Tentang Être Parfums
Gambaran Umum
Être Parfums adalah rumah wewangian independen/niche asal Indonesia yang didirikan oleh Lygia dan Tiara. Merek ini berfokus pada kekuatan emosional dan sensorik dari aroma, khususnya kemampuan wewangian untuk membangkitkan kenangan, perasaan, identitas pribadi, dan momen-momen penting dalam kehidupan. Être mendeskripsikan dirinya sebagai merek wewangian yang diciptakan untuk mendorong orang-orang agar terhubung kembali dengan indra penciuman mereka dan menggunakan aroma sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Merek ini menggabungkan pengaruh Indonesia dan Prancis dalam proses kreatif serta produksinya. Wewangian-wewangiannya didesain di Paris, diformulasikan di Grasse, dan dirakit di Indonesia, memberikan posisi unik bagi Être antara skena perfumery independen Indonesia yang sedang berkembang dengan ekosistem wewangian tradisional Prancis.
| Merek | Être Parfums |
| Asal | Indonesia |
| Markas Besar/Basis Kontak | Jakarta, Indonesia |
| Didirikan | 2021 |
| Pendiri | Lygia dan Tiara |
| Industri | Wewangian / Parfumeri |
| Posisi Pasar | Wewangian Independen / Niche |
| Pengaruh Kreatif | Indonesia dan Prancis |
| Pengembangan Wewangian | Paris / Grasse |
| Perakitan | Indonesia |
| Kolaborator Perfumer Utama | Alice Lavenat |
| Koleksi Utama | Classic, Deux |
| Filosofi | Aroma, kenangan, individualitas, dan pemberdayaan |
Perusahaan ini terdaftar secara resmi di Indonesia pada tahun 2021, sementara parfum pertamanya diluncurkan secara komersial di Indonesia pada bulan April 2022.
Nama dan Makna
Nama “Être” berasal dari bahasa Prancis yang berarti “menjadi” (to be).
Merek ini menggunakan makna tersebut sebagai fondasi filosofis: Être tidak bertujuan menjadikan parfum sebagai alat untuk terlihat lebih kaya, seksi, mewah, atau mencolok. Sebaliknya, wewangian dipresentasikan sebagai ekspresi dari siapa seseorang dan siapa yang ingin mereka capai menjadi diri mereka sendiri 1.
Hal ini tercermin dalam ide sentral merek:
“To be” menjadi pernyataan identitas.
Konsekuensinya, komunikasi Être sering kali berpusat pada gagasan seperti berani, audacious, gagah berani, individual, dan terhubung secara emosional dengan diri sendiri. Misalnya, Koleksi Klasik orisinalnya mengaitkan tiga wewangian dengan konsep “To Be Fearless,” “To Be Audacious,” dan “To Be Courageous.”
Pendirian — 2021
Menurut catatan resmi Être, pengembangan merek dimulai pada Februari–Maret 2021, ketika Lygia dan Tiara menyelaraskan visi mereka围绕 sebuah ide sederhana: mengintegrasikan wewangian ke dalam kehidupan sehari-hari sambil menjadi versi terbaik dari diri sendiri.
Para pendiri meneliti lanskap olfaktorius baik di Indonesia maupun Prancis, mencari cara untuk menggabungkan elemen-elemen dari kedua budaya tersebut sekaligus mengidentifikasi peluang dalam pasar wewangian Indonesia. Dari riset ini, mereka mengembangkan tiga konsep wewangian awal.
Pada April 2021, para pendiri mulai bekerja sama dengan Alice Lavenat, seorang perfumer senior yang berafiliasi dengan Jean Niel, sebuah rumah wewangian bersejarah di Grasse. Être kemudian mengembangkan wewangian awalnya bersama Lavenat.
Proses pengembangan melibatkan beberapa putaran pengajuan dan modifikasi wewangian. Selama periode yang sama, para pendiri mengembangkan identitas visual merek dan mendaftarkan perusahaan di Indonesia.
Pengembangan di Grasse
Salah satu tonggak penting terjadi pada Agustus 2021, ketika para pendiri melakukan perjalanan ke Grasse, Prancis, untuk bertemu dengan Lavenat dan memfinalisasi kreasi awal. Peran Grasse sangat signifikan karena kota ini secara historis merupakan salah satu pusat perfumery terbesar di dunia.
Être juga memilih botol kaca dari Oskar Karla, sebuah perusahaan botol kaca asal Austria, sebagai bagian dari pengembangan kemasannya.
Produksi dan Pengujian di Indonesia
Setelah minyak wewangian tiba di Indonesia pada September 2021, Être bekerja sama dengan PT. Premium Parfum Indonesia untuk menguji komposisi dalam basis alkohol mereka dan menentukan konsentrasi yang tepat. Perusahaan juga melakukan pengujian konsumen di Indonesia.
Parfum-parfum tersebut kemudian menjalani uji stabilitas dan proses pendaftaran BPOM Indonesia. Être menyatakan bahwa parfum pertamanya telah mendapatkan nomor BPOM sebelum peluncuran. Uji coba konsumen kedua melibatkan 100 peserta pada Maret 2022.
Peluncuran
Être Parfums secara resmi diluncurkan di Indonesia pada bulan April 2022, awalnya dijual melalui situs web resmi dan Tokopedia.
Sejak saat itu, merek ini telah memperluas jangkauannya melampaui wewangian asli, mengembangkan koleksi tambahan, kolaborasi, dan edisi terbatas. Katalog daringnya saat ini mencakup Koleksi Classic, Être Deux, rilis floral, kolaborasi, dan wewangian terkait Être Café.
Lygia
Lygia memiliki latar belakang ilmiah dan orientasi pada perfumery. Ia belajar kimia di Institut Teknologi Bandung (ITB) sebelum pindah ke Prancis dan mengejar gelar master di ISIPCA, sebuah institusi terkemuka Prancis yang mengkhususkan diri dalam pendidikan parfum, kosmetik, dan rasa. Ia kemudian melanjutkan pelatihan perfumernya di industri wewangian.
Perannya memberikan Être koneksi langsung yang kuat dengan perfumery profesional dan penciptaan wewangian. Merek ini mendeskripsikan minatnya terhadap aroma bukan sekadar sebagai profesi, tetapi sebagai cara untuk mengalami peristiwa, kenangan, dan cerita.
Tiara
Tiara memiliki latar belakang di industri mewah, kecantikan, dan wewangian. Ia menempuh pendidikan di Prancis sejak usia muda dan kemudian mengembangkan pengalaman profesional di bidang parfum, khususnya dalam komunikasi digital dan edukasi ritel.
Di dalam Être, keahliannya melengkapi latar belakang perfumery Lygia dengan berkontribusi pada komunikasi merek, pengalaman ritel, dan sisi konsumen yang lebih luas dari wewangian.
Kombinasi keduanya cukup khas: satu pendiri membawa keahlian teknis/perfumery sementara yang lain berkontribusi pada pengalaman mewah, ritel, dan komunikasi.
Wewangian sebagai Kenangan
Filosofi sentral Être didasarkan pada gagasan bahwa indra penciuman memiliki kekuatan luar biasa dalam memicu kenangan dan emosi.
Merek ini berpendapat bahwa aroma sering kali terabaikan karena tidak dapat dilihat dan sulit diungkapkan secara verbal. Namun, justru karena hal tersebut, aroma dapat menembus memori dan menjadi erat kaitannya dengan momen-momen penting dalam hidup seseorang.
Filosofi ini menjelaskan mengapa narasi Être cenderung kurang fokus pada iklan parfum konvensional—seperti godaan, status, atau kemewahan—dan lebih menekankan pada pengalaman pribadi.
Sebuah wewangian dapat mengingatkan seseorang pada:
- Kencan pertama
- Liburan
- Pencapaian karier
- Orang tertentu
- Periode kebahagiaan
- Patah hati
- Kesedihan
- Masa transisi dalam hidup
Être secara eksplisit mengakui bahwa kenangan wewangian tidak selalu positif. Perusahaan menyatakan menghargai spektrum penuh perasaan manusia, termasuk kenangan yang tidak menyenangkan, dan menghubungkan filosofi ini dengan kesadaran kesehatan mental yang lebih besar.
Posisi Merek
Être menempati posisi yang menarik dalam kancah perfumery Indonesia.
Merek ini tidak diposisikan sebagai rumah parfum mewah konvensional, meskipun mengintegrasikan keahlian perfumery Prancis. Sebaliknya, Être menekankan:
- Pengembangan wewangian profesional
- Orisinalitas
- Keterpakain harian
- Narasi emosional
- Aksesibilitas
- Identitas Indonesia
- Keahlian perfumery internasional
Être secara eksplisit menyatakan bahwa mereka tidak berfokus membuat pelanggan merasa mewah, seksi, atau menjadi pusat perhatian. Tujuannya adalah agar wewangian menyentuh pemakainya secara personal.
Hal ini membuat Être secara filosofis lebih dekat dengan gerakan wewangian independen/niche kontemporer daripada pemasaran wewangian prestige tradisional. Database wewangian juga mengategorikan Être sebagai rumah wewangian Indonesia/kreator parfum niche 2.
“Didesain di Paris, Diformulasikan di Grasse, Dirakit di Indonesia”
Ini adalah salah satu proposisi merek Être yang paling penting.
Prosesnya dapat dipahami sebagai tiga tahap geografis:
Paris → Grasse → Indonesia
Paris — Konsep dan Desain
Être menyatakan bahwa konsepsi koleksinya yang pertama dilakukan di Paris, di mana para pendiri mengembangkan arah kreatif dan menyelidiki hubungan antara tradisi olfaktorius Indonesia dan Prancis.
Grasse — Perfumery
Pengembangan wewangian aktual melibatkan perfumer profesional di Grasse, khususnya Alice Lavenat dari Jean Niel.
Indonesia — Produksi dan Perakitan
Minyak wewangian kemudian dikirim ke Indonesia, di mana mereka diuji, diproduksi/diproses, dan akhirnya dirakit menjadi produk jadi.
Model ini memungkinkan Être untuk memposisikan dirinya secara simultan sebagai beridentitas Indonesia namun dipengaruhi Prancis dalam pengembangan teknis wewangian.
Koleksi Classic
Koleksi Classic adalah lini wewangian orisinal Être.
Merek ini mendeskripsikannya sebagai perayaan atas individualitas dan pemberdayaan, dengan setiap wewangian dibangun di sekitar kombinasi notas dan kepribadiannya masing-masing 2.
Katalog saat ini mencakup wewangian seperti:
- Volcanique
- Volcanique Intense
- Force d’Âme
- Libre d’Esprit
- Tout Feu Tout Flamme
- Angélique
- Bouquet de Joie
- Fleur de Chance
Tiga wewangian pertama—Volcanique, Force d’Âme, dan Libre d’Esprit—khususnya penting bagi identitas asli koleksi tersebut.
Posisi konseptualnya adalah:
Volcanique — To Be Audacious
Force d’Âme — To Be Courageous
Libre d’Esprit — To Be Fearless
Être Deux
Être Deux adalah koleksi utama kedua dari merek ini. “Deux” berarti “dua” dalam bahasa Prancis.
Menurut Être, koleksi ini terdiri dari wewangian yang berbagi tema dan konsep umum, dengan setiap parfum menceritakan kisahnya sendiri tentang tempat, objek, dan orang-orang.
Koleksi ini mencakup wewangian seperti:
- A Place We Call Home
- For The Memories Of
Konsep Deux memperluas filosofi awal Être dari pemberdayaan individu menuju gagasan yang lebih luas tentang cerita, tempat, dan kenangan 3.
Koleksi Floral
Être juga telah mengembangkan apa yang dikatalogkan saat ini sebagai “The Floral Era”, menampilkan wewangian termasuk:
- Bouquet de Joie
- Angélique
- Fleur de Chance
Rilis-rilis ini memperluas rentang merek melampaui Koleksi Classic asli sambil mempertahankan penekanannya pada emosi dan pengalaman pribadi.
Kolaborasi
Être juga telah berkolaborasi dengan figur-figur kreatif Indonesia.
Salah satu kolaborasi yang menonjol adalah Être × Tities Sapoetra, yang mencakup:
- Santal Bergamia Extrait de Parfum
- Rosa Tuberosa Extrait de Parfum
Kolaborasi ini menggambarkan minat Être dalam menghubungkan wewangian dengan budaya kreatif dan mode Indonesia yang lebih luas.
Identitas Olfaktorius
Katalog Être mencakup rentang gaya wewangian yang relatif luas alih-alih berpegang pada satu “house accord” yang mudah dikenali.
Wewangiannya mencakup wilayah seperti:
- Floral
- Woody
- Musky
- Fresh
- Spicy
- Tropical
- Nuansa Gourmand/edible
- Komposisi Amber-like dan hangat
Keluwesan ini konsisten dengan filosofi merek bahwa wewangian harus melayani pengalaman individu daripada kategori gender atau gaya yang kaku.
Komunikasi merek sendiri lebih menekankan pada apakah pemakai secara pribadi menyukai suatu wewangian daripada aturan tradisional tentang kapan atau oleh siapa wewangian itu harus dikenakan. FAQ mereka bahkan menyarankan pelanggan untuk fokus pada seberapa nyaman mereka merasa dengan suatu aroma dan bagaimana aroma tersebut berevolusi dengan kimia tubuh mereka.
Posisi Gender
Filosofi Être pada dasarnya bersifat personal, bukan berbasis gender.
Alih-alih mendefinisikan parfum terutama sebagai “untuk pria” atau “untuk wanita”, merek ini menekankan menemukan wewangian yang terasa tepat bagi pemakai individu.
Hal ini sesuai dengan konsep besarnya tentang wewangian sebagai perpanjangan dari identitas dan ekspresi diri.
Dalam pengertian itu, Être dapat dipandang sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas menuju perfumery niche inklusif/unisex.
Bahan, Keamanan, dan Standar
Être menyatakan bahwa wewangiannya dikembangkan menggunakan rumah wewangian dan perfumer profesional, serta mematuhi standar IFRA dan telah didaftarkan/disertifikasi melalui BPOM di Indonesia. Perusahaan juga menyatakan bahwa wewangiannya bebas dari turunan hewan.
Perusahaan menekankan empat ide khusus:
- Pengembangan profesional
- Penciptaan wewangian orisinal
- Keamanan dan kepatuhan regulasi
- Harga yang wajar
Être juga secara eksplisit menyatakan bahwa mereka tidak meniru wewangian yang sudah ada dan menganggap orisinalitas sebagai bagian penting dari filosofi kreatif mereka.
Filosofi Harga
Bagian penting lainnya dari posisi Être adalah “kualitas hebat, harga adil.”
Alih-alih memposisikan dirinya sebagai rumah parfum ultra-mewah, Être menyatakan menggunakan bahan-bahan pilihan sambil berusaha menjaga harganya tetap wajar dan terjangkau.
Katalog resmi saat ini menunjukkan banyak wewangian inti dihargai sekitar Rp399.000, dengan beberapa rilis yang lebih pekat, spesial, atau hasil kolaborasi sekitar Rp499.000–Rp589.000. Harga tentu saja dapat berubah seiring waktu.
Hal ini membuat Être relatif terjangkau dibandingkan dengan banyak rumah wewangian niche internasional.
Kemasan dan Estetika
Estetika Être dapat dideskripsikan sebagai kontemporer, minimalis, dan didorong oleh konsep, daripada sengaja dibuat berlebihan.
Pengembangan kemasan adalah bagian dari proses pengembangan awal merek pada tahun 2021, termasuk pengadaan botol kaca dari Austria.
Hal ini sesuai dengan filosofi yang lebih luas: botol dan branding dimaksudkan untuk mendukung wewangian dan ceritanya, bukan sekadar mengomunikasikan kemewahan konvensional.
Filosofi Manufaktur
Model manufakturnya patut dicatat karena Être menggabungkan keahlian wewangian internasional dengan produksi Indonesia.
Proses pengembangannya melibatkan:
Konsep → perfumer profesional → evaluasi wewangian → pengujian konsumen → uji stabilitas → pendaftaran BPOM → produksi/perakitan Indonesia.
Ini jauh lebih terstruktur daripada stereotip merek parfum indie kecil yang hanya mencampur minyak wewangian dan menjualnya secara lokal. Garis waktu pengembangan yang dipublikasikan oleh Être menunjukkan proses formulasi, pengujian, dan regulasi multi-tahap.
Tempat dalam Perfumery Indonesia
Être adalah bagian dari ekosistem wewangian independen Indonesia yang sedang tumbuh.
Signifikansinya sebagian berasal dari upayanya untuk membuktikan bahwa merek wewangian Indonesia dapat bekerja dengan infrastruktur perfumery internasional—khususnya Paris dan Grasse—sambil mempertahankan kepemilikan, produksi, dan identitas budaya Indonesia.
Dengan kata lain, Être bukan sekadar interpretasi Indonesia dari parfum Prancis. Modelnya lebih akurat dideskripsikan sebagai:
Identitas merek Indonesia + Keahlian perfumery Prancis + Manufaktur Indonesia + Posisi niche kontemporer.
Identitas hibrida tersebut bisa dibilang merupakan karakteristik definisi dari rumah ini.
Ringkasan Kronologi
- Februari–Maret 2021 — Konsep awal dan penyelarasan antara Lygia dan Tiara.
- April 2021 — Kolaborasi dimulai dengan perfumer Alice Lavenat dari Jean Niel.
- Mei 2021 — Pengajuan wewangian pertama.
- Juni–Juli 2021 — Revisi wewangian; pendaftaran perusahaan dan finalisasi branding.
- Agustus 2021 — Pendiri mengunjungi Grasse dan memfinalisasi kreasi.
- September 2021 — Minyak wewangian tiba di Indonesia; formulasi dan pengujian konsumen dimulai.
- Oktober–November 2021 — Komposisi akhir dipilih dan pendaftaran BPOM dimulai.
- Desember 2021 — Uji stabilitas dimulai.
- Januari 2022 — Botol kaca tiba di Indonesia.
- Maret 2022 — Uji coba konsumen kedua melibatkan 100 peserta; uji stabilitas selesai.
- April 2022 — Être Parfums secara resmi diluncurkan di Indonesia.
- 2023–2024 — Wewangian tambahan dan rilis era Deux/floral memperluas katalog.
- 2026 — Katalog merek saat ini mencakup Classic, Deux, kolaborasi, edisi terbatas, dan wewangian terbaru terkait Être Café.
Penilaian Keseluruhan
Dari perspektif industri wewangian, Être Parfums adalah rumah wewangian independen Indonesia yang dibangun di sekitar narasi emosional daripada posisi kemewahan konvensional.
Pembeda terkuatnya adalah kombinasi dari asal-usul Indonesia dan keahlian perfumery Prancis: merek ini dikonsepkan oleh pendiri Indonesia, dikembangkan melalui jaringan wewangian Paris dan Grassois, dan akhirnya diproduksi/dirakit di Indonesia.
Identitasnya dapat dirangkum melalui lima pilar:
Akar Indonesia
Keahlian perfumery Prancis
Kenangan dan emosi
Individualitas dan pemberdayaan
Wewangian niche yang terjangkau
Alih-alih bertanya, “Bagaimana parfum ini membuat saya terlihat?”, filosofi Être mengajukan pertanyaan yang lebih dekat dengan, “Bagaimana parfum ini membuat saya merasa, dan bagian diri saya mana yang dikembalikannya?”
Itulah yang memberi Être Parfums tempat khususnya dalam lanskap wewangian kontemporer Indonesia.





