I Indonesia Brand Wiki

Tentang wallts

Wallts adalah merek gaya hidup dan perlengkapan kerja asal Indonesia dari Bandung, Jawa Barat, yang didirikan pada tahun 2015. Merek ini awalnya dikenal karena dompet kanvasnya yang khas, namun sejak itu telah berkembang ke berbagai produk yang dirancang untuk mengorganisasi dan mendukung kehidupan kerja sehari-hari. Saat ini, Wallts mendeskripsikan dirinya sebagai merek “work essentials organizer” dengan tagline “Your Everyday Workmate.” 1

Informasi Dasar

Kategori Informasi
Merek Wallts
Asal Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Didirikan 2015
Pendiri Tiga mahasiswa Universitas Telkom; M. Adzwin Perwira Putra diidentifikasi sebagai pemilik
Produk Awal Dompet kanvas
Fokus Saat Ini Perlengkapan kerja, pengorganisir, tas, dompet, lanyard, dan produk terkait kantor
Tagline Your Everyday Workmate
Ukuran Perusahaan 11–50 karyawan (berdasarkan LinkedIn)
Markas Besar Bandung, Jawa Barat
Situs Web walltswallet.com / transisi menuju wallts.co

Informasi historis berasal dari penelitian Universitas Telkom mengenai perusahaan tersebut, sementara positioning saat ini berasal dari situs web resmi dan profil LinkedIn Wallts.

Sejarah

Wallts didirikan pada 2015 di Bandung. Menurut penelitian yang diterbitkan oleh Universitas Telkom, produk pertama Wallts diproduksi pada 15 Juli 2015, yang berasal dari ide yang dikembangkan oleh tiga mahasiswa Universitas Telkom.

Perusahaan ini awalnya sangat fokus pada dompet. Pada saat itu, para pendiri melihat pasar dompet di Indonesia didominasi oleh produk kulit dan sintetis. Mereka percaya ada ruang untuk sesuatu yang secara visual berbeda dan lebih praktis.

Jawaban mereka adalah kanvas.

Alih-alih bersaing langsung dengan dompet kulit tradisional, Wallts memposisikan kanvas sebagai material pembeda utama. Deskripsi awal produk menekankan karakteristik seperti daya tahan, ketahanan terhadap air, variasi warna, kompartemen tersembunyi, dan penggunaan praktis sehari-hari. 2

Nama “Wallts” sendiri diambil dari kata bahasa Inggris “wallet.” Menurut penelitian Universitas Telkom, nama tersebut dibuat dengan menghilangkan huruf “e” dan menambahkan huruf “s”, sehingga menghasilkan ejaan khas Wallts.

Dari Merek Dompet ke Merek Perlengkapan Kerja

Salah satu aspek paling menarik dari Wallts adalah evolusinya.

Wallts Awal:

Dompet kanvas → aksesori harian yang berwarna-warni, praktis, dan tahan lama

Wallts Saat Ini:

Perlengkapan kerja → dompet + lanyard + tas + pengorganisir + produk kantor

Deskripsi resmi Wallts saat ini menyatakan bahwa perusahaan adalah merek pengorganisir perlengkapan kerja yang bertujuan menemani pekerja kantoran dengan mengorganisasi aktivitas harian melalui produk yang praktis, inovatif, fungsional, dan bergaya.

Hal ini berarti Wallts tidak lagi dipahami hanya sebagai perusahaan dompet, tetapi semakin diposisikan di sekitar konsep luas “hal-hal yang Anda bawa dan gunakan untuk bekerja.”

Kategori Produk

Secara historis, dompet adalah produk tanda tangan Wallts. Konstruksi kanvasnya menjadi poin diferensiasi utama dari dompet kulit konvensional.

Seiring waktu, ekosistem produk diperluas untuk mencakup:

  • Dompet
  • Lanyard kartu identitas
  • Tas harian
  • Tas selempang (Sling bags)
  • Pengorganisir kerja
  • Jurnal kantor
  • Paket hadiah (Gift kits)
  • Produk pesanan korporat

Situs web Wallts saat ini secara spesifik mengatur penawarannya di sekitar produk untuk orang-orang yang baru memasuki dunia kerja dan produk yang ditujukan untuk meningkatkan produktivitas tempat kerja.

Arah produk perusahaan baru-baru ini juga menunjukkan minat dalam menggabungkan estetika minimalis dengan desain praktis. Misalnya, Wallts memperkenalkan Kaira Sling Bag, yang dideskripsikan sebagai interpretasi kompak dari konsep randoseru yang terinspirasi dari Jepang.

Filosofi Merek

Ide kunci di balik Wallts adalah bahwa produk fungsional tidak harus membosankan.

Positioning awalnya didasarkan pada membuat kategori dompet lebih berwarna, unik, dan berguna. Konsep aslinya dideskripsikan sebagai “colourfull, valuable and long lasting wallet for your daily use.” 3

Filosofi ini kemudian berevolusi menuju ide membuat peralatan kerja sehari-hari lebih menyenangkan dan personal.

Profil LinkedIn Wallts merangkum filosofi ini dengan frasa:
“a little different is better than a little better.”

Frasa tersebut membantu memahami merek ini: Wallts tidak selalu mencoba bersaing melalui positioning mewah. Sebaliknya, mereka mencari perbedaan kecil namun mencolok dalam hal material, desain, fungsionalitas, dan distribusi.

Pasar Target

Audiens target Wallts juga telah berevolusi.

Deskripsi LinkedIn saat ini secara spesifik mengidentifikasi Gen Z “first jobbers” sebagai audiens penting: anak muda yang memasuki kehidupan profesional yang menginginkan produk kerja yang praktis sekaligus ekspresif.

Ini memberi Wallts posisi menarik di antara:

  • Aksesori kantor tradisional,
  • Aksesori mode/gaya hidup,
  • Produk everyday-carry, dan
  • Merek-merek Indonesia yang berorientasi pada pemuda.

Daripada menjual tas kerja murni sebagai kebutuhan profesional, pendekatan Wallts lebih dekat ke membuat aksesori kerja menjadi bagian dari gaya pribadi seseorang.

Fenomena Lanyard Wallts

Salah satu perkembangan penting adalah pertumbuhan lanyard kartu identitas.

Menurut profil perusahaan Wallts, lebih dari 70% dari produk terlarisnya adalah lanyard kartu identitas. Hal ini signifikan karena mewakili pergeseran dari identitas awal perusahaan sebagai pembuat dompet.

Lanyard juga relevan secara strategis karena sangat terlihat di lingkungan kantor. Berbeda dengan dompet yang tetap berada di saku atau tas, lanyard ID dikenakan sepanjang hari kerja. Hal ini menjadikannya produk fungsional kantor sekaligus pernyataan mode/aksesori.

Pertumbuhan Digital-First

Cerita pertumbuhan Wallts erat kaitannya dengan e-commerce. Perusahaan dimulai pada 2015, dan menurut wawancara dengan pendiri M. Adzwin Perwira, Wallts mulai menggunakan platform digital segera setelah platform tersebut masuk ke Indonesia pada 2016. Perdagangan digital subsequently menjadi mekanisme penting untuk menjangkau konsumen di luar Bandung.

Pada tahun 2021, Wallts disajikan sebagai UMKM Indonesia yang telah menggunakan digitalisasi dan e-commerce untuk mencapai pasar internasional.

Ini adalah bagian penting dari sejarah Wallts karena perusahaan tidak membutuhkan jaringan ritel fisik besar untuk mapan. Produk-produknya dapat menjangkau pelanggan secara langsung melalui marketplace online.

Inovasi Mesin Vending

Salah satu eksperimen pemasaran Wallts yang tidak biasa adalah pengenalan mesin vending.

Pada 2022, Wallts mulai menjual produknya melalui mesin vending sebagai bagian dari kampanye #WalltsToGo. Sebuah mesin vending dipasang di Stasiun MRT Bundaran HI di Jakarta, memungkinkan komuter untuk membeli produk Wallts secara langsung tanpa menunggu pengiriman online. 4

Lokasi dipilih secara strategis karena Bundaran HI menghubungkan area belanja, kantor, dan transportasi utama, dengan populasi pekerja kantoran yang besar selama hari kerja. Ini bukan sekadar saluran penjualan lain, melainkan sesuai dengan filosofi merek untuk membuat aksesori kerja sehari-hari nyaman dan mudah diakses.

Kolaborasi

Wallts juga menggunakan kolaborasi sebagai bagian dari strategi pembangunan mereknya. Profil perusahaan mencantumkan kolaborasi dengan merek-merek termasuk:

  • Kopi Good Day
  • Logitech
  • Plossa

Kolaborasi ini membantu memposisikan Wallts sebagai merek gaya hidup/produk daripada sekadar produsen dompet.

Bahasa Desain

Identitas desain Wallts secara umum dapat dikarakterisasi sebagai:
Fungsional + muda + berwarna + kompak + berorientasi pada keseharian.

Produk awalnya menggunakan kanvas sebagai material tanda tangan yang mudah dikenali. Produk kontemporer tampaknya lebih menekankan pada minimalisme, organisasi, dan versatilitas, sambil tetap mempertahankan estetika gaya hidup yang mudah diakses.

Tas Kaira Sling Bag terbaru, misalnya, dideskripsikan mengambil inspirasi dari fungsionalitas Jepang dan bentuk terstruktur dari randoseru, sambil mengadaptasinya menjadi tas harian yang lebih ringan dan kompak.

Terdapat evolusi yang jelas:
2015: “Bagaimana kita bisa membuat dompet yang berbeda?”

Kemudian: “Bagaimana kita bisa membuat produk bawaan harian lebih menarik?”

Saat Ini: “Bagaimana kita bisa menjadi rekan kerja harian Anda?”

Strategi Distribusi dan Ritel

Wallts secara historis sangat mengandalkan perdagangan online, namun strateginya semakin memasukkan titik kontak offline. Ini termasuk:

  • E-commerce
  • Kehadiran ritel/toko fisik
  • Mesin vending
  • Pesanan korporat
  • Paket hadiah
  • Kolaborasi merek
  • Pameran dan kemitraan

Perusahaan menyatakan juga sedang berekspansi melampaui Indonesia melalui pameran dan kemitraan internasional. Situs web saat ini menunjukkan bahwa Wallts beralih menuju wallts.co sebagai destinasi belanja barunya.

Bisnis Korporat dan B2B

Bagian lain yang semakin penting bagi Wallts adalah pesanan korporat. Alih-alih hanya menjual produk konsumen individual, Wallts menawarkan bisnis kemungkinan untuk menciptakan produk khusus untuk tujuan korporat. Komunikasi saat ini secara eksplisit menyajikan pesanan korporat sebagai cara untuk menciptakan produk yang selaras dengan identitas dan tujuan perusahaan.

Ini memberi Wallts model bisnis tambahan:

  • B2C: Konsumen individual yang membeli produk harian
  • B2B: Perusahaan yang memesan produk/hadiah/merchandise untuk karyawan, pelanggan, atau acara.

Positioning Merek

Jika ditempatkan pada peta merek sederhana, Wallts akan berada di antara:
Aksesori Mode ←→ Perlengkapan Kantor
Merek Gaya Hidup ←→ Peralatan Fungsional Harian

Diferensiasi Wallts adalah upayanya untuk menggabungkan kedua sisi. Perusahaan aksesori kantor tradisional mungkin menekankan efisiensi tetapi terlihat membosankan. Merek aksesori mode mungkin menekankan penampilan tetapi mengorbankan kepraktisan. Wallts berusaha menempati tengah-tengah:

Cukup praktis untuk bekerja, cukup bergaya untuk terasa personal.

Itulah esensi dari positioning “Your Everyday Workmate.”

Pendirian dan Kepemimpinan

M. Adzwin Perwira Putra diidentifikasi oleh profil perusahaan Wallts sebagai pemiliknya. Ia adalah salah satu mahasiswa yang terlibat dalam mendirikan bisnis pada tahun 2015.

Usaha awal Wallts oleh karena itu merupakan startup/UMKM yang didirikan oleh mahasiswa di Bandung yang berkembang menjadi merek konsumen yang mapan. Penelitian akademik yang dilakukan selama tahun-tahun awal Wallts juga memeriksa proses pengembangan produk barunya dan menggambarkan perusahaan sebagai pemain muda di industri fashion Indonesia.

Mengapa Wallts Menarik

Dari perspektif bisnis/pembangunan merek, Wallts menarik karena beberapa alasan:

1. Menciptakan Diferensiasi dalam Kategori Matang

Alih-alih mencoba membuat dompet kulit lainnya, Wallts mengubah proposisi material dengan menggunakan kanvas.

2. Ekspansi dari Produk ke Ekosistem Gaya Hidup

Perusahaan memulai dengan dompet tetapi secara bertahap memperluas ke tas, lanyard, pengorganisir, dan perlengkapan kerja lainnya.

3. Memahami Visibilitas

Lanyard kartu identitas bersifat fungsional dan terlihat. Itu membuatnya sangat cocok untuk profesional muda yang ingin mengekspresikan kepribadian dalam lingkungan kantor.

4. Bereksperimen dengan Distribusi Tidak Konvensional

Inisiatif mesin vending adalah contoh yang sangat berkesan dari upaya Wallts untuk menyelaraskan pengalaman ritel fisiknya dengan positioning praktis dan mudah diakses.

5. Mewakili Ekosistem DTC/UMKM Modern Indonesia

Sejarah Wallts mendemonstrasikan bagaimana bisnis kecil di Bandung dapat menggunakan e-commerce dan platform digital untuk berekspansi melampaui pasar lokal aslinya. 5

Garis Waktu

  • 2015 — Wallts didirikan di Bandung oleh tiga mahasiswa Universitas Telkom.
  • 15 Juli 2015 — Produk pertama Wallts diproduksi.
  • 2015–2016 — Merek mapan dengan fokus pada dompet kanvas.
  • 2016 ke atas — Wallts mulai menggunakan platform digital sebagai saluran penjualan online penting.
  • 2021 — Wallts mendapat perhatian sebagai UMKM Indonesia yang berekspansi melalui perdagangan digital dan program ekspor.
  • 2022 — Wallts berekspansi secara offline melalui penjualan mesin vending.
  • 2023 — Mesin vending Wallts di Stasiun MRT Bundaran HI dilaporkan oleh ANTARA sebagai bagian dari inisiatif #WalltsToGo.
  • 2020-an — Merek ini semakin bergeser dari yang dikenal terutama karena dompet menuju perlengkapan kerja dan pengorganisir.
  • 2026 — Positioning saat ini adalah “Your Everyday Workmate,” dengan produk yang mencakup dompet, lanyard, tas, pengorganisir, jurnal, dan merchandise korporat.

Ringkasan

Wallts adalah merek gaya hidup Indonesia yang lahir di Bandung, didirikan pada tahun 2015, yang dimulai dengan merevolusi dompet sehari-hari melalui desain kanvas berwarna-warni dan tahan lama, serta telah berevolusi menjadi merek “Your Everyday Workmate” yang lebih luas, berfokus pada perlengkapan kerja yang praktis, fungsional, dan bergaya untuk generasi baru profesional Indonesia.

Referensi

Profil ini disusun dengan bantuan AI dan telah ditinjau sebelum dipublikasikan. Cara kami menggunakan AI

Brand terkait