I Indonesia Brand Wiki

Tentang Hijabenka

Hijabenka adalah sebuah jenama modest fashion asal Indonesia yang mengkhususkan diri pada pakaian wanita muslim. Jenama ini diluncurkan pada Juni 2014 sebagai unit bisnis saudari dari Berrybenka, perusahaan e-commerce fesyen yang didirikan oleh pengusaha Jason Lamuda. Kehadiran Hijabenka ditujukan untuk menjawab pertumbuhan pasar fesyen muslim kontemporer dengan menyediakan pilihan busana bagi wanita berhijab yang terkesan segar, modis, feminin, dan mudah diakses.1 Identitas bisnis Hijabenka telah mengalami evolusi signifikan seiring waktu; dari yang semula beroperasi sebagai marketplace daring multi-merek yang menaungi berbagai desainer dan label fesyen muslim lokal, kini beralih fokus menjadi label modest fashion yang memproduksi desainnya sendiri.2

Ikhtisar

Detail
Nama Hijabenka
Negara Indonesia
Industri Fesyen / Modest fashion / Fesyen Muslim
Didirikan 2014
Diluncurkan 4 Juni 2014
Induk / Perusahaan Saudari Berrybenka
Model Bisnis Awal E-commerce fesyen / Marketplace multi-merek
Model Bisnis Selanjutnya Label modest fashion / Merek mandiri
Pasar Utama Wanita muslim / Wanita berhijab
Produk Utama Hijab, gaun, atasan, tunik, rok, celana, luaran, syal, dan aksesori
Posisi Pasar Busana sopan yang kontemporer, feminin, chic, dan modis
Negara Asal Indonesia

Tanggal peluncuran 4 Juni 2014 tercatat dalam berbagai liputan media masa itu, sementara penelitian akademis juga mengonfirmasi bahwa Hijabenka didirikan pada bulan Juni 2014.3

Sejarah

Awal Mula

Hijabenka lahir dari ekosistem Berrybenka, sebuah perusahaan e-commerce fesyen Indonesia. Alih-alih sekadar menambahkan kategori pakaian muslim ke dalam situs utama Berrybenka, perusahaan memutuskan untuk membangun platform daring terpisah yang didedikasikan khusus untuk fesyen muslim.4

Keputusan ini mencerminkan semakin strategisnya pasar fesyen muslim di Indonesia. Pada saat peluncurannya, konsep utama Hijabenka adalah:

Menghadirkan fesyen muslim kontemporer dalam satu destinasi belanja daring yang terdedikasi.

Koleksi awalnya mencakup gaun, atasan, rok, tunik, syal, dan aksesori. Perusahaan menekankan estetika “segar dan modis”, bukan memperlakukan busana sopan semata-mata sebagai kategori tradisional.5

Platform ini diluncurkan menjelang Ramadan dan Idul Fitri, periode yang sangat strategis untuk belanja busana muslim di Indonesia. Saat memulai operasinya, Hijabenka menggandeng sejumlah desainer dan merek lokal; laporan kala itu menyebutkan adanya kemitraan awal dengan sekitar 150 desainer merek lokal, dengan rencana perluasan jaringan lebih lanjut.

Era Marketplace Daring

Pada tahun-tahun awalnya, Hijabenka bukanlah sebuah label fesyen dalam pengertian modern.

Platform ini berfungsi lebih sebagai pasar daring atau peritel kurasi fesyen muslim.

Hijabenka menghimpun produk dari berbagai merek dan desainer, memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk menemukan busana sopan dalam satu tempat. Katalognya meliputi label fesyen muslim yang sudah mapan maupun desainer skala kecil yang mungkin belum memiliki infrastruktur e-commerce yang memadai.

Salah satu deskripsi awal menyebut Hijabenka sebagai jembatan antara desainer fesyen muslim dan konsumen. Hal ini menjadi bagian penting dari proposisi bisnisnya: desainer mendapatkan saluran distribusi dan eksposur, sementara pembeli dapat menelusuri banyak label sekaligus di satu platform.

Rentang Produk

Asortimen awal Hijabenka meliputi:

  • Gaun
  • Blus dan atasan
  • Tunik
  • Rok
  • Celana
  • Hijab dan syal
  • Luaran (outerwear)
  • Aksesori
  • Item fesyen muslim/sopan lainnya

Deskripsi platform pada periode selanjutnya juga menyebutkan ketersediaan produk pria, meskipun fesyen muslim wanita tetap menjadi identitas intinya.6

Posisi Merek

Proposisi utama Hijabenka adalah bahwa busana sopan tidak harus terlihat kuno.

Jenama ini secara konsisten memposisikan diri melalui konsep-konsep seperti:

  • Segar
  • Modis
  • Chic
  • Modern
  • Feminin
  • Kekinian

Posisi ini sangat relevan dalam konteks fesyen Indonesia pertengahan 2010-an, ketika budaya hijab dan modest fashion yang berkembang pesat menciptakan permintaan akan pakaian yang memadukan kesopanan religius dengan gaya kontemporer.

Ambisi jenama ini melampaui sekadar penjualan pakaian; deskripsi historis menyebutkan bahwa Hijabenka ingin menjadikan wanita berhijab Indonesia sebagai penentu tren dalam fesyen muslim global.7

Hubungan dengan Berrybenka

Sejarah Hijabenka tidak dapat dipisahkan dari Berrybenka.

Berrybenka merupakan bisnis e-commerce fesyen umum, sedangkan Hijabenka diciptakan untuk berspesialisasi pada segmen fesyen muslim/sopan. Sumber-sumber kontemporer secara eksplisit menggambarkan keduanya beroperasi bersama dalam struktur korporasi yang sama.

Hubungan tersebut dapat disederhanakan sebagai berikut:

Berrybenka โ†’ e-commerce fesyen umum
Hijabenka โ†’ fesyen muslim/sopan

Spesialisasi ini memungkinkan Hijabenka mengembangkan identitas dan audiens yang lebih spesifik, alih-alih hanya menjadi kategori “pakaian muslim” di dalam situs fesyen umum.

Pertumbuhan Awal

Peluncuran Hijabenka memperoleh traksi yang relatif cepat.

Laporan tahun 2014 menyatakan bahwa bahkan sebelum peluncuran resminya, Hijabenka telah menyumbang sekitar 3% dari total penjualan Berrybenka, dan perusahaan memperkirakan peluncuran formal akan meningkatkan angka penjualan tersebut.8

Strategi pertumbuhan awalnya memadukan:

  • Ritel daring
  • Kemitraan dengan desainer lokal
  • Diskon dan promosi
  • Kampanye gratis ongkos kirim
  • Opsi bayar di tempat (COD)
  • Keterlibatan komunitas
  • Kolaborasi desainer
  • Kampanye Ramadan/Idul Fitri

Perusahaan juga berupaya mendukung komunitas hijab dan berkolaborasi dengan para desainer fesyen muslim.

Transformasi Menjadi Label Fesyen

Fase ini merupakan babak terpenting dalam perkembangan Hijabenka.

Sekitar tahun 2018, Hijabenka mulai mengubah model bisnisnya. Alih-alih utamanya menjual pakaian buatan merek lain, perusahaan mulai berfokus pada pakaian yang dirancang di bawah label Hijabenka itu sendiri.9

Menjelang kuartal keempat 2018, menurut manajer merek Hijabenka saat itu, perusahaan telah berhenti menjual pakaian muslim dari merek lain dan berkonsentrasi pada produk yang dirancang oleh desainer lokal khusus untuk Hijabenka.10

Hal ini merepresentasikan pergeseran besar:

Model Lama

Platform e-commerce fesyen muslim multi-merek

Model Baru

Label modest fashion Indonesia dengan merek sendiri

Transformasi ini mendekatkan Hijabenka pada model fesyen label privat / terkendali secara vertikal yang juga dijalankan oleh Berrybenka.

Masuk ke Ritel Fisik

Peralihan menuju jenama fesyen mandiri juga membawa Hijabenka masuk ke ritel luring.

Pada April 2019, Hijabenka membuka toko fisik pertamanya di Mall Kota Kasablanka, Jakarta. Liputan media menggambarkan langkah ini sebagai bagian dari transformasi perusahaan dari platform e-commerce menjadi jenama modest fashion.11

Langkah ini penting secara strategis karena mengubah cara pelanggan mengalami merek tersebut.

Hijabenka tidak lagi sekadar:

“situs web tempat membeli pakaian muslim”

melainkan semakin menjadi:

label fesyen dengan identitas produk sendiri dan kehadiran ritel fisik.

Identitas Desain

Bahasa desain Hijabenka umumnya berpusat pada feminitas modern dan kesopanan yang praktis.

Deskripsi historis menekankan aspek-aspek berikut:

  • Siluet feminin
  • Potongan kontemporer
  • Material nyaman
  • Gaya sederhana namun modis
  • Kemudahan pemakaian (wearability)
  • Versatilitas
  • Proporsi yang ramah hijab

Kolaborasi tahun 2018 dengan desainer Indonesia Restu Anggraini, misalnya, menampilkan potongan berbahan satin dalam warna-warna netral seperti putih, krem, dan abu-abu, dengan siluet mengalir serta detail floral. Koleksi ini ditargetkan bagi pelanggan wanita modern yang aktif.12

Penelitian akademis yang membahas redesain logo Hijabenka tahun 2020 juga mendeskripsikan identitas visual baru tersebut sebagai penegasan sisi feminin jenama.13

Target Audiens

Audiens utama Hijabenka secara historis adalah wanita muslim Indonesia, khususnya mereka yang mencari pakaian yang memadukan:

kesopanan + fesyen + kepraktisan.

Profil pelanggan jenama ini berevolusi seiring waktu.

Awalnya, platform ini menarik minat wanita berhijab muda yang mencari pakaian muslim modis.

Belakangan, strategi label mandirinya semakin menargetkan wanita Indonesia modern yang menginginkan busana sopan sesuai untuk kehidupan sehari-hari, kerja, acara sosial, dan peristiwa khusus.

Kolaborasi Restu Anggraini ร— Hijabenka tahun 2018 secara spesifik mendeskripsikan basis pelanggannya mencakup ibu modern yang aktif.

Oleh karena itu, alih-alih memposisikan diri secara eksklusif sebagai busana Islami tradisional, Hijabenka menempati ruang modest fashion yang lebih luas.

Kolaborasi Penting

Periode marketplace memungkinkan Hijabenka bekerja sama dengan banyak desainer dan label lokal.

Salah satu kolaborasi yang patut dicatat adalah:

Restu Anggraini ร— Hijabenka

Pada tahun 2018, Hijabenka berkolaborasi dengan desainer modest fashion Indonesia Restu Anggraini dalam koleksi Camara. Koleksi ini menonjolkan bahan satin, warna netral, siluet mengalir, serta desain yang relatif sederhana namun elegan.14

Kolaborasi semacam ini membantu menghubungkan Hijabenka dengan ekosistem desainer fesyen muslim Indonesia yang semakin matang.

Distribusi

Model distribusi Hijabenka telah mengalami perubahan yang cukup signifikan.

Periode Awal

Saluran utamanya adalah Hijabenka.com, didukung oleh perdagangan daring/seluler dan distribusi marketplace. Jenama ini juga bereksperimen dengan toko pop-up.

Ekspansi Ritel

Pasca transformasi 2019, Hijabenka menambah saluran ritel fisik, dimulai dengan gerai Kota Kasablanka.15

Kehadiran di Marketplace

Sumber historis mendokumentasikan distribusi melalui platform e-commerce Indonesia termasuk Zalora, Blibli, Tokopedia, Shopee, Lazada, dan lainnya.

Terdapat pula bukti bahwa produk Hijabenka terus muncul melalui saluran marketplace. Sebagai contoh, daftar produk Blibli Juni 2026 mencatat produk Hijabenka, Sephia Fera Long Shirt, dengan harga Rp448.000.

Hal ini membuktikan ketersediaan marketplace yang berkelanjutan pada tahun 2026, meskipun sumber yang tersedia tidak menetapkan bahwa Hijabenka masih mengoperasikan situs e-commerce mandiri aslinya dalam bentuk yang sama seperti pada dekade 2010-an.

Kondisi Terkini

Diperlukan kehati-hatian dalam mendeskripsikan kondisi terkini jenama ini.

Dokumentasi mengenai sejarah Hijabenka jauh lebih kuat dibandingkan struktur korporasinya saat ini. Platform asli Hijabenka.com beserta evolusinya pada 2014โ€“2019 terdokumentasi secara ekstensif, sementara informasi publik terkini relatif terbatas.

Meskipun demikian, bukti marketplace dari 2026 menunjukkan bahwa produk dengan nama Hijabenka masih terdaftar untuk dijual.

Dengan demikian, deskripsi yang paling tepat saat ini adalah:

Hijabenka adalah label modest fashion Indonesia yang berasal dari ekosistem perdagangan fesyen Berrybenka, yang secara historis dikenal sebagai platform e-commerce fesyen muslim dan kemudian diposisikan ulang sebagai jenama modest fashion bermerek sendiri.

Tanpa bukti primer tambahan dari perusahaan, jenama ini tidak dapat dikategorikan sebagai platform e-commerce mandiri utama yang beroperasi aktif saat ini.

Evolusi Model Bisnis

Sejarah Hijabenka dapat dipahami dalam tiga tahap:

Tahap I โ€” 2014โ€“2017: Marketplace

Hijabenka = destinasi daring untuk banyak merek fesyen muslim

Proposisi nilainya adalah kelengkapan pilihan dan kenyamanan.

Tahap II โ€” 2018โ€“2019: Transisi

Hijabenka = mengembangkan identitas fesyennya sendiri

Perusahaan mengurangi ketergantungan pada merek pihak ketiga dan meningkatkan proporsi desain sendiri.

Tahap III โ€” 2019 seterusnya: Label Modest Fashion

Hijabenka = jenama modest fashion Indonesia

Pembukaan gerai Kota Kasablanka melambangkan transformasi ini.16

Hal ini menjadikan Hijabenka contoh menarik dari tren e-commerce Indonesia yang lebih luas, di mana peritel daring beralih dari agregasi marketplace/ritel menuju fesyen label privat.

Signifikansi Jenama

Hijabenka memiliki tempat penting dalam sejarah fesyen Indonesia karena beberapa alasan:

1. Mengakui Fesyen Muslim sebagai Pasar Tersendiri

Alih-alih memperlakukan pakaian hijab sebagai subkategori kecil, Berrybenka menciptakan bisnis terpisah di sekitarnya.

2. Mendigitalisasi Belanja Fesyen Muslim

Model e-commerce aslinya mempertemukan banyak merek dan desainer fesyen muslim secara daring.

3. Mempromosikan Modest Fashion Kontemporer

Pencitraan mereknya secara eksplisit menantang anggapan bahwa busana sopan harus terlihat kuno atau tradisional.

4. Mendukung Desainer Lokal

Model marketplace awalnya memberikan saluran distribusi tambahan bagi merek fesyen muslim Indonesia berskala kecil.

5. Bertransformasi Menjadi Jenama Mandiri

Transisinya dari marketplace menjadi fesyen label sendiri mengilustrasikan perubahan strategis utama dalam e-commerce fesyen Indonesia.

Identitas Jenama Sekilas Pandang

Ide Inti:
Busana sopan yang modis untuk wanita muslim Indonesia modern.

Estetika:
Feminin ยท modern ยท chic ยท bersahaja ยท mudah dipakai

Proposisi Awal:
“Banyak merek fesyen muslim dalam satu destinasi daring yang nyaman.”

Proposisi Selanjutnya:
“Label modest fashion Indonesia dengan desain sendiri.”

Pelanggan:
Utamanya wanita muslim dan wanita berhijab yang mencari busana sopan kontemporer.

Pasar:
Modest fashion Indonesia.

Warisan Korporat:
Berrybenka / E-commerce fesyen Indonesia.

Linimasa

2014 โ€” Hijabenka diluncurkan sebagai platform e-commerce fesyen muslim terdedikasi di bawah bisnis Berrybenka.

2014โ€“2017 โ€” Beroperasi terutama sebagai destinasi daring multi-merek, menghubungkan konsumen dengan merek dan desainer fesyen muslim.17

2018 โ€” Hijabenka mulai beralih dari model marketplace multi-merek menuju produk label sendiri yang dirancang oleh desainer lokal.18

2018 โ€” Berkolaborasi dengan desainer Restu Anggraini dalam koleksi Camara.

2019 โ€” Membuka toko fisik pertama di Mall Kota Kasablanka dan memposisikan diri secara publik sebagai jenama modest fashion, bukan sekadar marketplace e-commerce.19

2020 โ€” Mengadopsi logo yang didesain ulang yang menekankan identitas feminin jenama, menurut dokumentasi akademis.

2026 โ€” Merchandise bermerek Hijabenka masih terlihat dalam daftar marketplace Indonesia; daftar Blibli Juni 2026, misalnya, mencatat Sephia Fera Long Shirt.20

References

Profil ini disusun dengan bantuan AI dan telah ditinjau sebelum dipublikasikan. Cara kami menggunakan AI

Brand terkait