I Indonesia Brand Wiki

Tentang Choya

CHOYA (チョーヤ) adalah merek minuman asal Jepang yang paling dikenal di kancah internasional melalui produk umeshu (梅酒), yaitu likur buah manis yang dibuat dengan cara merendam buah ume Jepang (sering diterjemahkan sebagai “plum Jepang”, meskipun secara botani merupakan jenis aprikot) dalam alkohol dan gula. Merek ini dikelola oleh CHOYA UMESHU CO., LTD., sebuah perusahaan Jepang yang berkantor pusat di Habikino, Osaka.1

Identitas CHOYA sangat lekat dengan budaya ume Jepang, pembuatan umeshu tradisional, kemitraan pertanian, dan likur buah premium. Meskipun perusahaan ini awalnya memulai usaha dengan anggur dan wine, pada akhirnya mereka membangun identitas internasionalnya di sekitar buah ume dan umeshu.2

Sekilas Fakta

Kategori Informasi
Merek CHOYA
Jepang チョーヤ
Perusahaan CHOYA UMESHU CO., LTD.
Industri Minuman / Minuman beralkohol
Dikenal karena Umeshu
Negara asal Jepang
Kantor pusat Habikino, Osaka, Jepang
Didirikan sebagai bisnis 1914
Produksi umeshu dimulai 1959
Badan hukum didirikan 1962
Nama perusahaan saat ini CHOYA UMESHU CO., LTD. sejak 2000
Pendiri Sumitaro Kondo
Presiden saat ini Shigehiro Kondo
Bahan inti Ume Jepang
Wilayah ume utama Kishu, khususnya Nanko-ume
Pasar utama Jepang, Eropa, Asia Tenggara, Amerika Serikat, dan pasar lainnya

Perusahaan ini menelusuri asal-usulnya hingga tahun 1914, ketika mulai membudidayakan anggur. Entitas korporasi dengan nama CHOYA YOSHU JOZO didirikan pada tahun 1962, sementara nama CHOYA UMESHU CO., LTD. baru diadopsi pada tahun 2000.3

Apa itu CHOYA?

Pada dasarnya, CHOYA adalah perusahaan spesialis likur ume Jepang.

Kategori unggulan mereka adalah umeshu, yang secara tradisional dibuat dengan memadukan:

  • Buah ume
  • Gula
  • Alkohol

Buah tersebut direndam dalam alkohol selama periode tertentu untuk mengekstraksi karakteristik rasanya yang manis, asam, fruity, dan aromatik.

CHOYA membedakan dirinya secara khusus melalui penekanan pada penggunaan buah ume asli, bukan sekadar menciptakan minuman beralkohol berperisa ume. Seri premium The CHOYA, misalnya, menggunakan Nanko-ume pilihan dari wilayah Kishu.4

Filosofi perusahaan ini terangkum dalam gagasan untuk menemukan dan menghadirkan “kekuatan ume” kepada konsumen di seluruh dunia.5

Asal-usul: Sebelum Menjadi Perusahaan Ume

Menariknya, CHOYA tidak memulai sejarahnya sebagai perusahaan umeshu.

Kisah perusahaan ini bermula pada tahun 1914, ketika keluarga pendiri mulai membudidayakan anggur. Pada tahun 1924, pendiri Sumitaro Kondo mulai memproduksi dan menjual wine anggur, diikuti oleh brandy pada tahun 1949 dan fruit wine pada tahun 1951.6

Oleh karena itu, bisnis awal perusahaan memiliki fondasi pertanian dan pembuatan wine yang kuat.

Latar belakang ini menjadi penting bagi filosofi CHOYA di kemudian hari: perusahaan menganggap pengalamannya sebagai petani sebagai bagian dari DNA mereka, dengan menekankan hubungan baik dengan produsen pertanian serta pentingnya mengembangkan produk berbasis buah berkualitas tinggi.7

Titik Balik: Tahun 1959

Titik balik utama terjadi pada tahun 1959, ketika CHOYA mulai memproduksi dan menjual likur buah ume.8

Pendiri Sumitaro Kondo pernah mempelajari wine di Eropa dan sangat terkesan dengan kualitas wine serta brandy Eropa. Ia merasa khawatir bahwa budaya minuman domestik Jepang pada akhirnya akan tenggelam oleh produk impor.

Tanggapannya bukanlah sekadar bersaing dengan wine Barat.

Sebaliknya, ia berupaya mengembangkan sesuatu yang khas Jepang.

Jawabannya adalah buah ume.

CHOYA menggambarkan momen ini sebagai awal dari ambisi jangka panjang mereka untuk memperkenalkan ume Jepang ke seluruh dunia.9

Mengapa Ume?

Ume memiliki sejarah yang sangat mendalam dalam budaya Jepang.

Menurut catatan sejarah CHOYA, ume telah ada selama ribuan tahun di Asia Timur dan akhirnya mengakar kuat dalam budaya kuliner Jepang. Ume digunakan untuk makanan seperti umeboshi dan akhirnya untuk umeshu.10

Umeshu sendiri memiliki sejarah yang unik.

Resep likur ume telah muncul dalam literatur kuliner Jepang berabad-abad yang lalu, dan pada periode Edo, membuat produk ume di rumah telah menjadi praktik yang mapan.11

Hal ini memberikan peluang menarik bagi CHOYA:

Alih-alih menciptakan minuman yang benar-benar baru, perusahaan dapat mengkomersialkan, menstandarisasi, dan mengekspor tradisi Jepang yang sudah ada.

Langkah ini kemudian menjadi salah satu ciri khas utama dari merek tersebut.

Tantangan di Tahun-tahun Awal

Bisnis ume awal CHOYA tidak langsung menuai kesuksesan.

Ketika CHOYA mulai menjual umeshu komersial, banyak pengecer minuman keras di Jepang enggan menyetoknya. Salah satu alasannya adalah banyak rumah tangga Jepang sudah membuat likur ume sendiri di rumah.

Dengan kata lain, CHOYA mencoba menjual secara komersial apa yang secara tradisional bisa dibuat orang di rumah.

Perusahaan menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk meyakinkan pengecer dan konsumen bahwa umeshu yang diproduksi secara profesional memiliki tempat di pasar. CHOYA menyatakan bahwa penjualan baru mulai tumbuh secara substansial sekitar tahun 1975 hingga sepanjang dekade 1980-an.12

Periode ini sangat krusial karena CHOYA membantu mengubah umeshu dari sekadar tradisi rumahan menjadi kategori minuman komersial yang mudah dikenali.

Asal Nama “CHOYA”

Nama CHOYA memiliki asal-usul yang khas Jepang.

Menurut perusahaan, nama ini menggabungkan dua referensi lokal:

  • “Cho” — merujuk pada kupu-kupu Gifu Chō, Luehdorfia japonica
  • “Ya” — merujuk pada mata panah (ya) yang ditemukan di antara artefak Zaman Batu di sekitar kantor pusat perusahaan

Sehingga:

CHO + YA = CHOYA

Nama ini dimaksudkan untuk menghormati alam dan komunitas lokal di sekitar basis awal perusahaan.13

Ekspansi Internasional

Ambisi CHOYA bersifat internasional sejak relatif dini.

Perusahaan mulai mengekspor likur ume pada tahun 1968. Selanjutnya, mereka mengintensifkan ekspansi ke Eropa, dengan memulai ekspor signifikan ke benua tersebut pada tahun 1985.14

Tantangannya adalah konsumen Eropa umumnya tidak mengetahui apa itu ume.

Oleh karena itu, CHOYA menggunakan acara pencicipan dan edukasi konsumen untuk memperkenalkan rasa tersebut.

Pada tahun 1990, perusahaan mendirikan CHOYA UMESHU GmbH di Jerman, menandai tonggak penting dalam ekspansi internasionalnya.15

Perusahaan kemudian mendirikan atau memperluas operasinya di:

  • Jerman
  • Tiongkok
  • Amerika Serikat
  • Asia Tenggara

Informasi perusahaan saat ini mencantumkan Eropa, Asia Tenggara, dan Amerika Serikat sebagai pasar luar negeri utamanya.16

Kebangkitan Umeshu

Sejarah CHOYA juga berjalan seiring dengan perkembangan pasar umeshu Jepang modern.

Selama dekade 1990-an, umeshu semakin populer di kalangan konsumen muda. CHOYA melaporkan bahwa produksi tahunan melebihi 6.000 kL sekitar tahun 1991, mencapai sekitar 10.000 kL pada tahun 1994, dan melampaui 20.000 kL pada tahun 1997.17

Ini merupakan transformasi besar.

Umeshu berubah dari minuman yang identik dengan produksi rumah tangga tradisional menjadi minuman komersial arus utama.

CHOYA adalah salah satu perusahaan yang berada di pusat transformasi tersebut.

Transformasi Tahun 2000

Pada tahun 2000, perusahaan mengubah nama korporasinya menjadi:

CHOYA UMESHU CO., LTD.

Perubahan ini signifikan karena mencerminkan keputusan perusahaan untuk berspesialisasi dalam bisnis umeshu.18

Alih-alih menjadi perusahaan wine atau spirit umum, CHOYA semakin memposisikan diri sebagai spesialis dalam:

ume + umeshu + budaya buah Jepang

Spesialisasi tersebut tetap menjadi inti dari merek ini hingga kini.

Konsep “Honkaku Umeshu”

Salah satu konsep terpenting untuk memahami CHOYA modern adalah Honkaku Umeshu (本格梅酒), yang biasanya diterjemahkan oleh CHOYA sebagai “Umeshu Autentik”.

Pembedaan ini muncul karena kategori umeshu telah berkembang hingga mencakup produk-produk yang menggunakan berbagai bahan perasa dan aditif.

Pada tahun 2015, Japan Spirits & Liqueurs Makers Association menetapkan standar yang mendefinisikan Honkaku Umeshu sebagai umeshu yang dibuat menggunakan pendekatan tradisional berbasis:

buah ume + gula + alkohol

CHOYA sangat mendukung konsep ini sebagai bagian dari upayanya untuk melestarikan budaya umeshu tradisional dan mendukung petani ume.19

Kelahiran “The CHOYA”

Pada tahun 2016, CHOYA meluncurkan The CHOYA, sebuah lini premium yang dirancang untuk merepresentasikan interpretasi mereka terhadap umeshu autentik berkualitas tinggi.20

Lini ini sangat berfokus pada:

Kualitas Ume

CHOYA menggunakan ume pilihan, khususnya Nanko-ume dari Kishu.

Jumlah Buah

Perusahaan menekankan penggunaan jumlah ume yang relatif banyak untuk mengekstraksi karakter buah yang substansial.

Pematangan

Beberapa varian dimatangkan selama beberapa tahun.

Pencampuran (Blending)

CHOYA menggunakan keahlian blending untuk menyeimbangkan buah, kemanisan, keasaman, dan alkohol.

Perusahaan menggambarkan The CHOYA sebagai puncak dari pengalaman lebih dari satu abad yang terkait dengan budidaya buah dan produksi minuman.21

Nanko-ume dan Kishu

Untuk produk premium CHOYA, Nanko-ume memegang peranan sangat penting.

Nanko-ume adalah varietas ume Jepang terkenal yang berasal dari wilayah Kishu di Prefektur Wakayama, salah satu area penghasil ume terpenting di Jepang.

CHOYA menyatakan bahwa The CHOYA menggunakan 100% Nanko-ume dari Kishu, memilih buah matang dan aromatik yang sangat cocok untuk produksi umeshu.

Ini merupakan bagian penting dari positioning premium CHOYA.

Merek ini tidak sekadar menjual minuman beralkohol yang berasa plum.

Mereka menekankan:

buah spesifik + wilayah tanam Jepang spesifik + produksi tradisional + pematangan

dengan cara yang agak mirip dengan bagaimana produsen wine menekankan varietas anggur dan terroir.

Portofolio Produk CHOYA

Meskipun umeshu tetap menjadi inti bisnis, portofolio modern CHOYA jauh lebih luas.

Produk-produknya dibagi menjadi beberapa kategori.

The CHOYA

Lini premium mencakup produk-produk seperti:

  • The CHOYA Extra Years
  • The CHOYA Extra Shiso
  • The CHOYA Royal Honey
  • The CHOYA Aged 3 Years
  • The CHOYA Aged 3 Years Extra Fruit
  • The CHOYA French Oak 2016
  • The CHOYA Golden Ume Fruit
  • The CHOYA Single Year
  • The CHOYA Craft Fruit
  • The CHOYA Nankobai Genshu
  • The CHOYA Black
  • The CHOYA 23°
  • The CHOYA Ume from the Bio Farm

CHOYA

Lini yang lebih luas mencakup:

  • CHOYA Premium Umeshu
  • CHOYA Umeshu Kishu
  • CHOYA Natural Honey
  • CHOYA Natural Shiso
  • CHOYA Jyuku Rich
  • CHOYA Kokuto
  • CHOYA Sarari
  • CHOYA Excellent
  • CHOYA Mutenka Honkaku Umeshu
  • CHOYA Uji-Green Tea Umeshu

Yuzu dan Produk Lainnya

CHOYA juga memproduksi produk berbahan dasar yuzu dan rasa lainnya, termasuk:

  • CHOYA Yuzu
  • CHOYA Yuzu Soda
  • CHOYA Sarari Yuzu
  • CHOYA Original Sparkling
  • CHOYA Wine Umeshu

Produk Non-alkohol

Perusahaan juga berekspansi ke minuman non-alkohol, meliputi:

  • The CHOYA Non Alcohol
  • CHOYA Ume Soda Non Alcohol
  • CHOYA Yuzu Soda Non Alcohol

Profil Rasa CHOYA

Umeshu CHOYA tradisional umumnya dicirikan oleh kombinasi:

kemanisan + keasaman + rasa buah + aroma buah batu mirip almond + kehangatan alkohol

Buah ume itu sendiri memberikan rasa asam yang khas pada minuman ini.

Dibandingkan dengan banyak likur buah Barat, umeshu dapat memiliki keseimbangan yang menarik antara kemanisan seperti hidangan penutup dan keasaman yang tajam.

Tergantung pada produknya, profil rasa CHOYA dapat berkisar dari:

  • ringan dan menyegarkan
  • manis dan fruity
  • kaya dan pekat
  • matang dengan pengaruh oak
  • herbal
  • kompleks dengan karakter spirit yang kuat

Sebagai contoh, The CHOYA Extra Years adalah umeshu premium dengan ABV 17% yang dimatangkan selama beberapa tahun, sementara produk lain menggunakan shiso, madu, puree ume matang, atau French oak untuk menciptakan profil yang berbeda.

Proses Pembuatan Umeshu

Secara sederhana, produksi umeshu tradisional melibatkan perendaman buah ume dalam alkohol bersama gula.

Namun, produksi premium CHOYA jauh lebih terkontrol.

Perusahaan menekankan beberapa variabel berikut:

① Seleksi Buah

Kualitas dan kematangan ume adalah hal fundamental.

② Jumlah Buah

Penggunaan ume dalam jumlah besar memungkinkan lebih banyak karakteristik buah masuk ke dalam likur.

③ Alkohol

Alkohol berfungsi sebagai media ekstraksi senyawa dari buah.

④ Gula

Gula menyeimbangkan keasaman alami ume yang tajam.

⑤ Pematangan

Pematangan yang lebih lama mengubah keseimbangan dan tekstur, menghasilkan rasa yang lebih dalam dan bulat.

⑥ Blending

Blender CHOYA memadukan berbagai komponen untuk mencapai profil rasa yang diinginkan.

Filosofi ini terlihat jelas dalam jajaran The CHOYA.

Hubungan CHOYA dengan Petani

Pertanian merupakan bagian yang sangat penting dalam cerita merek CHOYA.

Perusahaan menyatakan telah bekerja sama dengan petani ume selama lebih dari setengah abad, termasuk melakukan riset mengenai:

  • pengurangan penggunaan pestisida
  • budidaya organik
  • optimalisasi tanah
  • peningkatan kualitas ume

CHOYA memandang hubungan antara produsen dan petani sebagai bagian dari identitas perusahaan, bukan sekadar hubungan rantai pasok.

Hal ini sangat penting karena bisnis CHOYA bergantung langsung pada kelangsungan budidaya ume Jepang berkualitas tinggi.

CHOYA dan Budaya Jepang

Positioning merek CHOYA pada dasarnya dibangun di sekitar mengekspor sebagian budaya makanan dan minuman Jepang.

Alih-alih mencoba membuat versi Jepang dari wine, wiski, atau vodka, perusahaan berkembang围绕 sesuatu yang khas Jepang:

ume + gula + alkohol → umeshu

Narasi sejarahnya menghubungkan beberapa elemen:

Pertanian Jepang

Budidaya ume

Umeshu rumahan tradisional

Umeshu komersial

Umeshu autentik premium

Minuman Jepang internasional

Ini mungkin merupakan cara paling sederhana untuk memahami apa yang direpresentasikan oleh CHOYA sebagai sebuah merek.

CHOYA Saat Ini

Saat ini, CHOYA UMESHU CO., LTD. menggambarkan bisnis utamanya sebagai produksi dan penjualan umeshu serta produk terkait ume. Kantor pusatnya berlokasi di Habikino, Osaka, dan perusahaan ini mencatat operasi atau perusahaan afiliasi di Jerman, Tiongkok, Amerika Serikat, dan Asia Tenggara.

Portofolionya telah berkembang jauh melampaui sebotol umeshu tradisional, mencakup:

  • umeshu premium yang dimatangkan
  • varian dengan karakter buah yang kuat
  • umeshu berperisa
  • minuman yuzu
  • minuman non-alkohol
  • makanan berbahan ume
  • edisi spesial dan terbatas

Namun, identitas inti perusahaan tetap konsisten:

Ume Jepang adalah jantung dari CHOYA.

Tonggak Sejarah Utama

Tahun Peristiwa
1914 Mulai membudidayakan anggur
1924 Sumitaro Kondo mulai memproduksi dan menjual wine anggur
1949 Mulai memproduksi dan menjual brandy
1951 Mulai memproduksi dan menjual fruit wine
1959 Mulai memproduksi dan menjual likur buah ume
1962 CHOYA YOSHU JOZO CO., LTD. didirikan
1968 Mulai mengekspor likur ume
1970-an–80-an Bisnis umeshu mulai tumbuh signifikan
1985 Memulai ekspansi serius ekspor likur ume ke Eropa
1990 CHOYA UMESHU GmbH didirikan di Jerman
1990-an Ekspansi besar pasar umeshu Jepang
1997 Pasar umeshu mencapai sekitar 20.000 kL
1998 CHOYA UMESHU USA Inc. didirikan
2000 Perusahaan berganti nama menjadi CHOYA UMESHU CO., LTD.
2015 Standar Honkaku Umeshu ditetapkan
2016 Seri premium The CHOYA diluncurkan
2020-an Ekspansi berkelanjutan produk premium, buah, yuzu, dan non-alkohol

Filosofi Merek

Filosofi CHOYA dapat dirangkum dalam empat gagasan:

1. Utamakan Ume

Buah ini adalah bahan utama dan identitas perusahaan.

2. Autentisitas

CHOYA menekankan produksi umeshu tradisional dan konsep Honkaku Umeshu.

3. Pertanian

Perusahaan memandang hubungan jangka panjang dengan petani ume sebagai hal yang esensial bagi bisnisnya.

4. Globalisasi Budaya Jepang

Ambisi awal CHOYA adalah memperkenalkan ume Jepang kepada konsumen di luar Jepang.

Misinya saat ini secara eksplisit digambarkan sebagai upaya menemukan “kekuatan ume” dan menyampaikannya kepada dunia.

Keunikan CHOYA

Terdapat banyak merek alkohol Jepang, namun CHOYA menempati posisi yang cukup unik.

Bukan Primarily Merek Wiski

Berbeda dengan perusahaan seperti Suntory atau Nikka, identitas CHOYA tidak dibangun di atas spirit biji-bijian hasil distilasi.

Bukan Primarily Merek Sake

Produk unggulan CHOYA bukanlah sake, melainkan likur buah.

Bukan Sekadar Likur Berperisa Buah Umum

Perusahaan memberikan penekanan besar pada buah ume Jepang asli dan budidayanya.

Asosiasi Kategori yang Kuat

Bagi banyak konsumen, CHOYA = umeshu.

Asosiasi semacam ini merupakan salah satu aset terbesar merek tersebut.

Perbedaan CHOYA dan The CHOYA

Pembedaan penting adalah bahwa CHOYA dan The CHOYA tidak selalu merujuk pada positioning yang sama persis.

CHOYA adalah keluarga merek/produk yang lebih luas.

The CHOYA adalah lini premium perusahaan, yang dirancang dengan ume pilihan, kandungan buah lebih tinggi, proses pematangan, dan teknik produksi yang lebih canggih.

Struktur arsitektur mereknya dapat digambarkan sebagai berikut:

CHOYA
→ umeshu arus utama
→ produk berperisa
→ yuzu
→ minuman non-alkohol
→ dll.

The CHOYA
→ umeshu premium/autentik
→ varian yang dimatangkan
→ varian buah spesial
→ produk premium/terbatas

Positioning Merek Secara Keseluruhan

Dari perspektif branding, CHOYA berada di persimpangan yang menarik:

Tradisi Jepang
×
Pertanian
×
Keahlian Mengolah Buah
×
Alkohol Premium
×
Internasionalisasi

Aset merek terkuatnya bukan sekadar rasa umeshu.

Melainkan kisah di balik buah ume.

CHOYA mampu menceritakan kisah yang koheren yang bermula dari pertanian Jepang, berlanjut melalui budaya ume selama berabad-abad, beralih ke keputusan pendiri untuk mengkomersialkan umeshu, dan berakhir dengan merek Jepang modern yang mengekspor tradisi tersebut secara internasional.

Hal ini memberikan kedalaman budaya yang jauh lebih besar bagi CHOYA dibandingkan merek likur buah konvensional.

Ringkasan

CHOYA adalah perusahaan dan merek minuman Jepang yang mengkhususkan diri pada minuman berbahan dasar ume, khususnya umeshu, yang menelusuri akarnya hingga budidaya anggur pada tahun 1914 dan mulai memproduksi likur ume komersial pada tahun 1959. Didasarkan pada visi Sumitaro Kondo, CHOYA berupaya mengembangkan budaya minuman yang khas Jepang alih-alih sekadar meniru wine dan spirit Barat. Setelah puluhan tahun membangun pasar umeshu komersial Jepang, perusahaan berekspansi secara internasional, terutama ke Eropa, Amerika Serikat, dan Asia. Saat ini, CHOYA menekankan pada ume Jepang berkualitas tinggi, hubungan dengan petani, produksi umeshu autentik, dan pematangan premium, dengan lini unggulan The CHOYA yang mewakili segmen tertinggi portofolionya. Selain umeshu tradisional, perusahaan kini memproduksi likur ume yang dimatangkan dan berperisa, minuman yuzu, produk non-alkohol, serta makanan terkait ume. Misi utamanya adalah melestarikan dan mengembangkan budaya ume Jepang sekaligus memperkenalkan “kekuatan ume” kepada konsumen di seluruh dunia.

References

Profil ini disusun dengan bantuan AI dan telah ditinjau sebelum dipublikasikan. Cara kami menggunakan AI

Brand terkait