Tentang Marukome
Marukome Co., Ltd. (bahasa Jepang: マルコメ株式会社, Marukome Kabushiki-gaisha) adalah produsen makanan asal Jepang yang paling dikenal karena produk miso, sup miso instan, dan berbagai produk makanan fermentasi lainnya. Bermarkas di Kota Nagano, Prefektur Nagano, Jepang, perusahaan ini menelusuri sejarahnya hingga tahun 1854, ketika mulai memproduksi miso dan kecap asin. Sejak itu, Marukome telah berkembang dari produksi miso tradisional menjadi produk berbasis koji beras, kedelai, makanan nabati, dan bahan fermentasi lainnya.1
Marukome merupakan salah satu perusahaan miso terkemuka di Jepang dan memiliki kehadiran internasional yang signifikan. Menurut operasi mereka di Amerika Serikat, produk-produknya didistribusikan di 24 negara di lima benua.2
Profil Perusahaan
| Item | Informasi |
|---|---|
| Nama Jepang | マルコメ株式会社 |
| Nama Inggris | Marukome Co., Ltd. |
| Didirikan | 1854 |
| Markas Besar | Kota Nagano, Prefektur Nagano, Jepang |
| Presiden | Tokio Aoki |
| Modal | ¥100 juta |
| Karyawan | 484 |
| Penjualan FY2026 | ¥55,882 miliar |
| Bisnis Utama | Miso, sup miso instan, produk koji, produk kedelai, produk makanan luar negeri |
| Subsidiar Internasional Utama | Marukome USA, Inc. |
Profil perusahaan terbaru yang diterbitkan oleh Marukome melaporkan penjualan sebesar ¥55,882 miliar untuk tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2026 dan jumlah karyawan sebanyak 484 orang.
Asal-usul: 1854
Sejarah Marukome dimulai pada tahun 1854, selama periode Edo dalam sejarah Jepang. Menurut catatan sejarah perusahaan, Tamiemon Aoki mulai membuat miso di Prefektur Nagano. Keluarganya memiliki pengalaman dalam budidaya padi dan kedelai, dan Aoki mengembangkan keahliannya dalam fermentasi miso.1
Bisnis tersebut akhirnya diteruskan melalui beberapa generasi keluarga Aoki. Produksi miso dan kecap asin menjadi fondasi tempat perusahaan Marukome modern dikembangkan.
Pembentukan Badan Hukum
Pada tahun 1948, bisnis tersebut secara resmi dibentuk sebagai badan hukum dengan nama Aoki Miso and Soy Sauce Co., Ltd. Perusahaan kemudian memperluas fasilitas produksi dan jaringan distribusinya.1
Periode modernisasi penting terjadi setelah Perang Dunia II. Pada tahun 1960, Marukome mengubah distribusi miso dari tong kayu tradisional menjadi kemasan kardus. Pada tahun 1963, mereka mengembangkan mesin pengemas untuk paket miso berbentuk bantal, dan pada tahun 1972 mengembangkan teknologi pengemasan untuk pouch berdiri. Inovasi-inovasi ini membantu menjadikan miso lebih praktis untuk distribusi ritel modern.
Adopsi Nama Marukome
Pada tahun 1967, perusahaan mengganti namanya menjadi Marukome Miso Co., Ltd. Kemudian, pada tahun 1990, nama tersebut berubah menjadi Marukome Co., Ltd.1
Nama Marukome sendiri memiliki keterkaitan dengan bahan-bahan utama perusahaan. “Maru” (丸) berarti “bulat” dan merujuk pada biji kedelai yang bulat, sementara “kome” (米) berarti “beras” dan merujuk pada beras yang digunakan untuk menghasilkan koji. Secara keseluruhan, nama tersebut mencerminkan dua bahan fundamental yang terlibat dalam produksi miso tradisional.
Menuju Posisi Terdepan di Industri Miso Jepang
Salah satu momen terpenting dalam sejarah modern Marukome terjadi pada tahun 1982, ketika mereka memperkenalkan Ryotei-no-Aji, sebuah produk miso yang menggabungkan kaldu dashi.
Alih-alih mengharuskan konsumen menyiapkan miso dan dashi secara terpisah, produk ini menggabungkan kedua komponen tersebut. Marukome mendeskripsikannya sebagai pasta miso pertama yang mengandung dashi di Jepang, dan mengaitkan produk ini dengan pencapaian posisi nomor satu di industri miso Jepang.1
Perusahaan terus menekankan kenyamanan dan bentuk-bentuk baru miso. Pengembangan produk mereka selanjutnya mencakup sup miso instan, sup miso beku-kering (freeze-dried), miso cair, dan format praktis lainnya.
Menurut sejarah korporat perusahaan, pada tahun 1978 Marukome sudah menjadi pemimpin industri miso Jepang. Penjualan kemudian melampaui ¥40 miliar pada tahun 2016.
Produk dan Bisnis
Meskipun Marukome sangat identik dengan miso, bisnis saat ini mereka jauh melampaui pasta miso konvensional.
Miso
Miso tetap menjadi kategori produk inti perusahaan. Marukome memproduksi miso untuk konsumen rumah tangga dan pelanggan jasa boga, serta bahan miso olahan untuk produsen makanan.1
Miso dibuat dengan memfermentasikan kedelai bersama koji dan garam. Proses produksi Marukome melibatkan pengukusan kedelai, pencampuran dengan koji dan garam, serta memungkinkan campuran tersebut difermentasi selama berbulan-bulan.
Perusahaan memproduksi berbagai varietas dan format yang ditujukan untuk aplikasi kuliner berbeda, mulai dari miso tradisional hingga produk cair dan instan yang praktis.
Sup Miso Instan
Marukome juga merupakan produsen besar sup miso instan. Perusahaan memasuki kategori ini selama pengembangan fasilitas miso instan pada tahun 1960-an dan kemudian memperkenalkan produk sup miso beku-kering.
Kategori ini sangat penting bagi strategi Marukome untuk mengadaptasi makanan fermentasi tradisional Jepang agar sesuai dengan gaya hidup modern.
Produk Koji
Koji adalah komponen sentral lain dari bisnis Marukome.
Koji adalah kultur yang digunakan dalam fermentasi banyak makanan dan minuman Jepang. Marukome memproduksi produk berbasis koji beras dan telah memperluas kategori seperti amazake koji, shio koji, dan produk terkait koji lainnya.1
Hal ini mewakili pergeseran penting dalam identitas perusahaan: Marukome semakin memposisikan dirinya bukan hanya sebagai produsen miso, tetapi sebagai perusahaan yang berspesialisasi dalam teknologi fermentasi dan budaya makanan Jepang.
Produk Kedelai dan Nabati
Perusahaan juga mengembangkan makanan terkait kedelai, termasuk daging kedelai dan tepung kedelai. Kategori produk global Marukome saat ini meliputi:
- Miso
- Koji
- Amazake koji
- Daging kedelai
- Tepung kedelai
- Produk makanan fermentasi lainnya
Ekspansi ini memungkinkan Marukome menggunakan pengetahuan mereka tentang kedelai dan fermentasi di bidang-bidang di luar miso tradisional.
Manufaktur dan Teknologi
Terlepas dari asal-usul tradisionalnya, Marukome mengoperasikan fasilitas produksi industri modern.
Perusahaan memiliki beberapa fasilitas produksi di Jepang dan membangun kemampuan manufaktur di Amerika Serikat. Operasi mereka di AS menyatakan bahwa pabrik-pabrik Marukome di Jepang dan Amerika secara kolektif menggunakan sekitar 30.000 ton kedelai non-GMO setiap tahun.
Fasilitas produksi Marukome menggabungkan metode fermentasi tradisional dengan teknologi manufaktur otomatis dan modern. Fasilitas fermentasi mereka mencakup sejumlah besar tangki untuk penuaan terkontrol, sementara sistem kendali mutu dirancang untuk menjaga konsistensi dalam produksi skala industri.
Pada saat yang sama, Marukome mempertahankan fasilitas seperti Gudang Fermentasi Miasa Highland di Nagano, yang menekankan fermentasi alami alih-alih hanya produksi industri bervolume tinggi.3
Ekspansi Internasional
Marukome mulai mengembangkan bisnis luar negerinya sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperkenalkan makanan fermentasi Jepang kepada konsumen internasional.
Tonggak penting adalah pendirian Marukome USA. Perusahaan menyelesaikan fasilitas manufaktur di AS di Irvine, California, pada tahun 2007, yang memungkinkan miso diproduksi secara lokal untuk pasar Amerika Utara.1
Distribusi internasional Marukome sejak itu berkembang pesat. Operasi mereka di AS saat ini mencantumkan pasar di seluruh Amerika Utara, Eropa, dan wilayah lainnya, dengan distribusi mencapai 24 negara di lima benua.2
Strategi internasional tidak hanya didasarkan pada ekspor produk tradisional Jepang. Marukome juga telah mengadaptasi format dan konsep produk sesuai kebiasaan makan internasional, sambil mempromosikan miso dan koji sebagai bahan yang berguna secara global.
Merek Marukome
Merek Marukome sangat erat kaitannya dengan miso dan fermentasi Jepang.
Pesan korporatnya menekankan membawa budaya makanan Jepang ke generasi mendatang dan membagikan manfaat makanan fermentasi secara internasional. Situs web global perusahaan menggambarkan tiga area bisnis intinya sebagai miso, koji beras, dan kedelai.
Hal ini memberi Marukome posisi unik di industri makanan: warisan mereknya sangat tradisional, tetapi strategi produknya berorientasi pada kenyamanan, pola makan sadar kesehatan, makanan nabati, dan masakan internasional.
Marukome-kun
Salah satu elemen branding Marukome yang paling mudah dikenali adalah maskot mereka, Marukome-kun (マルコメ君).
Karakter ini diperkenalkan sekitar tahun 1955 dan telah berevolusi selama beberapa dekade. Menurut Marukome, karakter ini terhubung dengan hubungan historis antara pembuatan miso dan pelatihan biksu muda di kuil-kuil Jepang.
Marukome-kun menjadi bagian penting dari iklan dan identitas publik perusahaan, membuat citra serius dari produsen makanan fermentasi menjadi lebih ramah bagi keluarga dan konsumen muda.
Identitas dan Filosofi Korporat
Identitas korporat modern Marukome dibangun di atas ide menghubungkan tradisi fermentasi Jepang dengan gaya hidup kontemporer.
Perusahaan mendeskripsikan tujuannya dalam hal membawa elemen kejutan, kegembiraan, dan kesejahteraan kepada konsumen serta membagikan budaya makanan Jepang ke dunia.
Filosofi ini terlihat dalam pengembangan produk perusahaan:
Bahan tradisional → pemrosesan modern → produk praktis → pasar internasional
Sebagai contoh, bahan dasar kedelai, koji beras, dan garam tetap terhubung erat dengan miso tradisional, sementara Marukome menerapkan pengemasan modern, fermentasi industri, riset, dan pengembangan produk untuk membuat makanan ini cocok bagi konsumen masa kini.
Riset dan Inovasi
Inovasi telah menjadi fitur berulang dalam sejarah Marukome.
Beberapa contoh penting meliputi:
- 1960: Transisi dari kemasan tong ke kemasan kardus untuk miso.
- 1963: Pengembangan mesin paket bantal yang dipatenkan.
- 1972: Pengembangan mesin pengemas pouch berdiri yang dipatenkan.
- 1982: Pengenalan Ryotei-no-Aji, miso dengan dashi.
- 1988: Pengenalan sup miso blok beku-kering.
- 1989: Penyelesaian laboratorium riset pusat.
- 2009: Pengenalan miso cair.
- 2012: Pengenalan seri Plus Koji.
- 2015: Pengenalan seri Daizu Lab.
Perkembangan-perkembangan ini mengilustrasikan bagaimana Marukome telah berulang kali mencoba memodernisasi makanan yang disiapkan secara tradisional tanpa meninggalkan warisan fermentasi dasarnya.
Marukome dalam Budaya Makanan Jepang
Miso sendiri memiliki sejarah sangat panjang di Jepang dan merupakan salah satu bumbu fermentasi terpenting di negara tersebut. Peran Marukome sangat signifikan dalam mengomersialkan dan menstandarisasi miso untuk konsumsi massal.
Alih-alih memposisikan miso semata-mata sebagai produk kerajinan atau regional, Marukome membantu menjadikannya bahan sehari-hari yang praktis melalui pengemasan terstandarisasi, produk instan, miso yang mengandung dashi, dan format ramah konsumen lainnya.
Kombinasi antara budaya makanan tradisional Jepang dan kenyamanan pasar massal ini dapat dikatakan sebagai karakteristik penentu dari merek Marukome.
Marukome Saat Ini
Hingga tahun 2026, Marukome tetap menjadi perusahaan makanan swasta Jepang yang bermarkas di Nagano. Bisnisnya telah berkembang jauh dari operasi awal miso dan kecap asin yang didirikan pada tahun 1854.
Perusahaan kini beroperasi di beberapa area yang saling terhubung:
Miso → Koji → Kedelai → Makanan Nabati → Bahan Makanan Fermentasi → Pasar Internasional
Angka korporat FY2026 mereka melaporkan penjualan ¥55,882 miliar dan 484 karyawan, sementara bisnis internasionalnya mendistribusikan produk ke berbagai benua.1
Transformasi jangka panjang perusahaan dapat diringkas sebagai:
Dari sebuah pabrik miso abad ke-19 di Nagano menjadi perusahaan makanan fermentasi Jepang berskala global.
Marukome paling baik dipahami sebagai lebih dari sekadar merek miso. Ini adalah produsen makanan Jepang yang identitasnya dibangun di sekitar fermentasi, khususnya miso dan koji. Didirikan di Nagano pada tahun 1854, perusahaan menghabiskan lebih dari satu abad mengembangkan produksi miso tradisional sebelum menjadi produsen makanan industri besar. Terobosan mereka dengan miso yang mengandung dashi pada tahun 1982 membantu menetapkan posisi terdepan mereka di Jepang, sementara inovasi berikutnya dalam sup instan, miso cair, produk koji, dan makanan kedelai memperluas portofolio mereka.1
Saat ini, Marukome menggabungkan pengetahuan fermentasi tradisional Jepang, manufaktur makanan modern, pengembangan produk berorientasi kenyamanan, dan distribusi internasional, menjadikannya salah satu perusahaan Jepang yang paling mudah dikenali yang terkait dengan miso dan makanan fermentasi.1





