I Indonesia Brand Wiki

Tentang Masako

Masako® merupakan merek bumbu penyedap masakan asal Indonesia yang dimiliki dan diproduksi oleh PT Ajinomoto Indonesia, anak perusahaan dari Ajinomoto Group asal Jepang. Merek ini dikenal luas melalui produk bumbu kaldu bubuk, khususnya varian rasa ayam dan sapi, yang diformulasikan untuk memberikan cita rasa umami gurih pada masakan sehari-hari. Masako pertama kali diluncurkan di Indonesia pada tahun 1989 dan kini telah menjadi salah satu merek pangan konsumen utama milik Ajinomoto di tanah air.

Tinjauan Umum

Detail Informasi
Merek Masako®
Pemilik Ajinomoto Group
Perusahaan Indonesia PT Ajinomoto Indonesia
Negara asal Indonesia
Tahun peluncuran 1989
Kategori Bumbu masakan / kaldu bubuk
Produk utama Bumbu kaldu rasa ayam, sapi, dan jamur
Pasar utama Indonesia
Produksi Indonesia, meliputi Mojokerto dan Karawang
Induk perusahaan Ajinomoto Co., Inc.

Sejarah

Sejarah Masako tidak dapat dilepaskan dari perkembangan bisnis Ajinomoto di Indonesia. PT Ajinomoto Indonesia didirikan pada Juli 1969 sebagai langkah awal pengembangan bisnis bumbu perusahaan di Nusantara. Seiring berjalannya waktu, perusahaan tidak hanya mengandalkan AJI-NO-MOTO®, melainkan juga mengembangkan merek-merek konsumen yang disesuaikan dengan selera lokal, termasuk Masako®.

Masako® resmi diluncurkan pada tahun 1989. Catatan sejarah Ajinomoto menyebutkan bahwa produk ini dikembangkan secara khusus untuk pasar Indonesia. Varian rasa ayam dan sapi dihadirkan untuk memudahkan aktivitas memasak rumahan sekaligus menyajikan cita rasa gurih berbasis kaldu daging yang autentik.

Pengembangan merek ini berlangsung di tengah persaingan pasar bumbu Indonesia yang semakin ketat. Berdasarkan catatan Ajinomoto Group mengenai pengembangan Masako, perusahaan melakukan kajian mendalam terhadap kebiasaan makan dan gaya memasak khas daerah di Indonesia, alih-alih sekadar mengadaptasi konsep bumbu dari Jepang.

Memasuki dekade 2010-an, Masako telah menjelma menjadi produk andalan dalam portofolio Ajinomoto Indonesia. Pada tahun 2012, Ajinomoto mengumumkan pembangunan pabrik Karawang yang salah satunya bertujuan meningkatkan kapasitas produksi Masako. Pabrik ini mulai beroperasi pada Desember 2012, melengkapi fasilitas produksi yang sudah ada di Mojokerto.

Ekspansi produksi terus berlanjut. Pada tahun 2016, perusahaan mengumumkan investasi tambahan guna menaikkan kapasitas produksi Masako sebesar sekitar 30% menyusul lonjakan permintaan domestik. Pada periode tersebut, Ajinomoto melaporkan bahwa Masako menguasai lebih dari 60% pangsa pasar bumbu penyedap rasa di Indonesia.

Konsep Produk

Secara mendasar, Masako adalah bumbu bergaya kaldu, bukan sekadar produk MSG murni.

Menurut PT Ajinomoto Indonesia, varian ayam dan sapi menggunakan ekstrak daging ayam atau sapi asli yang dipadukan dengan rempah-rempah dan bumbu pilihan. Dalam proses produksinya, daging diolah menjadi ekstrak terlebih dahulu sebelum dicampur dengan bahan-bahan lain, lalu dikemas secara higienis.

Hal ini menghasilkan profil rasa yang dirancang menyerupai cita rasa dan aroma kaldu daging buatan rumah, namun dalam bentuk bubuk yang jauh lebih praktis.

Masako lazim digunakan dalam berbagai jenis hidangan, antara lain:

  • Sup dan kuah kaldu
  • Tumis-tumisan
  • Nasi goreng
  • Mie
  • Sayur-sayuran
  • Olahan daging
  • Hidangan laut (seafood)
  • Gorengan
  • Saus dan kuah kental

Dalam penggunaannya, Masako dapat berfungsi sebagai bumbu utama maupun pendamping bahan lain seperti bawang putih, lada, kecap, cabai, atau rempah-rempah lainnya.

Ragam Produk

Varian Masako yang paling dikenal meliputi:

Masako® Rasa Ayam

Masako Rasa Ayam adalah bumbu berbahan dasar ekstrak daging ayam yang dipadukan dengan rempah dan bumbu pilihan. Produk ini ditujukan untuk memberikan karakter rasa ayam yang gurih pada masakan.

Berdasarkan daftar produk Dapur Umami terkini, tersedia beragam ukuran kemasan, yaitu sekitar 8,5 g, 40 g, 100 g, 123 g, 250 g, dan 1 kg.

Masako® Rasa Sapi

Masako Rasa Sapi merupakan varian berbahan dasar ekstrak daging sapi dan rempah terpilih. Varian ini umum digunakan pada sup, olahan daging, tumisan, serta hidangan lain yang membutuhkan karakter rasa sapi yang lebih kuat.

Rangkaian produk saat ini mencakup berbagai ukuran, mulai dari sachet kecil hingga kemasan rumah tangga atau profesional yang lebih besar.

Masako® Bumbu Kaldu Rasa Jamur

Masako memperluas lini produknya melampaui kaldu berbasis daging dengan meluncurkan Masako® Bumbu Kaldu Rasa Jamur.

Varian jamur ini diperkenalkan pada tahun 2024. Ajinomoto menyatakan bahwa produk ini memadukan tiga jenis jamur pilihan—shiitake, jamur kancing, dan jamur tiram—dengan rempah-rempah terpilih. Varian ini diposisikan secara khusus untuk sayur-sayuran, hidangan laut, serta masakan lain yang cocok dengan cita rasa umami berbasis jamur.

Ukuran kemasan yang tersedia saat ini adalah 10 g dan 40 g.

Bahan Baku dan Produksi

Salah satu ciri khas utama Masako terletak pada penggunaan ekstrak daging pada produk tradisional rasa ayam dan sapinya.

Ajinomoto menjelaskan bahwa daging ayam atau sapi segar diolah menjadi ekstrak sebelum dicampur dengan rempah dan bumbu. Campuran tersebut kemudian dikeringkan dan diproses menjadi bumbu praktis, serta dikemas dalam kondisi manufaktur yang higienis.

Seluruh proses produksi berlangsung di Indonesia. Secara historis, Ajinomoto memproduksi Masako di pabrik Mojokerto, Jawa Timur, sementara pabrik Karawang di Jawa Barat dibangun sebagian untuk mendukung lonjakan permintaan Masako.

Manufaktur lokal memegang peranan penting bagi identitas merek ini: Masako bukanlah produk impor dari Jepang. Merek ini diciptakan khusus untuk pasar Indonesia dan diproduksi di dalam negeri sebagai bagian dari strategi Ajinomoto dalam menghadirkan bumbu yang relevan dengan lidah masyarakat setempat.

Hubungan dengan Ajinomoto

Masako merupakan salah satu merek konsumen utama yang dikelola oleh Ajinomoto Indonesia. Portofolio perusahaan di Indonesia mencakup:

  • AJI-NO-MOTO® — Bumbu umami/MSG
  • Masako® — Bumbu kaldu/ekstrak daging
  • Sajiku® — Bumbu masak dan tepung bumbu
  • SAORI® — Saus masakan cair
  • Mayumi® — Mayones/saus salad

PT Ajinomoto Indonesia sendiri telah beroperasi sejak tahun 1969 dan kini memiliki fasilitas manufaktur di Mojokerto dan Karawang.

Informasi resmi perusahaan dapat diakses melalui situs Ajinomoto Indonesia.

Posisi dalam Budaya Kuliner Indonesia

Masako menempati posisi yang sedikit berbeda dibandingkan AJI-NO-MOTO.

AJI-NO-MOTO identik dengan penambahan rasa umami melalui MSG, sedangkan Masako dipasarkan sebagai bumbu kaldu yang lebih lengkap karena memadukan ekstrak daging dengan rempah dan bumbu lainnya. Karakteristik ini menjadikannya sangat praktis untuk masakan rumahan Indonesia, terutama ketika juru masak ingin menghadirkan cita rasa kaldu ayam atau sapi yang khas tanpa harus merebus tulang atau daging dari nol.

Kemasan sachet kecil turut menjadikan produk ini praktis untuk kebutuhan memasak harian. Selama beberapa dekade, Masako pun telah menjadi merek bumbu yang sangat akrab di dapur-dapur Indonesia.

Ajinomoto melaporkan bahwa Masako pernah mencapai pangsa pasar lebih dari 60% dalam kategori bumbu penyedap rasa di Indonesia pada dekade 2010-an. Namun, angka tersebut perlu dipahami sebagai data historis yang dilaporkan perusahaan, bukan necessarily mencerminkan pangsa pasar terkini di tahun 2026.

Status Halal

Masako dipasarkan sebagai produk bersertifikat halal di Indonesia. PT Ajinomoto Indonesia menyatakan bahwa produk-produknya telah memperoleh sertifikasi halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), dan dokumentasi halal yang diterbitkan mencakup lini produk Masako.

Status ini sangat krusial bagi pasar Indonesia, mengingat sertifikasi halal merupakan pertimbangan utama konsumen dalam memilih produk pangan.

Perkembangan Merek

Perjalanan pengembangan Masako dapat dibagi menjadi tiga tahap utama:

1989–2000-an — Tahap Pembentukan
Masako memasuki pasar Indonesia sebagai bumbu penyedap rasa daging dan memantapkan varian ayam serta sapi sebagai rasa intinya.

2010-an — Ekspansi Pasar Massal
Lonjakan permintaan mendorong Ajinomoto untuk memperluas kapasitas manufaktur, termasuk pembangunan pabrik Karawang. Menjelang pertengahan dekade, Ajinomoto menyebut Masako sebagai merek bumbu penyedap rasa terdepan di Indonesia berdasarkan pangsa pasar.

2020-an — Diversifikasi Portofolio
Masako semakin memperluas positioning-nya yang berfokus pada kepraktisan, umami, serta preferensi diet dan gaya memasak yang beragam. Penambahan terbaru yang paling menonjol adalah Masako Bumbu Kaldu Rasa Jamur, yang diluncurkan pada tahun 2024 sebagai alternatif dari varian ayam dan sapi tradisional.

Identitas Merek

Pada intinya, proposisi merek Masako dapat diringkas sebagai berikut:

Cara praktis menghadirkan cita rasa gurih kaldu pada masakan Indonesia sehari-hari.

Merek ini menggabungkan tiga elemen utama:

  1. Cita rasa daging/kaldu — terutama ayam dan sapi.
  2. Kepraktisan — bumbu bubuk menghilangkan kebutuhan membuat kaldu secara manual.
  3. Umami — memperkuat kedalaman rasa gurih sekaligus memungkinkan penggunaan pada berbagai jenis hidangan.

Positioning ini menempatkan Masako di antara kaldu rumahan tradisional dan penyedap rasa bubuk konvensional.

Masako Saat Ini

Hingga tahun 2026, Masako tetap menjadi bagian dari portofolio bumbu ritel Ajinomoto Indonesia. Daftar produk terkini mencakup rangkaian rasa ayam dan sapi yang luas dalam berbagai ukuran kemasan, serta lini kaldu jamur.

Merek ini telah berevolusi signifikan sejak peluncuran perdananya pada tahun 1989: dari yang awalnya hanya berupa bumbu rasa ayam dan sapi, kini telah berkembang menjadi merek kaldu/umami yang lebih luas dengan beragam pilihan rasa dan format kemasan.

Profil ini disusun dengan bantuan AI dan telah ditinjau sebelum dipublikasikan. Cara kami menggunakan AI

Brand terkait