Tentang Qtela
Gambaran Umum
Qtela adalah merek makanan ringan Indonesia yang dimiliki dan dipasarkan oleh grup Indofood. Merek ini dikenal karena mengubah bahan-bahan tradisional Indonesia—terutama singkong dan tempe—menjadi produk camilan kemasan yang modern. Qtela memposisikan dirinya dengan menggabungkan cita rasa dan bahan tradisional Indonesia dengan kemasan modern serta tekstur tipis dan renyah.
Qtela merupakan bagian dari bisnis Makanan Ringan di bawah PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Dalam laporan tahunan Indofood tahun 2024, Divisi Makanan Ringan dikelola oleh anak perusahaan ICBP, yaitu PT Indofood Fortuna Makmur, dengan Qtela terdaftar bersama merek-merek lain seperti Chitato, Chiki, Maxicorn, dan Jetz. Indofood mengidentifikasi Qtela sebagai merek camilan tradisional nomor satu di Indonesia dalam laporan tersebut.
Informasi Dasar
| Kategori | Informasi |
|---|---|
| Merek | Qtela |
| Negara Asal | Indonesia |
| Industri | Makanan kemasan / Makanan ringan |
| Grup Induk | Indofood |
| Grup Bisnis | Indofood CBP |
| Divisi Camilan | PT Indofood Fortuna Makmur |
| Posisi Utama | Versi kemasan modern dari camilan tradisional Indonesia |
| Bahan Utama | Singkong, tempe, ubi jalar, dan bahan tradisional lainnya |
| Produk Utama | Keripik singkong, keripik tempe, kerupuk keriting, dan variasi camilan baru |
| Hashtag Merek | #QrasaIndonesianya |
Sejarah
Qtela diperkenalkan pada tahun 2007 sebagai merek camilan bergaya tradisional. Laporan tahunan Indofood tahun 2008 secara spesifik menyatakan bahwa peluncuran Qtela pada tahun 2007 membuka peluang pasar baru bagi bisnis makanan ringan perusahaan.
Hal ini signifikan karena portofolio camilan Indofood sebelumnya memiliki kehadiran kuat di segmen camilan gaya modern atau Barat. Qtela memberikan proposisi komplementer: alih-alih berfokus terutama pada keripik kentang atau camilan ekstrusi, merek ini membawa konsep camilan tradisional Indonesia ke dalam pasar camilan kemasan modern.
Pada akhir dekade 2010-an, Indofood menggambarkan Qtela sebagai pemimpin pasar dalam kategori camilan tradisional di Indonesia, mencatat bahwa merek tersebut telah berada di pasar selama lebih dari satu dekade.
Konsep Merek
Ide sentral Qtela dapat diringkas sebagai:
Camilan tradisional Indonesia, dimodernisasi untuk konsumen kontemporer.
Deskripsi resmi merek menyatakan bahwa Qtela menggunakan bahan baku tradisional berkualitas tinggi pilihan dan menyajikannya dalam kemasan modern. Produk-produknya menekankan tekstur yang tipis dan renyah, sementara rasanya dirancang untuk cocok dijadikan teman ngemil sehari-hari maupun saat berkumpul bersama teman atau keluarga.
Konsep ini membuat Qtela sedikit berbeda dari merek keripik kentang internasional konvensional. Identitasnya sangat terkait dengan budaya kuliner Indonesia. Merek ini juga menggunakan slogan/hashtag #QrasaIndonesianya untuk memperkuat identitas kulinernya sebagai representasi rasa Indonesia.
Portofolio Produk
Produk-produk terkenal Qtela terbagi ke dalam beberapa kategori utama.
1. Keripik Singkong
Qtela Singkong dapat dianggap sebagai keluarga produk tanda tangan merek ini.
Keripik ini dibuat dari singkong asli dan diiris tipis sebelum diproses menjadi camilan renyah. Indofood mendeskripsikannya sebagai camilan tradisional Indonesia yang disajikan dengan kemasan modern.
Varian rasa yang pernah tersedia meliputi:
- Original
- Balado
- Barbecue
- Rumput Laut
- Ayam Lada Hitam
- Ayam Geprek
- Variasi rasa terbatas/baru lainnya
Sebagai contoh, Qtela Singkong Original diposisikan di sekitar konsep camilan singkong alami/tradisional, sementara versi Barbecue dan Balado mengadaptasi produk dasar sesuai preferensi rasa kontemporer.
2. Keripik Tempe
Qtela Tempe adalah kategori produk definisi lainnya.
Alih-alih menggunakan kentang atau jagung, produk ini menggunakan tempe, makanan kedelai fermentasi yang sangat identik dengan masakan Indonesia. Tempe diiris tipis dan diubah menjadi camilan kemasan yang renyah.
Contohnya termasuk:
- Qtela Tempe Original
- Qtela Tempe Rumput Laut
- Qtela Tempe Cabai Rawit
- Qtela Tempe Orek
Rangkaian Tempe sangat penting bagi identitas Qtela karena mengambil bahan yang sangat dikaitkan dengan masakan sehari-hari Indonesia dan memberinya format camilan modern.
3. Kerupuk Keriting
Qtela juga menawarkan Qtela Kerupuk Keriting. Indofood mendeskripsikan produk ini sebagai kerupuk yang dibuat dari bahan-bahan pilihan dan tepung, yang dimaksudkan untuk dimasak sebelum dikonsumsi.
Ini memperluas cakupan Qtela melampaui keripik sambil mempertahankan koneksi luasnya dengan camilan gaya Indonesia.
4. Produk Ubi Jalar
Portofolio Qtela juga telah berkembang ke arah ubi jalar.
Pada bulan Maret 2026, Indofood meluncurkan Qtela Ubi Mix Chips in Roasted Corn Flavour, yang terbuat dari irisan tipis ubi jalar asli dengan rasa jagung panggang. Indofood mendeskripsikan produk ini sebagai tinggi serat dan bebas gluten. 2
Peluncuran ini mengilustrasikan evolusi penting Qtela: merek ini tidak terbatas pada proposisi awal singkong dan tempe, tetapi dapat menggunakan bahan tambahan Indonesia/tradisional untuk menciptakan format camilan baru.
Filosofi Produk
Strategi produk Qtela pada dasarnya menggabungkan tiga elemen:
1. Bahan Lokal
Singkong, tempe, dan ubi jalar adalah bahan pangan Indonesia yang familiar.
2. Pemrosesan Camilan Modern
Bahan-bahan tradisional dikonversi menjadi camilan renyah yang praktis dan berkemasan.
3. Rasa Kontemporer
Di samping rasa Original, Qtela bereksperimen dengan rasa seperti rumput laut, barbekyu, balado, ayam lada hitam, Ayam Geprek, dan jagung panggang.
Pendekatan ini memungkinkan Qtela menempati ruang antara makanan tradisional Indonesia dan budaya camilan komersial modern.
Kepemilikan dan Struktur Korporat
Qtela adalah bagian dari ekosistem yang lebih luas milik Indofood.
Pada tingkat korporat, perusahaan yang relevan adalah PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), bisnis produk bermerek konsumen milik Indofood. Divisi Makanan Ringannya dikelola oleh PT Indofood Fortuna Makmur.
Portofolio divisi ini mencakup:
- Chitato
- Chitato Lite
- Qtela
- Chiki
- Maxicorn
- Jetz
Divisi ini memproduksi baik camilan gaya modern maupun camilan tradisional Indonesia yang dikontemporerkan, menggunakan bahan-bahan seperti kentang, singkong, jagung, dan kedelai. 1
Posisi di Pasar Camilan Indonesia
Qtela menempati posisi yang sangat menarik di Indonesia karena identitas kompetitifnya bukan sekadar “keripik”.
Laporan tahunan Indofood 2024 menyebut Qtela sebagai merek camilan tradisional nomor satu di Indonesia, sementara mendeskripsikan Chitato sebagai merek keripik kentang terkemuka mereka.
Perbedaan tersebut penting. Keunggulan kompetitif Qtela sangat terhubung dengan keakraban budaya lokal daripada sekadar format produknya.
Dengan kata lain:
Chitato → identitas keripik kentang modern
Qtela → identitas camilan tradisional Indonesia yang dimodernisasi
Ini memberi kedua merek posisi komplementer dalam portofolio camilan Indofood.
Identitas Merek
Identitas Qtela dapat diuraikan menjadi beberapa karakteristik:
Indonesia
Merek ini sengaja menekankan bahan dan rasa Indonesia. Tempe dan singkong bukan sekadar bahan; keduanya adalah bagian dari pemosisian budaya merek. 3
Tradisional namun Modern
Qtela mengambil sesuatu yang dikenali dari budaya makanan tradisional Indonesia dan mengemas ulang untuk ritel modern dan kesempatan ngemil. Konsep “tradisional di dalam, modern di luar” ini dapat dikatakan sebagai inti dari merek.
Kesempatan Keluarga dan Sosial
Indofood berulang kali memposisikan Qtela sebagai sesuatu yang cocok untuk dibagikan dan dinikmati bersama teman atau keluarga.
Eksperimen Rasa
Meskipun fondasinya adalah tradisional, Qtela tidak terbatas pada rasa-rasa tradisional saja. Portofolionya menunjukkan kesediaan berkelanjutan untuk bereksperimen dengan profil rasa modern dan terlokalisasi.
Pemosisian Pemasaran
Hashtag #QrasaIndonesianya merangkum banyak identitas pemasaran Qtela. Kata-katanya bermain dengan kata rasa—”taste”—dan identitas Indonesia, pada dasarnya mengkomunikasikan gagasan mengalami rasa Indonesia melalui produk.
Oleh karena itu, merek ini menjual lebih dari sekadar “sekantong keripik.” Komunikasinya dapat dipahami sebagai penjualan versi aksesibel dari keakraban kuliner Indonesia.
Hal ini sangat relevan di pasar di mana konsumen sudah mengenal bahan-bahan seperti singkong dan tempe, tetapi mungkin mengonsumsinya dalam banyak bentuk berbeda.
Evolusi Merek
Garis waktu sederhana terlihat seperti ini:
- 2007 — Peluncuran: Qtela memasuki pasar sebagai merek camilan bergaya tradisional.
- 2012 — Ekspansi Portofolio: Laporan tahunan Indofood mencatat peluncuran Qtela Curly Crackers dan Qtela Prawn Crackers.
- 2010-an — Penetapan Pasar: Qtela menjadi mapan sebagai merek terkemuka dalam kategori camilan tradisional Indonesia.
- 2020-an — Inovasi Rasa dan Format: Merek terus memperluas rangenya dengan produk seperti camilan singkong dan tempe berbumbu.
- 2026 — Ekspansi Ubi Jalar: Qtela meluncurkan Ubi Mix Chips dalam rasa Jagung Panggang, menambahkan bahan dan format lain ke dalam portofolionya.
Apa yang Membuat Qtela Unik?
Cara paling sederhana untuk memahami Qtela adalah bahwa merek ini mengomersialkan budaya camilan tradisional Indonesia pada skala pasar massal.
Diferensiasinya berasal dari persimpangan:
Bahan Indonesia + warisan camilan tradisional + kemasan modern + produksi massal + rasa kontemporer.
Singkong dan tempe sangat efektif sebagai aset merek karena konsumen dapat segera mengasosiasikannya dengan Indonesia, sementara produk jadi bersifat praktis, stabil di rak, dan didesain seperti camilan kemasan modern.
Qtela Saat Ini
Hingga tahun 2026, Qtela tetap menjadi salah satu merek camilan unggulan Indofood. Portofolio produk resminya mencakup keripik singkong, keripik tempe, kerupuk keriting, dan produk baru seperti lini Ubi Mix. Halaman produk Indofood saat ini menampilkan rasa mulai dari Original dan Rumput Laut hingga Balado, Barbecue, Ayam Lada Hitam, Ayam Geprek, Tempe Orek, dan Jagung Panggang.





