I Indonesia Brand Wiki

Tentang KitKat

KitKat adalah merek konfeksi cokelat dan wafer yang diakui secara global dan dimiliki oleh Nestlé. Merek ini paling dikenal karena batang wafer empat jarinya yang khas, yang dilapisi cokelat, serta slogan iklan “Have a break, have a KitKat.” Berasal dari York, Inggris, pada tahun 1935, KitKat telah berkembang dari camilan asal Inggris menjadi salah satu merek konfeksi dengan distribusi terluas di dunia. Pada tahun 2025, Nestlé melaporkan bahwa KitKat dijual di lebih dari 85 negara, dengan penjualan lebih dari 5 miliar batang per tahun dan lebih dari 300 varian rasa yang ditawarkan di seluruh dunia.1

Gambaran Umum

Kategori Informasi
Merek KitKat
Produsen Asli Rowntree’s
Pemilik Saat Ini Nestlé
Negara Asal Inggris Raya
Tempat Asal York, Inggris
Peluncuran Pertama 1935
Nama Asli Rowntree’s Chocolate Crisp
Jenis Produk Wafer berlapis cokelat
Format Ikonik Batang empat jari
Slogan Terkenal “Have a break, have a KitKat”
Perusahaan Induk Nestlé
Ketersediaan Global 85+ negara
Warna Utama Merek Merah dan putih
Pesaing Utama Twix, Kinder Bueno, produk Cadbury, produk wafer/cokelat Hershey’s

Asal-usul

KitKat diciptakan oleh perusahaan konfeksi Inggris Rowntree’s di pabriknya di York. Ide awalnya adalah membuat camilan cokelat yang dapat dibawa ke tempat kerja dalam bekal makan siang dengan praktis. Produk hasil akhirnya terdiri dari lapisan-lapisan wafer renyah yang dilapisi cokelat.2

Produk ini diperkenalkan pada tahun 1935 dengan nama “Rowntree’s Chocolate Crisp.” Desainnya menggunakan konfigurasi empat jari yang kini sudah familiar, sehingga memungkinkan konsumen mematahkan potongan-potongan individual.3

Nama KitKat

Pada tahun 1937, Rowntree’s memperkenalkan nama KitKat dan logo pada kemasannya, mengubah “Chocolate Crisp” menjadi KitKat Chocolate Crisp. Nama tersebut memiliki akar sejarah: “Kit-Cat” dikaitkan dengan sebuah klub di London pada abad ke-18 dan dengan pembuat kue Christopher Catling, yang namanya dipersingkat menjadi “Kit Cat.” Rowntree’s sebenarnya telah mendaftarkan nama Kit-Cat dan KitKat sejak tahun 1911.4

Perang Dunia II

Selama Perang Dunia II, kelangkaan susu dan bahan lainnya memaksa Rowntree’s untuk mengubah resepnya. Karena produk tersebut tidak lagi memiliki formulasi cokelat susu biasa, kemasan diubah dari warna merah yang khas menjadi biru. Selama periode ini, produk dipasarkan hanya sebagai KitKat.5

Setelah perang, kemasan merah yang familiar kembali digunakan, dan akhirnya menjadi salah satu karakteristik visual merek yang paling mudah dikenali.6

“Have a break, have a KitKat”

Salah satu perkembangan penting dalam sejarah KitKat terjadi pada tahun 1950-an.

Frasa iklan “Have a break, have a KitKat” diperkenalkan pada tahun 1958 dan menghubungkan produk dengan ide mengambil jeda singkat dari pekerjaan atau kehidupan sehari-hari. Kampanye ini tidak hanya mengiklankan KitKat sebagai cokelat, tetapi memberikan makna emosional yang lebih luas bagi merek: KitKat menjadi identik dengan waktu istirahat.

Konsep ini menjadi salah satu elemen paling tahan lama dalam identitas merek KitKat. Bahkan ketika kemasan, rasa, dan format produk berubah, gagasan tentang “break” (istirahat) tetap menjadi inti utama.

Akuisisi oleh Nestlé

Titik balik besar terjadi pada tahun 1988, ketika perusahaan makanan dan minuman Swiss Nestlé mengakuisisi Rowntree Mackintosh. Akuisisi ini membawa KitKat, bersama dengan merek-merek lain seperti Smarties dan After Eight, ke dalam portofolio Nestlé.7

Nestlé kemudian memperluas KitKat secara internasional, menjadikannya salah satu merek konfeksi utamanya.

Namun, di Amerika Serikat, KitKat diproduksi dan dipasarkan berdasarkan perjanjian lisensi oleh The Hershey Company, yang telah menjual produk KitKat di AS sejak tahun 1970.8

Desain Produk

KitKat klasik terdiri dari lapisan-lapisan wafer renyah yang dikelilingi dan ditutupi oleh cokelat. Format tradisional yang paling mudah dikenali mengandung empat “jari” wafer yang terhubung.

Desain jari sangat penting bagi merek karena menjadikan produk tersebut secara alami mudah dipatahkan dan dibagikan. Konsumen dapat mematahkan jari-jari individual daripada memakan seluruh batang sekaligus.

Seiring berjalannya waktu, KitKat telah berkembang melampaui format asli empat jari untuk mencakup:

  • 2-Finger KitKat
  • 4-Finger KitKat
  • KitKat Chunky
  • KitKat Minis
  • KitKat Bites
  • Varietas dark chocolate
  • Produk musiman dan edisi terbatas
  • Produk berukuran besar gaya tablet
  • Berbagai rasa regional

Nestlé menyatakan bahwa merek ini telah mengembangkan lebih dari 300 rasa di seluruh dunia, mencerminkan strateginya untuk menyesuaikan KitKat dengan selera lokal.

Rasa Global

Salah satu karakteristik paling khas dari KitKat adalah rangkaian rasa regionalnya yang luas.

Jepang khususnya terkenal dengan varietas KitKat yang unik dan sering berubah. Contohnya termasuk rasa-rasa seperti:

  • Matcha
  • Wasabi
  • Sake
  • Bahan-bahan Jepang regional
  • Rasa musiman
  • Kreasi khusus Chocolatory

Nestlé menggambarkan Jepang sebagai pasar KitKat yang sangat inovatif, di mana konsumen bahkan dapat menciptakan produk KitKat yang disesuaikan melalui KitKat Chocolatory.

Strategi lokalisasi ini memungkinkan KitKat mempertahankan identitas dasar yang mudah dikenali sambil memberikan produk kepada berbagai negara yang mencerminkan selera dan budaya setempat.

Pemasaran dan Identitas Visual

Identitas visual KitKat sangat mudah dikenali.

Logo

Logo klasik menampilkan kata KITKAT dalam huruf tebal di dalam bentuk merah yang khas. Desainnya telah berevolusi selama beberapa dekade, tetapi identitas merah-dan-putih fundamental tetap kuat diasosiasikan dengan merek tersebut.

Kemasan Merah

Pembungkus merah adalah salah satu aset merek KitKat yang paling penting. Kemasan biru sementara selama Perang Dunia II menunjukkan betapa pentingnya warna merah secara historis.

Konsep “Break”

Mungkin lebih penting daripada logo itu sendiri adalah asosiasi KitKat dengan kata “break” (istirahat).

Merek ini tidak sekadar berkomunikasi:

cokelat + wafer = camilan

Melainkan, proposisi sentralnya pada dasarnya adalah:

Anda berhak istirahat → makanlah KitKat.

Posisi tersebut memungkinkan KitKat untuk beriklan di sekitar situasi kerja, belajar, perjalanan, hiburan, dan situasi lain di mana orang secara alami mengambil jeda singkat.

Pemasaran

Strategi pemasaran KitKat secara historis sangat bergantung pada gagasan tentang istirahat.

Slogan “Have a break, have a KitKat” diperkenalkan pada akhir 1950-an dan menjadi bagian inti dari identitas merek global.9

Konsep ini sangat tahan lama karena dapat diterapkan pada hampir semua situasi. Seseorang yang menyelesaikan pekerjaan, belajar untuk ujian, bepergian, menonton televisi, atau sekadar merasa lelah semuanya dapat disajikan sebagai alasan untuk “mengambil istirahat.”

Di pasar yang berbeda, Nestlé juga telah menggunakan selebritas lokal, kemitraan hiburan, olahraga, musik, kampanye digital, dan produk yang spesifik secara budaya untuk menjaga agar gagasan merek dasar tetap relevan.

KitKat di Jepang

Jepang telah menjadi salah satu pasar yang paling secara budaya berbeda untuk KitKat.

Merek ini telah mengembangkan ratusan rasa unik dan edisi terbatas, dan KitKat telah memperoleh asosiasi budaya khusus dengan para siswa. Pengucapan KitKat dalam bahasa Jepang, “kitto katsu,” menyerupai frasa yang berarti “pasti menang,” membantu menjadikan KitKat hadiah keberuntungan populer bagi siswa yang mengikuti ujian. Nestlé secara khusus mencatat asosiasi ini dalam deskripsi merek globalnya.

Oleh karena itu, Jepang mendemonstrasikan salah satu strategi internasional KitKat yang paling penting: menjaga merek global tetap mudah dikenali sambil menyesuaikan produk dengan budaya lokal.

Keberadaan Regional

Di Filipina, KitKat merupakan bagian dari portofolio konfeksi Nestlé Philippines.

Rentang produk di Filipina mencakup item-item seperti:

  • KIT KAT 4-Finger Milk Chocolate
  • KIT KAT Chunky
  • KIT KAT Dark
  • KIT KAT Bites
  • KIT KAT Minis
  • Berbagai format 2-finger

Nestlé Philippines menggambarkan KitKat di sekitar kombinasi karakteristiknya yaitu wafer renyah dan cokelat, sambil mempertahankan posisi global “Have a break, Have a KitKat”.10

Keberlanjutan

KitKat juga telah menjadi terkait dengan upaya keberlanjutan Nestlé.

Nestlé menyatakan bahwa KitKat menjadi merek cokelat global pertama yang mendapatkan 100% kakao melalui Nestlé Cocoa Plan. Perusahaan mengatakan bahwa pengadaan kakaonya mencakup sertifikasi melalui Rainforest Alliance atau verifikasi melalui Nestlé Cocoa Plan, tergantung pada wilayahnya.

Ini mewakili upaya untuk menghubungkan skala global merek dengan pengadaan kakao yang lebih bertanggung jawab.

Produksi

York tetap menjadi pusat produksi dan pengembangan KitKat yang penting. Nestlé menggambarkan York sebagai rumah bagi KitKat, dengan operasi penelitian, pengembangan, dan manufakturnya terus berlanjut di sana. Pada tahun 2025, Nestlé mengatakan fasilitas York mereka mampu memproduksi hingga sekitar empat juta batang KitKat per hari.

Produk KitKat juga diproduksi di negara-negara lain untuk melayani pasar regional.

Tonggak Sejarah Utama

Tahun Peristiwa
1911 Rowntree’s mendaftarkan nama Kit-Cat dan KitKat.
1935 Rowntree’s meluncurkan Rowntree’s Chocolate Crisp di Inggris.
1937 Nama dan logo KitKat muncul pada produk.
1940-an Kelangkaan bahan baku masa perang menyebabkan resep dark chocolate dan kemasan biru.
1958 “Have a break, have a KitKat” diperkenalkan.
1960-an Format dua jari ditambahkan ke dalam rentang produk.
1988 Nestlé mengakuisisi Rowntree Mackintosh dan KitKat menjadi bagian dari portofolionya.
1999 KitKat Chunky diperkenalkan.
2016 KitKat menjadi merek cokelat global pertama yang menggunakan 100% kakao berkelanjutan melalui Nestlé Cocoa Plan.
2025 KitKat merayakan ulang tahun ke-90, dengan lebih dari 85 negara dan 300+ rasa dilaporkan oleh Nestlé.1

Signifikansi Merek

KitKat signifikan bukan hanya karena ia adalah batang cokelat yang sukses, tetapi karena ia adalah contoh dari pembangunan merek jangka panjang.

Kesuksesannya berasal dari menggabungkan beberapa elemen konsisten:

  1. Produk yang khas — wafer berlapis cokelat.
  2. Format fisik yang khas — jari-jari yang mudah dipatahkan.
  3. Branding visual yang kuat — terutama kemasan merah-dan-putih.
  4. Slogan yang mudah diingat — “Have a break, have a KitKat.”
  5. Strategi global yang fleksibel — identitas inti yang konsisten dengan rasa lokal.
  6. Inovasi berkelanjutan — format baru, rasa, dan edisi terbatas.
  7. Proposisi emosional sederhana — meluangkan waktu untuk berhenti sejenak dan menikmati istirahat.

Posisi Saat Ini

Saat ini, KitKat adalah salah satu merek konfeksi terpenting Nestlé. Nestlé melaporkan pada tahun 2025 bahwa KitKat tersedia di lebih dari 85 negara, menjual lebih dari 5 miliar batang per tahun, dan telah mengembangkan lebih dari 300 rasa di seluruh dunia.1

Dengan demikian, merek ini telah berkembang cukup jauh dari produk aslinya pada tahun 1935 sambil mempertahankan gagasan fundamental yang sama: sebuah wafer berlapis cokelat yang dirancang untuk dipatahkan dan dinikmati selama istirahat singkat.

Referensi

Profil ini disusun dengan bantuan AI dan telah ditinjau sebelum dipublikasikan. Cara kami menggunakan AI

Brand terkait