Tentang Roma
Roma merupakan salah satu merek biskuit utama di Indonesia yang dimiliki dan diproduksi oleh PT Mayora Indah Tbk (Mayora). Sebagai salah satu merek tertua dan paling dikenal dalam portofolio Mayora, Roma memiliki akar sejarah yang panjang hingga tahun 1948, ketika para pendiri Mayora mulai memproduksi biskuit dari dapur rumahan. Saat ini, Roma diposisikan sebagai merek biskuit yang luas dengan varian mencakup biskuit tradisional, kraker, biskuit sandwich, serta produk berperisa lainnya yang kini didistribusikan ke pasar internasional.
Ikhtisar
| Atribut | Informasi |
|---|---|
| Merek | Roma |
| Industri | Makanan dan minuman / makanan kemasan |
| Kategori utama | Biskuit dan kraker |
| Asal | Indonesia |
| Pemilik / produsen | PT Mayora Indah Tbk |
| Tahun berdiri / asal mula | 1948 |
| Merek Roma diperkenalkan | 1967 |
| Pabrik besar pertama | Tangerang, Indonesia |
| Induk perusahaan | Mayora Group |
| Kehadiran internasional | Lebih dari 60 negara menurut kisah merek Mayora |
| Produk unggulan | Roma Marie, Roma Kelapa, Roma Malkist, Roma Sari Gandum, Roma Marie Gold, Roma Sandwichi, Roma Arden, dan lainnya |
Perlu dipahami adanya perbedaan antara tahun 1948 dan 1967. Tahun 1948 menandai dimulainya sejarah pembuatan biskuit oleh Mayora sekaligus asal mula cerita merek Roma, sedangkan penggunaan nama dagang “Roma” secara resmi baru dimulai setelah operasional bisnis berpindah ke Kampung Bali, Jakarta, pada tahun 1967.1
Sejarah
1948: Awal Mula
Sejarah Roma tidak dapat dilepaskan dari awal berdirinya Mayora. Pada tahun 1948, perusahaan memulai kegiatan memanggang biskuit dari sebuah dapur rumah tangga. Produk pertamanya adalah biskuit Marie, yang kemudian menjadi tradisi pembuatan biskuit dan fondasi bagi merek Roma di masa depan.
Hal ini menjadikan Roma jauh lebih tua dibandingkan pendirian formal PT Mayora Indah Tbk sebagai badan hukum, yang baru didirikan secara resmi pada tahun 1977.1
1967: Lahirnya Nama Roma
Pada tahun 1967, operasional produksi biskuit pindah ke Kampung Bali, Jakarta. Di lokasi inilah produk-produk tersebut mulai dipasarkan menggunakan nama merek Roma. Periode ini menandai transformasi Roma dari sekadar usaha biskuit rumahan menjadi merek biskuit komersial yang mulai dikenal luas.2
1972: Perluasan Varian Biskuit
Mayora membeli oven listrik pertamanya pada tahun 1972, yang memungkinkan peningkatan kapasitas produksi. Portofolio Roma pun berkembang melampaui produk bergaya Marie orisinal dan mulai mencakup varian seperti Roma Marie dan biskuit Roma Coconut/Kelapa.2
1977: Produksi Skala Industri
Tonggak sejarah penting terjadi pada tahun 1977 ketika Mayora meresmikan pabrik biskuit berskala penuh pertamanya di Tangerang, Indonesia. Pabrik ini juga memproduksi Roma Malkist untuk pertama kalinya, yang awalnya tersedia dalam varian Sweet Caramelized dan Cream.2
Tahun 1977 menjadi sangat signifikan karena menandai dua hal sekaligus: pendirian resmi Mayora sebagai perusahaan dan transisi bisnis biskuitnya menuju produksi industri skala besar.3
Perkembangan Selanjutnya
Dalam beberapa dekade berikutnya, Roma terus memperluas portofolio produknya seiring dengan perkembangan Mayora menjadi perusahaan fast-moving consumer goods (FMCG) multinasional. Mayora menyatakan bahwa produk-produknya kini didistribusikan ke lebih dari 90 negara, sementara kisah merek Roma secara spesifik menyebutkan bahwa biskuit Roma telah menjangkau konsumen di lebih dari 60 negara.4
Portofolio Produk
Roma bukan sekadar satu resep biskuit tunggal, melainkan berfungsi sebagai keluarga produk dan sub-lini biskuit yang mencakup berbagai format dan profil rasa.
Roma Marie
Roma Marie merepresentasikan sisi tradisional biskuit Marie dari merek ini. Salah satu produk yang beredar saat ini adalah Roma Marie Susu, yaitu biskuit susu yang menurut Mayora telah diperkaya dengan vitamin D untuk mendukung penyerapan kalsium.4
Produk mapan lainnya adalah Roma Marie Gold yang masih menjadi bagian dari portofolio Roma saat ini. Mayora juga mencantumkan Roma Marie Gold Chocolate pada halaman merek internasionalnya.4
Roma Kelapa
Roma Kelapa adalah salah satu produk andalan merek ini. Biskuit kelapa yang renyah ini dibuat dengan kelapa asli dan secara tradisional diposisikan sebagai teman minum teh, kopi, atau susu.2
Tema kelapa juga dikembangkan ke dalam produk seperti Roma Coconut Cream, yang memadukan biskuit kelapa dengan krim vanila-susu atau cokelat.5
Roma Malkist
Roma Malkist merupakan cabang utama lain dari merek Roma. Berbasis format malkist/kraker, lini ini telah berkembang menjadi keluarga produk yang sangat beragam.
Mayora saat ini mencatat sejumlah varian, antara lain:
- Roma Malkist Crackers
- Roma Malkist Cokelat
- Roma Malkist Cokelat Kelapa
- Roma Malkist Abon Gurih
- Roma Malkist Korean BBQ
- Roma Malkist Kelapa Kopyor
- Roma Malkist Cream Crackers
- Roma Malkist Cappuccino
Ketersediaan varian dapat berbeda-beda tergantung pasar dan waktu.6
Roma Sari Gandum
Roma Sari Gandum adalah lini produk Roma yang berorientasi pada gandum utuh. Mayora mendeskripsikannya sebagai biskuit sandwich berbahan dasar gandum utuh yang mengandung serat, protein, dan vitamin B, menggabungkan posisi nutrisi dengan isian manis.7
Lini ini juga mencakup Roma Sari Gandum Sandwich dalam daftar produk korporat Mayora.8
Roma Sandwichi
Roma Sandwichi terdiri dari biskuit gaya sandwich dengan isian krim beraneka rasa. Halaman internasional Mayora saat ini mencantumkan varian lemon, kacang, dan cokelat.8
Roma Durian
Roma juga bereksperimen dengan profil rasa khas Asia Tenggara. Roma Durian Biscuit, misalnya, menggunakan perisa durian dan dipasarkan sebagai biskuit yang renyah. Mayora menyatakan produk ini mengandung vitamin B1, B2, B6, B12, E, serta kalsium.4
Roma Arden
Roma Arden adalah lini biskuit lain dalam portofolio Roma yang lebih luas. Mayora mendeskripsikannya sebagai biskuit yang terbuat dari bahan pilihan dan diperkaya dengan vitamin, mineral, kalsium, serta nutrisi lainnya. Varian cokelat, Roma Arden Choco Splendid, juga tercatat dalam katalog produk.3
Roma Crepes Roll
Roma juga berekspansi melampaui biskuit datar konvensional. Roma Crepes Roll masuk dalam kategori wafer/cokelat, bukan kategori biskuit inti, namun tetap menjadi bagian dari portofolio bermerek Roma milik Mayora.4
Posisi Merek
Posisi Roma dibangun di atas konsep kenikmatan sehari-hari, konsumsi keluarga, dan biskuit yang mudah diakses, alih-alih memposisikan diri sebagai merek biskuit mewah atau spesialis.
Mayora menggambarkan tujuan di balik Roma sebagai upaya menghadirkan “kebaikan dan kebahagiaan” bagi konsumen. Kisah mereknya menekankan pada kualitas bahan baku, keahlian memanggang, perhatian terhadap detail, serta perpaduan antara biskuit yang menyehatkan dan menyenangkan.7
Posisi ini menjelaskan mengapa portofolio Roma begitu luas: alih-alih berkonsentrasi pada satu jenis biskuit saja, merek ini mencakup biskuit Marie tradisional, biskuit kelapa, kraker, produk gandum utuh, biskuit sandwich, biskuit krim, hingga varian rasa khusus.
Roma dan Mayora
Roma harus dipahami sebagai merek di bawah naungan Mayora, bukan sebagai perusahaan biskuit independen yang terpisah.
PT Mayora Indah Tbk adalah perusahaan FMCG Indonesia yang produknya mencakup biskuit, permen, wafer, cokelat, kopi, sereal, minuman, dan makanan instan. Portofolio merek korporat Mayora berisi lebih dari 50 merek.6
Merek Mayora terkenal lainnya meliputi Kopiko, Beng Beng, Astor, Energen, Torabika, Teh Pucuk Harum, dan Le Minerale. Dengan demikian, Roma merupakan bagian dari ekosistem FMCG Indonesia yang jauh lebih besar, bukan produsen biskuit yang berdiri sendiri.5
Manufaktur dan Jangkauan Internasional
Sejarah Roma mencerminkan perkembangan industri Mayora itu sendiri. Produksi bermula dalam skala kecil di dapur rumah, berpindah ke Jakarta, dan akhirnya berekspansi ke pabrik biskuit industri khusus. Mayora membuka pabrik biskuit berskala penuh pertamanya di Tangerang pada tahun 1977, dan kemudian membangun pabrik biskuit modern yang besar di Balaraja pada tahun 2013 untuk merespons permintaan yang terus meningkat.6
Saat ini, Mayora mendeskripsikan dirinya sebagai perusahaan FMCG global dengan produk yang menjangkau lebih dari 90 negara dan memiliki lebih dari 30.000 karyawan.6
Oleh karena itu, Roma tidak terbatas pada pasar Indonesia saja. Kisah merek Mayora menyebutkan bahwa produk Roma dinikmati di lebih dari 60 negara, meskipun produk dan varian individual dapat berbeda antarnegara.4
Signifikansi Budaya di Indonesia
Roma telah melekat kuat dengan pasar biskuit harian di Indonesia, terutama melalui produk-produk seperti Roma Marie, Roma Kelapa, dan Roma Malkist. Umur panjang merek ini menjadi salah satu karakteristik utamanya: Roma menelusuri asal-usulnya hingga akhir 1940-an dan terus memperkenalkan produk baru sembari mempertahankan format biskuit tradisional.4
Daya tarik utama Roma terletak pada kombinasi antara familiaritas dan variasi produk. Konsumen dapat menemukan merek ini melalui biskuit Marie sederhana, biskuit kelapa, kraker malkist, biskuit sandwich gandum utuh, atau produk berperisa modernβsemuanya berada di bawah identitas Roma yang sama.
Evolusi Merek
Evolusi Roma dapat diringkas sebagai berikut:
1948 β Biskuit Marie β Merek Roma 1967 β Produksi industri 1970-an β Ekspansi Malkist β Produk gandum utuh dan sandwich β Ekspansi internasional β Portofolio rasa yang lebih luas
Merek ini pada dasarnya telah berevolusi dari pembuat biskuit tradisional menjadi merek biskuit multi-segmen, sambil tetap menjaga identitas historisnya yang terhubung dengan kebiasaan konsumsi biskuit klasik Indonesia.4
Sekilas Keluarga Produk Saat Ini
Dokumentasi produk korporat Mayora terbaru mencatat jajaran produk Roma yang cukup banyak, termasuk Roma Sari Gandum, Roma Sari Gandum Sandwich, Marie Susu, Roma Marie Gold, Roma Malkist Crackers, Roma Malkist Abon, Roma Malkist Coklat, Roma Malkist Cream Crackers, Roma Malkist Keju Manis, Roma Kelapa, Roma Kelapa Cream, Roma Malkist Kelapa Kopyor, Roma Malkist Keju Panggang, Roma Malkist Cappuccino, Roma Sandwichi, Roma Malkist Coklat Kelapa, Roma Arden, Roma Apetito, Roma Lavita, dan Roma Festive, serta varian lainnya.6
Karena Mayora terus-menerus memperkenalkan, memodifikasi, atau menghentikan varian tertentu, daftar ini sebaiknya dianggap sebagai potret portofolio pada periode tertentu, bukan daftar permanen.
Ringkasan
Roma adalah salah satu merek biskuit tertua dan paling dikenal di Indonesia, yang berasal dari aktivitas pembuatan biskuit Mayora yang dimulai pada tahun 1948. Nama Roma mulai digunakan secara komersial pada tahun 1967, diikuti oleh ekspansi skala industri pada era 1970-an. Selama beberapa dekade, merek ini berkembang dari biskuit Marie dan kelapa klasik menjadi kraker Malkist, biskuit gandum utuh, biskuit sandwich, biskuit krim, produk berperisa, dan format camilan lainnya.4
Signifikansi Roma tidak hanya berasal dari produk individualnya, tetapi juga dari umur panjang, kelengkapan penawaran produk, warisan Indonesia, dan distribusi internasionalnya. Hingga kini, Roma tetap menjadi merek biskuit andalan dalam Mayora Group yang lebih luas dan merupakan salah satu contoh paling nyata dari merek makanan Indonesia yang berkembang dari operasi domestik kecil menjadi merek FMCG yang terdistribusi secara global.4





