I Indonesia Brand Wiki

Tentang Pocky

Pocky (Jepang: ポッキー, Pokkī) adalah merek makanan ringan asal Jepang yang dimiliki dan diproduksi oleh Ezaki Glico Co., Ltd. Produk ini dikenal sebagai stik biskuit renyah yang dilapisi cokelat atau krim perasa lainnya, dengan satu ujung yang sengaja dibiarkan polos sebagai “pegangan”. Desain khas ini memungkinkan konsumen menikmati camilan tanpa membuat jari terkena cokelat.12

Pertama kali diluncurkan di Jepang pada tahun 1966, Pocky berkembang dari biskuit berlapis cokelat sederhana menjadi salah satu merek internasional Glico yang paling terkenal. Selama beberapa dekade, merek ini telah memperluas lini produknya ke berbagai rasa, format, edisi terbatas, varian regional, dan pasar internasional. Pada tahun 2020, Glico mengumumkan bahwa Pocky diakui oleh Guinness World Records sebagai merek biskuit berlapis cokelat terbesar nomor satu di dunia berdasarkan data penjualan global tahun 2019.1

Hingga tahun 2026, Pocky merayakan hari jadinya yang ke-60.1

Informasi dasar

Kategori Informasi
Merek Pocky
Nama Jepang ポッキー
Romanisasi Pocky / Pokkī
Produsen Ezaki Glico Co., Ltd.
Negara asal Jepang
Diluncurkan 1966
Kategori produk Konfeksioneri / camilan biskuit berlapis cokelat
Produk orisinal Pocky Chocolate
Ciri khas Stik berlapis cokelat dengan pegangan tanpa lapisan
Pasar utama Jepang, Asia, Amerika Utara, Eropa, dan pasar internasional lainnya
Konsep merek “Share happiness”
Perayaan besar Ulang tahun ke-60 pada 2026

1

Karakteristik produk

Pada dasarnya, Pocky terdiri dari stik biskuit renyah yang panjang dan ramping, dilapisi dengan cokelat atau krim beraroma.

Lapisan tersebut biasanya tidak menutupi seluruh permukaan stik. Bagian yang tidak terlapis berfungsi sebagai pegangan, sehingga konsumen dapat memegang dan memakan Pocky tanpa menyentuh cokelatnya secara langsung.

Konstruksi yang tampak sederhana ini merupakan inovasi kunci dari produk orisinalnya. Glico mencari cara untuk menggabungkan daya tarik cokelat dengan bentuk stik yang praktis, sekaligus menghindari jari yang kotor saat memakannya.12

Pengalaman makan Pocky dibangun di atas tiga elemen utama:

Biskuit renyah + lapisan krim + “pegangan” yang bersih.

Glico mendeskripsikan produk ini melalui kualitas seperti rasa, kemudahan berbagi, dan portabilitas.1

Sejarah perkembangan

Kelahiran Pocky (1966)

Pocky diciptakan pada masa ketika batang cokelat sangat mendominasi pasar konfeksioneri Jepang. Glico ingin mengembangkan produk yang berbeda dari cokelat konvensional. Perusahaan kemudian menggagas ide untuk mengambil konsep stik biskuit bergaya Pretz yang sudah ada dan melapisinya dengan cokelat.

Tantangan utamanya adalah bagaimana cara memegang stik berlapis cokelat tanpa mengotori tangan. Solusinya adalah membiarkan sebagian stik tetap polos tanpa lapisan, yang kemudian menjadi pegangan ikonik Pocky.12

Menariknya, produk ini awalnya diuji coba dengan nama “Choco-teck”. Namun, Glico menemukan bahwa nama tersebut telah didaftarkan sebagai merek dagang, sehingga mereka harus mencari nama baru. Nama akhir Pocky berasal dari bunyi onomatopoeia Jepang pokkin pokkin yang diasosiasikan dengan suara gigitan pada stik yang renyah.12

Dengan demikian, Pocky Chocolate resmi diluncurkan di Jepang pada tahun 1966.1

Ekspansi rasa awal

Varian cokelat orisinal dengan cepat meraih popularitas, namun Glico terus berinovasi:

  • 1971 — Pocky Almond: Diperkenalkan untuk merespons minat konsumen terhadap variasi rasa selain cokelat.1
  • 1976 — Pocky Strawberry: Diluncurkan untuk memperluas merek ke kategori rasa buah. Produk ini sangat sukses di kalangan konsumen wanita pada masa itu.1

Langkah ini menetapkan karakteristik penting bahwa Pocky bukan sekadar satu rasa tunggal, melainkan platform bagi berbagai macam rasa dan tekstur.

Transformasi citra dan segmentasi (1970-an–1980-an)

Sejarah Pocky juga ditandai dengan transformasi bertahap dari camilan anak-anak menjadi produk yang dipasarkan kepada remaja dan dewasa. Pada era 1970-an, Glico mengamati bahwa Pocky kadang digunakan sebagai pengaduk minuman di kafe, yang menginspirasi kampanye “Pocky on the Rocks”. Kampanye lain seperti “Pocky for your trip!” mengaitkan produk dengan budaya perjalanan dan kaum muda.1

Memasuki tahun 1980-an, Glico melakukan segmentasi pasar dengan meluncurkan varian seperti Pocky Bitter, Little Pocky, dan Almond Crush Pocky. Little Pocky dirancang lebih kecil untuk kenyamanan, sementara Almond Crush Pocky menawarkan pengalaman premium. Strategi ini membuktikan bahwa produk Pocky yang berbeda dapat menargetkan suasana hati, usia, dan tingkat harga yang beragam tanpa kehilangan identitas merek utamanya.1

Eksperimen dan inovasi (1990-an–2000-an)

Tahun 1990-an dan 2000-an dipenuhi dengan eksperimen produk, termasuk peluncuran Chunky/Crunchy Strawberry Pocky, Marble Pocky, Giant Pocky, serta Mousse Pocky yang memiliki lapisan lembut dan sempat mengalami kelangkaan akibat tingginya permintaan.12

Pada periode ini, Pocky mengembangkan dua kepribadian merek:
* Basic Pocky: Akrab, terjangkau, dan untuk konsumsi harian.
* Premium Pocky: Tampilan mewah, indulgen, dan cocok untuk hadiah.1

Desain kemasan dan identitas visual

Kemasan kotak merah klasik merupakan aset visual terkuat Pocky. Glico menggambarkan kemasan merah ini sebagai desain ikonik yang identik dengan identitas dan portabilitas produk.1 Kemasannya bersifat kompak, berorientasi vertikal, mudah dibawa, langsung dikenali, dan cocok untuk dibagikan.

Identitas visual inti Pocky dapat diringkas sebagai: stik tipis + lapisan berwarna + kemasan merah yang khas + branding yang menyenangkan. Kesederhanaan ini memberikan fleksibilitas tinggi; perubahan lapisan dari cokelat ke stroberi dapat menghasilkan identitas visual yang sama sekali berbeda, namun bentuknya tetap tak salah lagi sebagai Pocky.1

Pocky & Pretz Day

Salah satu strategi pemasaran Pocky yang paling dikenal adalah Pocky & Pretz Day yang diperingati setiap tanggal 11 November. Tanggal ini dipilih karena bentuk angka 11/11 menyerupai empat batang Pocky atau Pretz. Peringatan ini ditetapkan secara resmi pada tahun 1999 dan disertifikasi oleh Japan Anniversary Association.1

Tanggal 11 November kini menjadi momen promosi penting, terutama di Jepang, dan sangat efektif di media sosial karena hubungan visual antara angka 11/11 dan bentuk stik Pocky mudah dipahami secara universal.

Ekspansi global

Pengembangan internasional Pocky dimulai relatif awal dan mencakup berbagai pasar utama:

  • Thailand (1970): Thai Glico didirikan sebagai langkah awal ekspansi internasional.1
  • Prancis (1982): Glico masuk ke pasar Prancis. Di negara ini, Pocky dijual dengan nama MIKADO.1
  • Kanada (1987): Ekspansi dilakukan setelah hasil uji rasa konsumen menunjukkan respons positif.1
  • Tiongkok (1995): Shanghai Ezaki Glico Foods didirikan. Di Tiongkok, merek ini dipasarkan sebagai 百奇 (Bǎiqí).1
  • Amerika Serikat (2003): Ezaki Glico USA didirikan di California untuk memperkuat kehadiran di pasar AS.1
  • Indonesia (2014): PT Glico Indonesia didirikan di Jakarta Selatan dan memasarkan produk termasuk Pocky dan Pretz.1

Saat ini, Pocky dijual di berbagai pasar di Asia, Amerika Utara, dan Eropa.1

Filosofi merek dan relevansi budaya

Konsep “Share happiness”

Ide sentral yang diusung Glico dalam pengembangan Pocky adalah “Share happiness”. Konsep ini selaras dengan karakteristik fisik produk; satu kotak berisi banyak stik yang secara alami cocok untuk dibagikan bersama teman, di pesta, saat istirahat sekolah, atau sebagai camilan kantor. Glico secara eksplisit mengidentifikasi kemudahan berbagi (shareability) sebagai karakteristik inti Pocky.1

Simbol budaya pop Jepang

Di Jepang, Pocky telah melampaui statusnya sebagai sekadar makanan. Bentuknya yang khas memudahkan integrasi ke dalam iklan, kolaborasi karakter, kemasan edisi terbatas, dan suvenir regional. Fenomena Pocky Day 11/11 mengubah bentuk fisik produk menjadi acara budaya tahunan yang berulang.1

Pocky juga merepresentasikan fenomena ekspor budaya Jepang di mana camilan biasa menjadi simbol konfeksioneri dan budaya pop Jepang yang diakui secara internasional. Keberhasilannya didukung oleh kemasan khas, bentuk unik, variasi rasa, edisi terbatas, dan harga yang relatif terjangkau, tanpa mengharuskan konsumen memahami budaya Jepang secara mendalam.1

Penghargaan Guinness World Records

Pada tahun 2020, Glico mengumumkan bahwa Pocky telah disertifikasi oleh Guinness World Records sebagai merek biskuit berlapis cokelat terbesar nomor satu di dunia. Sertifikasi ini didasarkan pada data riset pasar internasional tahun 2019, dengan estimasi penjualan global tahunan mencapai sekitar US$589,9 juta. Glico mencatat bahwa klasifikasi ini mencakup biskuit berlapis krim untuk keperluan riset pasar internasional.1

Ulang tahun ke-60

Tahun 2026 menandai 60 tahun sejak peluncuran orisinal Pocky di Jepang. Organisasi Glico di AS menggambarkan tahun 2026 sebagai tahun peringatan istimewa yang merefleksikan perkembangan Pocky dari camilan cokelat Jepang menjadi merek yang diakui secara internasional.1

Posisi ini menjadikan Pocky unik di antara merek camilan lainnya: konsep produk dasarnya tetap dapat dikenali selama enam dekade, sementara merek ini terus berevolusi dalam hal rasa, kemasan, pasar, dan strategi pemasaran.

Hubungan dengan Ezaki Glico dan Pretz

Pocky adalah merek milik Ezaki Glico Co., Ltd., yang umumnya disebut sebagai Glico. Perusahaan ini didirikan di Jepang pada awal abad ke-20 dan memiliki portofolio produk luas termasuk Glico Caramel, Pretz, Bisco, dan Almond Chocolate. Pocky merupakan salah satu merek global andalan Glico.1

Pocky juga berkaitan erat dengan merek Pretz yang diluncurkan pada tahun 1963. Perbedaan utamanya terletak pada profil rasa dan lapisan:

Aspek Pocky Pretz
Identitas utama Konfeksioneri manis Camilan pretzel
Lapisan umum Cokelat/krim Biasanya tanpa lapisan
Profil rasa Manis Seringkali gurih
Desain khas Cokelat + pegangan polos Stik pretzel tipis
Peluncuran 1966 1963

Kedua merek ini secara historis dipasarkan bersama, termasuk dalam perayaan tahunan Pocky & Pretz Day.1

Faktor keberhasilan

Beberapa faktor menjelaskan longeivitas dan kesuksesan Pocky:

  1. Desain produk cerdas: Pegangan tanpa lapisan memecahkan masalah praktis makan cokelat tanpa mengotori tangan.
  2. Identitas visual kuat: Stik tipis dan pegangan polos membuatnya mudah dikenali dari kejauhan.
  3. Potensi rasa luas: Biskuit dasar dapat mendukung berbagai lapisan mulai dari cokelat, stroberi, matcha, hingga kacang.
  4. Portabilitas: Kemasan kompak mudah dibawa dalam tas atau saku.1
  5. Kemudahan berbagi: Jumlah stik dalam satu kemasan mendorong interaksi sosial.
  6. Fleksibilitas budaya: Dapat diposisikan sebagai camilan harian, suvenir, hadiah, atau produk premium tergantung pasar.
  7. Nostalgia kuat: Telah dikonsumsi oleh berbagai generasi sejak 1966.

Linimasa

  • 1966 — Pocky Chocolate diluncurkan di Jepang.
  • 1970 — Thai Glico didirikan.
  • 1971 — Pocky Almond diperkenalkan.
  • 1976 — Pocky Strawberry diperkenalkan.
  • 1982 — Ekspansi ke Prancis; dipasarkan sebagai MIKADO.
  • 1987 — Ekspansi ke Kanada.
  • 1989 — Giant Pocky dan Almond Crush Pocky muncul.
  • 1995 — Ekspansi ke Tiongkok; dipasarkan sebagai 百奇.
  • 1999 — 11 November ditetapkan sebagai Pocky & Pretz Day.
  • 2003 — Ezaki Glico USA didirikan di California.
  • 2013 — Situs web merek global Pocky diluncurkan dengan konsep “Share happiness”.
  • 2014 — Glico Indonesia didirikan.
  • 2016 — Ulang tahun ke-50 Pocky.
  • 2020 — Pengakuan Guinness World Records untuk kepemimpinan penjualan global.
  • 2026Ulang tahun ke-60 Pocky.1

References

Profil ini disusun dengan bantuan AI dan telah ditinjau sebelum dipublikasikan. Cara kami menggunakan AI

Brand terkait