Dekade 2010-an: Ekspansi Ritel dan Digital
Diamond terus mengembangkan operasional hilirnya melalui beberapa inisiatif:
- 2012: Pembangunan gudang berpendingin.
- 2017: Pendirian gerai ritel DiamondFair pertama.
- 2018: Peluncuran platform e-commerce.9
Konsep DiamondFair dirancang sebagai saluran ritel khusus yang menyediakan produk-produk dari Grup Diamond secara langsung kepada konsumen.10
Era Perusahaan Terbuka
Bisnis ini kemudian berevolusi menjadi PT Diamond Food Indonesia Tbk, sebuah perusahaan publik yang terdaftar di bursa efek dengan kode saham DMND.
Saat ini, cakupan grup perusahaan jauh lebih luas dibandingkan bisnis es krim Diamond pada masa awal. Grup ini mengintegrasikan aktivitas manufaktur, distribusi, produk konsumen bermerek, ritel, layanan makanan (food service), serta lini bisnis pendukung lainnya.
Merek Diamond
Nama Diamond paling lekat di benak konsumen Indonesia dengan kategori olahan susu, makanan beku, dan minuman. Berikut adalah kategori produk utamanya:
🥛 Susu
Diamond sangat identik dengan produk susu pasteurisasi dan susu UHT. Bisnis susu pasteurisasi telah dirintis sejak awal 1990-an, sementara produksi UHT dimulai pada 2008. Susu diposisikan sebagai salah satu pilar utama dalam portofolio konsumen perusahaan.11
🍦 Es Krim
Es krim merupakan kategori produk yang paling erat kaitannya dengan sejarah pendirian Diamond. Grup ini menelusuri akar manufakturnya hingga produksi es krim pada tahun 1974, menjadikannya salah satu kategori tertua yang dikelola perusahaan.12 Portofolionya mencakup es krim konvensional maupun berbagai varian hidangan penutup beku lainnya.
🧃 Jus dan Minuman
Diamond berekspansi ke produksi jus pada tahun 1997. Portofolio minumannya kini mencakup produk jus di samping susu dan jenis minuman lainnya.13
🧀 Keju dan Produk Olahan Susu Lainnya
Portofolio Diamond juga meliputi:
- Keju
- Yoghurt
- Susu
- Hidangan penutup berbahan dasar susu
- Produk berpendingin lainnya
Operasional manufaktur Diamond karenanya jauh lebih luas daripada sekadar produk susu dan es krim yang paling dikenal publik.
🍞 Roti dan Bakery
Grup ini juga aktif dalam kategori roti dan pangan terkait. Fasilitas di MM2100 diperluas untuk mencakup produksi roti berdampingan dengan manufaktur produk susu.14
🥩 Makanan Beku dan Olahan
Ekspansi historis Diamond mencakup:
- Daging olahan
- Boga bahari
- Sayuran beku
- Kentang goreng
- Makanan beku lainnya
Langkah ini mengukuhkan posisi perusahaan sebagai pemasok makanan beku yang komprehensif, bukan semata-mata produsen olahan susu.15
Struktur Korporasi
Penting untuk dipahami bahwa Diamond bukanlah sekadar satu pabrik atau satu merek tunggal. Grup Diamond modern beroperasi melalui sejumlah entitas perusahaan:
PT Diamond Cold Storage
PT Diamond Cold Storage merupakan perusahaan manufaktur dan pemrosesan utama dalam grup, dengan fokus khusus pada produk olahan susu dan makanan beku.16 Portofolio manufakturnya mencakup susu, es krim, yoghurt, dan berbagai pangan olahan lainnya.
PT Sukanda Djaya
PT Sukanda Djaya berfungsi sebagai lengan distribusi dan impor utama grup. Perusahaan ini mendistribusikan produk beku, berpendingin, olahan susu, makanan kering, dan minuman. Selain itu, PT Sukanda Djaya juga menangani produk dari prinsipal internasional, tidak terbatas pada produk bermerek Diamond saja.17 Hal ini menjelaskan mengapa nama “Diamond” sering muncul bersanding dengan banyak merek pangan internasional di Indonesia, meskipun produk tersebut bukanlah merek milik Diamond.
PT Diamondfair Ritel Indonesia
DiamondFair adalah konsep ritel grup yang diciptakan untuk menjual produk Grup Diamond langsung kepada konsumen. Perusahaan mendeskripsikannya sebagai saluran ritel online-to-offline.18
Unit Bisnis Grup Lainnya
Grup yang lebih luas juga mencakup entitas bisnis seperti:
- PT Indogourmet Sarana Cemerlang — Peralatan makanan dan minuman.
- PT NHF Diamond Indonesia — Protein/daging olahan melalui usaha patungan.
- PT Telunjuk Komputasi Indonesia — Teknologi data dan e-commerce.
- PT Fit Indonesia Tama — Produk pangan termasuk mi instan sehat.19
Manufaktur dan Distribusi
Keunggulan kompetitif utama Diamond terletak pada rantai pasok yang terintegrasi vertikal. Alih-alih hanya membeli produk jadi untuk dijual di pasar swalayan, grup ini secara historis menggabungkan alur:
Bahan baku → Manufaktur → Penyimpanan dingin → Distribusi → Ritel / Layanan Makanan
Integrasi ini sangat krusial bagi produk olahan susu dan makanan beku karena pengendalian suhu yang ketat merupakan syarat mutlak. Perusahaan melaporkan kepemilikan empat fasilitas produksi—tiga di kawasan industri MM2100 dan satu di Cimahi—serta terus memperluas jaringan distribusi nasionalnya. Pada tahun 2023 tercatat 23 titik distribusi, dan pada 2025 jumlahnya meningkat menjadi 24 titik distribusi.20
Keamanan dan Mutu Pangan
Keamanan pangan menjadi prioritas tinggi bagi Diamond mengingat sebagian besar portofolionya terdiri dari produk mudah rusak dan sensitif terhadap suhu.
Diamond Cold Storage telah mengantongi sertifikasi keamanan pangan FSSC 22000, yang didasarkan pada standar ISO 22000 dan persyaratan keamanan pangan terkait. Dokumen sertifikasi perusahaan menyebutkan cakupan produk meliputi es krim, susu UHT dan pasteurisasi, susu kedelai, jus buah, yoghurt, keju olahan, serta produk pangan lainnya.21
Perusahaan juga menyatakan melakukan pemantauan dan pengujian terhadap pemasok yang mencakup pemeriksaan kimiawi, fisik, organoleptik, dan mikrobiologis.22
Pasar dan Saluran Distribusi
Produk Diamond didistribusikan melalui berbagai saluran:
- Ritel Modern — Supermarket, hipermarket, dan minimarket.
- Perdagangan Tradisional/Umum.
- Layanan Makanan (Food Service) — Hotel, restoran, kafe, dan pelanggan institusional.
- Ritel Langsung.
- E-commerce.
Kapabilitas distribusi merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas grup. Materi korporat perusahaan menggambarkan jaringan rantai dingin nasional yang melayani pasar modern, tradisional, serta pelanggan layanan makanan.23
Posisi Diamond di Pasar Indonesia
Diamond menempati posisi unik dalam industri FMCG Indonesia karena menggabungkan karakteristik merek konsumen dengan platform manufaktur dan distribusi pangan berskala besar.
Bagi konsumen, sisi yang paling terlihat adalah merek Diamond—susu, es krim, keju, jus, dan pangan terkait. Namun bagi pelaku ritel dan perusahaan layanan makanan, cakupan Grup Diamond jauh lebih luas. Grup ini memproduksi produk sendiri sekaligus mendistribusikan produk milik prinsipal internasional dan domestik lainnya.
Model bisnis ganda ini dapat dirumuskan sebagai:
Manufaktur Merek Sendiri + Distribusi Merek Pihak Ketiga
Distingsi ini penting untuk memahami hakikat Diamond sebagai sebuah perusahaan.
Skala Operasional Terkini
Berdasarkan pengumuman hasil keuangan tahun 2025 dari Diamond Food Indonesia, grup mencatatkan:
- Pendapatan: Sekitar Rp11,10 triliun.
- Laba Bersih: Sekitar Rp431,18 miliar.
- Total Aset: Sekitar Rp8,31 triliun.
- Lebih dari 50 merek.
- Lebih dari 1.000 SKU.
- 4 fasilitas produksi.
- 24 titik distribusi.
- Lebih dari 1.000 kendaraan distribusi.24
Pendapatan tumbuh sebesar 13,1% pada 2025 dibandingkan 2024, sementara laba bersih meningkat 18,5%. Perusahaan mengatribusikan pertumbuhan ini sebagian pada penetrasi produk bermerek yang lebih kuat serta optimalisasi jaringan distribusi.25
Hingga tahun 2026, perusahaan tetap beroperasi sebagai PT Diamond Food Indonesia Tbk, dengan Philip Min Lih Chen menjabat sebagai Direktur Utama.26
Portofolio Merek
Meskipun Diamond adalah nama andalan, grup ini menaungi sejumlah merek lain. Portofolio yang lebih luas mencakup:
- Diamond
- Biokul
- Jungle Juice
- Golden Farm
- Fitmee
- Brookfarm
- Serta berbagai merek proprietari lainnya.27
Grup ini juga mendistribusikan banyak merek internasional pihak ketiga, yang tidak boleh serta-merta dikategorikan sebagai merek milik Diamond.
Model Bisnis
Model bisnis Diamond bertumpu pada empat pilar utama:
1. Manufaktur
Memproduksi olahan susu, makanan beku, minuman, roti, dan pangan kemasan lainnya melalui fasilitas produksi sendiri.
2. Kepemilikan Merek
Mengembangkan dan memasarkan merek konsumen seperti Diamond serta merek proprietari lainnya.
3. Distribusi
Memanfaatkan infrastruktur rantai dingin dan distribusi umum nasional untuk menyalurkan produk sendiri maupun produk pihak ketiga.
4. Ritel dan Perdagangan Digital
Menjual produk melalui DiamondFair dan saluran digital/e-commerce dengan integrasi perdagangan daring dan luring yang semakin kuat.
Identitas Korporat
Identitas jangka panjang Diamond pada dasarnya berevolusi melalui tiga tahap:
Dekade 1970-an:
🍦 Produsen Es Krim
↓
Dekade 1990-an–2000-an:
🥛 Manufaktur Olahan Susu + Makanan Beku
↓
Saat Ini:
🏢 Platform F&B Terintegrasi Indonesia
Evolusi ini merupakan cara paling sederhana untuk memahami mengapa skala Diamond saat ini jauh melampaui produk-produk yang menyandang logo Diamond.
Signifikansi Merek
Diamond memiliki signifikansi strategis di Indonesia karena berhasil membangun reputasi pada kategori yang menuntut mutu manufaktur, pendinginan, dan distribusi yang sulit dieksekusi dalam skala nasional.
Asosiasi historis terkuatnya adalah dengan susu, es krim, dan produk berpendingin/beku lainnya, namun grup modern telah melakukan diversifikasi secara substansial. Sejarah perusahaan ini juga mencerminkan tren broader dalam industri FMCG Indonesia: seorang manufaktur dapat berekspansi secara bertahap dari produksi menuju distribusi, manajemen merek, layanan makanan, ritel, dan perdagangan digital, menciptakan platform pangan terintegrasi alih-alih bergantung pada satu kategori produk semata.
Ringkasan
Diamond adalah merek makanan dan minuman utama di Indonesia serta identitas konsumen andalan yang diasosiasikan dengan PT Diamond Food Indonesia Tbk. Bermula dari operasi manufaktur pangan pada dekade 1970-an dan khususnya dikenal melalui es krim serta produk olahan susu, Diamond berekspansi ke susu pasteurisasi dan UHT, jus, yoghurt, keju, roti, daging olahan, boga bahari, serta makanan beku. Lengan manufakturnya, PT Diamond Cold Storage, didukung oleh operasi distribusi ekstensif PT Sukanda Djaya dan aktivitas ritel DiamondFair. Kini, Grup Diamond beroperasi sebagai platform F&B terintegrasi dengan lebih dari 50 merek, lebih dari 1.000 SKU, empat fasilitas produksi, dan 24 titik distribusi di seluruh Indonesia, sementara merek Diamond sendiri tetap paling dikenal konsumen melalui produk olahan susu, minuman, dan makanan bekunya.28
References
- Siaran Pers mengenai Kinerja Keuangan Tahun Buku 2025
- BUSINESS GROUP
- Company Profile
- EnhancingSustainabilityPT Diamond Food Indonesia
- PUBLIC EXPOSE 2023 PT DIAMOND FOOD INDONESIA Tbk
- Ikhtisar Kinerja
- Hospitality News | Hotelier Indonesia
- Direksi
- MEDIA
- MEDIA
- RUPST 2026 PT DIAMOND FOOD INDONESIA Tbk.
- RESPON CEPAT BANJIR SUMATERA
- RUPST 2025 PT DIAMOND FOOD INDONESIA Tbk.
- AGMS 2025 PT DIAMOND FOOD INDONESIA Tbk.
- PT. DIAMOND COLD STORAGE | Indonesia Companies Registry Search
- GRUP BISNIS
- Profil Perusahaan
- KOMITE AUDIT
- AUDIT COMMITTEE
- Dewan Komisaris
- Board of Directors
- PT. Diamond Cold Storage (Diamond)
- Diamond Food Indonesia | S1 | Terakreditasi | Universitas STEKOM Semarang
- Sejak pertama diluncurkan pada tahun 1990, susu Diamond telah menjadi brand terdepan untuk susu pasteurisasi di Indonesia. Dari peternakan hingga ke tangan anda, kami selalu berusaha keras setiap… | PT. Sukanda Djaya – Diamond Cold Storage
- PT. Sukanda Djaya – Diamond Cold Storage | LinkedIn
- Sejarah Diamond & Sukanda dimulai dengan membuka Pabrik Es Krim tahun 1974 dan sejak saat itu menjadi peran penting dari kesuksesan perusahaan. Diawali dengan satu Cup Es Krim, hingga hari ini… | PT. Sukanda Djaya – Diamond Cold Storage
- Pertama kali didirikan oleh Mr. W. T. Chen pada tahun 1974, Diamond & Sukanda merupakan perusahaan pertama berskala nasional yang fokus kepada penyediaan food & beverage. Komitmen selama lebih dari… | PT. Sukanda Djaya – Diamond Cold Storage
- Triloker





