I Indonesia Brand Wiki

Tentang H&M

H&M (singkatan dari Hennes & Mauritz) merupakan perusahaan multinasional asal Swedia yang bergerak di bidang fesyen dan ritel. Perusahaan ini dikenal luas karena menyediakan pakaian, aksesori, alas kaki, produk kecantikan, serta perlengkapan rumah tangga yang mengikuti tren terkini dengan harga relatif terjangkau. Didirikan pada tahun 1947 oleh Erling Persson, bisnis ini bermula sebagai toko pakaian wanita bernama Hennes (yang berarti “miliknya” dalam bahasa Swedia) di Västerås, Swedia. Seiring waktu, lini produknya meluas hingga mencakup fesyen pria dan anak-anak, lalu berubah nama menjadi Hennes & Mauritz sebelum akhirnya menggunakan nama H&M yang dikenal saat ini.1

Kini, H&M menjadi merek unggulan dalam naungan H&M Group, salah satu perusahaan fesyen terbesar di dunia. Grup ini beroperasi di lebih dari 80 pasar dengan jaringan toko fisik dan platform digital yang menjangkau konsumen secara global.2

Informasi Dasar

Item Informasi
Nama merek H&M
Nama perusahaan lengkap H & M Hennes & Mauritz AB
Tahun berdiri 1947
Pendiri Erling Persson
Negara asal Swedia
Nama awal Hennes
Kantor pusat Stockholm, Sweden
Industri Fesyen dan ritel
Induk organisasi H&M Group
Produk utama Pakaian, aksesori, alas kaki, kecantikan, produk rumah tangga
Model bisnis Fesyen pasar massal/terjangkau, ritel omnichannel
Bursa efek Nasdaq Stockholm
CEO H&M Group saat ini Daniel Ervér
CEO merek H&M Daniel Ervér
Pasar utama Eropa, Amerika Utara, Asia, Amerika Latin, dan pasar global lainnya

H&M Hennes & Mauritz AB tercatat sebagai perusahaan publik di bursa Nasdaq Stockholm.3

Sejarah

1947 — Awal Mula

Kisah H&M bermula di Västerås, Swedia, pada tahun 1947, ketika pengusaha Erling Persson membuka toko pakaian wanita bernama Hennes. Terinspirasi oleh model ritel Amerika Serikat, Persson ingin menghadirkan pakaian bergaya dengan harga yang bisa dijangkau oleh kalangan yang lebih luas. Toko pertamanya kala itu hanya menjual pakaian wanita secara eksklusif.4 Nama Hennes sendiri kurang lebih bermakna “miliknya” dalam bahasa Swedia.

Dekade 1950-an — Ekspansi di Swedia

Konsep tersebut terbukti sukses, sehingga Hennes mulai membuka cabang di luar lokasi pertamanya. Pada tahun 1952, perusahaan membuka gerai pertamanya di Stockholm, ibu kota Swedia. Hennes juga mulai bereksperimen dengan iklan berskala besar, yang membantu menempatkan pemasaran sebagai elemen penting dalam strategi pertumbuhan perusahaan.5

1968 — Hennes Menjadi Hennes & Mauritz

Titik balik terjadi pada tahun 1968, ketika Hennes mengakuisisi peritel peralatan berburu dan memancing asal Swedia, Mauritz Widforss. Akuisisi ini memberikan akses bagi Hennes untuk menjual pakaian pria, memungkinkan perusahaan berekspansi melampaui segmen pakaian wanita. Perusahaan kemudian berganti nama menjadi Hennes & Mauritz, yang menjadi fondasi bagi konsep fesyen menyeluruh seperti yang dijalankan H&M saat ini.6

Dekade 1970-an — Identitas H&M

Sepanjang dekade 1970-an, Hennes & Mauritz terus memperluas kategori produk dan jangkauan geografisnya. Perkembangan penting pada masa ini meliputi penambahan kategori pakaian dalam, ekspansi ke produk kosmetik, pembukaan gerai di negara-negara Eropa lainnya, serta fokus yang semakin kuat pada konsumen muda. Pada tahun 1974, perusahaan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Stockholm dan gerai-gerainya mulai menggunakan singkatan H&M.7 Singkatan ini akhirnya berkembang menjadi nama merek yang dikenal secara global.

Ekspansi Internasional

Internasionalisasi H&M dimulai relatif lebih awal dibandingkan banyak peritel lainnya. Perusahaan berekspansi dari Swedia ke pasar Eropa lain, termasuk Norwegia, Denmark, Inggris, dan Swiss.8

Selama dekade 1990-an, H&M melanjutkan ekspansinya di seluruh Eropa. Pada tahun 1998, H&M meluncurkan layanan belanja daring di Swedia, membangun kehadiran digital sejak dini. Pada tahun yang sama, perusahaan membuka toko pertamanya di Paris, memperkuat posisinya di salah satu ibu kota fesyen terpenting di dunia.9

2000 — Amerika Serikat

Tonggak sejarah penting terjadi pada tahun 2000, ketika H&M membuka gerai andalannya di Fifth Avenue, New York City. Peristiwa ini menandai dimulainya ekspansi besar-besaran H&M di luar Eropa dan membantu mentransformasi perusahaan dari peritel yang berfokus pada Eropa menjadi merek fesyen global.10

Kolaborasi Desainer

Salah satu strategi pemasaran paling berpengaruh dari H&M adalah kolaborasinya dengan desainer ternama dan rumah mode terkemuka. Terobosan terjadi pada tahun 2004, ketika H&M berkolaborasi dengan desainer legendaris Karl Lagerfeld. Gagasan dasarnya tergolong tidak lazim bagi industri fesyen mewah kala itu: menghadirkan estetika desainer profil tinggi kepada khalayak yang jauh lebih luas dengan harga yang jauh lebih rendah.

Selanjutnya, H&M menjalin kerja sama dengan berbagai desainer dan merek, antara lain:

  • Karl Lagerfeld
  • Stella McCartney
  • Roberto Cavalli
  • Versace
  • Alexander Wang
  • Serta banyak nama kreatif besar lainnya

Menurut H&M, kolaborasi dengan para desainer telah membuktikan bahwa desain berkualitas tidak harus selalu dibanderol dengan harga mewah.11 Kolaborasi-kolaborasi ini menjadi bagian integral dari identitas merek H&M dan senantiasa menarik perhatian media secara signifikan.

Produk H&M

H&M utamanya merupakan peritel fesyen dan gaya hidup. Assortmen produknya mencakup:

Pakaian

  • Kaos
  • Kemeja
  • Blus
  • Gaun
  • Celana jin
  • Celana panjang
  • Jaket
  • Mantel
  • Rajutan
  • Pakaian dalam
  • Pakaian tidur
  • Pakaian olahraga
  • Pakaian anak
  • Pakaian bayi

Aksesori

  • Tas
  • Ikat pinggang
  • Topi
  • Kacamata hitam
  • Perhiasan
  • Syal
  • Aksesori fesyen lainnya

Kecantikan

H&M juga mengoperasikan H&M Beauty, yang menawarkan kosmetik dan produk terkait kecantikan.

Rumah Tangga

H&M HOME menjual berbagai produk seperti:

  • Perlengkapan tempat tidur
  • Handuk
  • Objek dekoratif
  • Perlengkapan dapur
  • Furnitur
  • Tekstil rumah tangga
  • Aksesori interior

Olahraga

H&M Move merupakan konsep yang berfokus pada olahraga dari grup ini, yang diluncurkan secara global pada tahun 2022.12

Target Pasar H&M

Secara historis, H&M memposisikan dirinya di sekitar konsep fesyen yang mudah diakses. Target audiensnya bersifat luas dan tidak terbatas pada satu demografi tertentu. Perusahaan menawarkan produk untuk:

  • Wanita
  • Pria
  • Remaja
  • Anak-anak
  • Bayi
  • Keluarga
  • Konsumen yang sadar fesyen
  • Pelanggan yang mencari pakaian harian dengan harga terjangkau

Daya tarik merek ini sebagian berasal dari kemampuannya memadukan tren fesyen, harga yang relatif terjangkau, dan pergantian produk yang cepat. Secara sederhana, H&M berupaya menempati posisi di antara peritel pakaian dasar dan merek fesyen berharga lebih tinggi.

Konsep Bisnis H&M

Ide bisnis resmi H&M pada intinya adalah menawarkan:

fesyen dan kualitas dengan harga terbaik secara berkelanjutan

Perusahaan mendeskripsikan tujuan yang lebih luas sebagai “Membebaskan fesyen untuk banyak orang.”6 Hal ini mencerminkan tiga elemen sentral dalam strategi H&M:

Fesyen → menjaga agar produk tetap relevan dengan gaya dan tren terkini.

Harga → menjadikan fesyen dapat diakses oleh sejumlah besar konsumen.

Keberlanjutan → berupaya mengurangi dampak lingkungan dan sosial yang terkait dengan produksi fesyen.

Model Bisnis H&M

Model bisnis H&M menggabungkan desain, pengadaan global, ritel berskala besar, perdagangan digital, dan pemasaran.

Desain

H&M memiliki tim kreatif dan desain yang mengembangkan koleksi berdasarkan tren fesyen, preferensi pelanggan, dan peluang komersial.

Rantai pasok global

Alih-alih memproduksi setiap produk sendiri, H&M bekerja sama dengan jaringan pemasok dan produsen eksternal yang luas. Hal ini memungkinkan perusahaan beroperasi dalam skala yang signifikan.

Toko fisik

Toko tetap menjadi bagian penting dari bisnis H&M. Namun, perusahaan semakin memperlakukan toko fisik dan saluran digital sebagai bagian dari pengalaman belanja omnichannel yang terpadu.

Belanja daring

Pelanggan dapat membeli produk H&M melalui platform digital perusahaan di banyak pasar.

Pemasaran

Secara historis, H&M telah berinvestasi besar-besaran dalam:

  • Periklanan
  • Kampanye selebritas
  • Kolaborasi desainer
  • Media sosial
  • Acara fesyen
  • Pemasaran pemengaruh
  • Desain toko
  • Pengalaman digital

Perusahaan menggambarkan modelnya sebagai penggabungan pengalaman belanja fisik dan digital.13

H&M dan Fast Fashion

H&M umumnya diklasifikasikan sebagai peritel fast fashion, meskipun perusahaan sendiri kini semakin menekankan konsep-konsep seperti keberlanjutan, kualitas, sirkularitas, dan produksi yang bertanggung jawab.

Model fast fashion tradisional melibatkan:

  1. Mengidentifikasi tren fesyen
  2. Mendesain produk dengan relatif cepat
  3. Memproduksinya dalam skala besar
  4. Mendistribusikannya melalui toko dan saluran daring
  5. Memperkenalkan produk baru secara berkala
  6. Menawarkannya dengan harga yang relatif terjangkau

Model ini membantu perusahaan seperti H&M meningkatkan kecepatan dan aksesibilitas fesyen secara dramatis. Namun, model ini juga memicu kritik terkait konsumsi berlebihan, limbah tekstil, penggunaan sumber daya, kondisi tenaga kerja, dan emisi gas rumah kaca. Isu-isu tersebut kini menjadi semakin penting dalam strategi dan reputasi publik H&M.

Keberlanjutan

Keberlanjutan telah menjadi salah satu tema strategis utama H&M. Perusahaan menyatakan ingin menjadikan fesyen lebih sirkular dan mengurangi dampak lingkungannya. Upaya-upayanya mencakup area seperti:

  • Bahan daur ulang
  • Bahan yang bersumber secara lebih berkelanjutan
  • Fesyen sirkular
  • Pengumpulan dan pendaurulangan garmen
  • Target terkait iklim
  • Perbaikan rantai pasok
  • Ketahanan produk
  • Pengurangan emisi

Berdasarkan pelaporan H&M Group tahun 2025, 80% bahan dalam produk komersialnya merupakan bahan daur ulang atau bersumber secara berkelanjutan, termasuk 32% bahan daur ulang.14

Perusahaan juga mengoperasikan atau berpartisipasi dalam inisiatif yang bertujuan meningkatkan penggunaan kembali dan pendaurulangan tekstil. Sebagai contoh, H&M Group dan Remondis mendirikan Looper Textile Co. pada tahun 2023 untuk mengumpulkan, menyortir, dan menjual pakaian serta tekstil bekas yang tidak terpakai.15

Kontroversi Keberlanjutan

Upaya keberlanjutan H&M juga menuai kritik. Isu utamanya terletak pada ketegangan mendasar: H&M ingin menjual fesyen terjangkau dalam jumlah besar sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari produksi dan konsumsi fesyen.

Para kritikus mempertanyakan apakah model bisnis fast fashion itu sendiri kompatibel dengan tujuan keberlanjutan. Oleh karena itu, H&M menghadapi tantangan strategis yang sulit: perusahaan harus memperbaiki bahan, produksi, logistik, dan pendaurulangan, sembari mendorong pelanggan untuk mengonsumsi fesyen dengan cara yang lebih bertanggung jawab. Hal ini menjadikan keberlanjutan bukan sekadar masalah pemasaran bagi H&M, melainkan pertanyaan mendasar mengenai model bisnisnya.

H&M Group

Penting untuk membedakan bahwa H&M dan H&M Group bukanlah entitas yang sama persis.

H&M

Merek H&M adalah merek fesyen unggulan dari grup ini.

H&M Group

H&M Group adalah organisasi korporat yang lebih besar yang memiliki atau mengoperasikan portofolio merek dan bisnis. Portofolionya saat ini meliputi:

  • H&M
  • COS
  • Weekday
  • Cheap Monday
  • Monki
  • & Other Stories
  • ARKET
  • Singular Society
  • Sellpy

Merek H&M sendiri mencakup H&M HOME, H&M Move, dan H&M Beauty.16 Dengan demikian, H&M merupakan merek unggulan, sedangkan H&M Group adalah induk grup fesyen yang menaungi H&M beserta bisnis-bisnis lainnya.

Skala Korporat

H&M Group telah tumbuh pesat sejak toko tunggal yang dibuka di Swedia pada tahun 1947. Untuk tahun buku 2025, H&M Group melaporkan perkiraan:

  • Penjualan bersih sebesar SEK 200 miliar
  • 125.000 karyawan
  • Sekitar 3.000 toko
  • Operasi di 81 pasar
  • Penjualan daring di lebih dari 60 pasar

Angka-angka tersebut didasarkan pada pelaporan tahunan H&M Group tahun 2025.17 Tahun buku grup ini berjalan dari 1 Desember hingga 30 November.18

Kepemimpinan

Daniel Ervér menjabat sebagai CEO H&M Group pada tahun 2024, menggantikan Helena Helmersson. Ia juga melanjutkan perannya sebagai CEO merek H&M.19 Keluarga Persson tetap memegang peranan historis yang penting bagi perusahaan. H&M didirikan oleh Erling Persson, dan keluarganya tetap berpengaruh dalam struktur kepemilikan serta tata kelola grup.

H&M di Thailand

H&M juga beroperasi di Thailand. Bisnis di Thailand dijalankan melalui HThai (Thailand) Co., Ltd., dengan kantor korporat yang terdaftar di Bangkok. Informasi korporat H&M di Thailand mendeskripsikan konsep bisnisnya sebagai penawaran fesyen dan kualitas dengan harga terbaik secara berkelanjutan, selaras dengan positioning global grup.19 Merek ini telah hadir di destinasi perbelanjaan utama di Thailand dan mengoperasikan saluran ritel fisik maupun daring.

Identitas Merek

Identitas H&M dapat dirangkum melalui beberapa karakteristik berikut:

Terjangkau

H&M berupaya membuat fesyen kontemporer dapat diakses oleh masyarakat luas.

Berbasis Tren

Merek ini merespons perubahan tren fesyen dengan relatif cepat.

Global

Meskipun berasal dari Swedia, H&M telah mengembangkan identitas yang sangat internasional.

Berorientasi Pemuda

Secara historis, H&M mempertahankan daya tarik yang kuat di kalangan konsumen muda, meskipun basis pelanggannya jauh lebih luas.

Kolaboratif

Kolaborasi dengan desainer telah menjadi bagian penting dari identitas budaya dan pemasarannya.

Desain yang Mudah Diakses

Merek ini berusaha membawa estetika fesyen yang biasanya diasosiasikan dengan kelas atas ke dalam lingkungan ritel yang lebih terjangkau.

Logo

Logo H&M yang khas terdiri dari huruf H&M, yang secara tradisional ditampilkan dalam warna merah dengan tampilan tulisan tangan yang dinamis. Logo ini sengaja dibuat sederhana agar mudah dikenali. Penggunaan singkatan oleh perusahaan dimulai pada tahun 1974, ketika gerai Hennes & Mauritz diubah mereknya menjadi H&M.20 Kesederhanaan logo ini turut menjadikan H&M salah satu identitas yang paling mudah dikenali dalam industri ritel fesyen global.

Kekuatan Utama

Kekuatan kompetitif utama H&M meliputi:

1. Skala global
Jaringan internasionalnya yang masif memungkinkan penyebaran biaya desain, pengadaan, pemasaran, dan teknologi ke banyak pasar.

2. Pengenalan merek yang kuat
H&M dikenal luas melampaui negara asalnya, Swedia.

3. Positioning harga terjangkau
Perusahaan menempati titik harga yang menarik bagi konsumen yang menginginkan produk bergaya tanpa harga mewah.

4. Kolaborasi fesyen
Kolaborasi dengan desainer memberikan relevansi budaya dan publisitas bagi merek.

5. Ritel omnichannel
H&M memadukan toko fisik dengan perdagangan digital dan layanan daring lainnya.

6. Assortmen produk yang luas
Perusahaan melayani segmen wanita, pria, anak-anak, serta pelanggan rumah tangga/gaya hidup.

7. Skala rantai pasok
Jaringan pengadaan globalnya yang besar mendukung operasional ritel bervolume tinggi.

Tantangan Utama

H&M juga menghadapi sejumlah tantangan signifikan.

Kompetisi

Perusahaan bersaing dengan banyak peritel internasional dan perusahaan fesyen daring, termasuk merek-merek seperti Zara, Uniqlo, Mango, Primark, Shein, dan banyak lainnya.

Keberlanjutan

Perusahaan harus menyeimbangkan fesyen bervolume tinggi yang terjangkau dengan tanggung jawab lingkungan dan sosial.

Perubahan perilaku konsumen

Konsumen semakin sering menemukan dan membeli fesyen melalui media sosial, marketplace, dan aplikasi seluler alih-alih toko tradisional.

E-commerce

Kompetitor yang berbasis daring mampu memperkenalkan produk dengan cepat dan bersaing secara agresif dalam hal harga.

Diferensiasi merek

Karena segmen fesyen terjangkau sangat kompetitif, H&M harus terus mempertahankan identitas yang khas.

Ritel fisik

Perusahaan harus menentukan toko mana yang tetap bernilai strategis seiring dengan meningkatnya pentingnya belanja daring.

Tempat H&M dalam Sejarah Fesyen

Signifikansi H&M melampaui statusnya sebagai peritel pakaian besar semata. Perusahaan ini membantu mempopulerkan model di mana tren fesyen yang dulunya identik dengan merek desainer dan mewah dapat diterjemahkan menjadi produk yang tersedia bagi konsumen pasar massal.

Kolaborasi dengan desainer sangatlah berpengaruh karena mengaburkan batas tradisional antara fesyen tingkat tinggi dan ritel massal. Kolaborasi dengan Karl Lagerfeld pada tahun 2004, misalnya, menunjukkan bahwa seorang desainer besar dapat bekerja sama dengan peritel pasar massal dan menjangkau konsumen yang biasanya tidak mampu membeli produk lini utama sang desainer.

Linimasa

Tahun Peristiwa
1947 Erling Persson membuka Hennes di Västerås
1952 Toko Hennes pertama di Stockholm
1968 Hennes mengakuisisi Mauritz Widforss dan menjadi Hennes & Mauritz
1974 Perusahaan tercatat di Bursa Efek Stockholm; singkatan H&M diperkenalkan
1977 Konsep Impuls diperkenalkan untuk remaja; penambahan kosmetik
1998 Belanja daring dimulai di Swedia; toko pertama di Paris
2000 Toko besar Fifth Avenue dibuka di New York
2002 Laporan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan pertama
2004 Kolaborasi desainer Karl Lagerfeld
2020 Karl-Johan Persson menjadi ketua; Helena Helmersson menjadi CEO
2022 H&M Move diluncurkan secara global
2023 Looper Textile Co. didirikan bersama Remondis
2024 Daniel Ervér menjadi CEO H&M Group
2025 Grup melaporkan penjualan bersih SEK 200 miliar untuk tahun buku berjalan
2026 H&M melanjutkan strategi ritel global, digital, dan pengembangan mereknya

20

References

Profil ini disusun dengan bantuan AI dan telah ditinjau sebelum dipublikasikan. Cara kami menggunakan AI

Brand terkait